Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ini Alasan Orang Gagal Mencapai Kemapanan Finansial di Usia Matang

by Surtan Siahaan on 3 Juni, 2016

gagal dalam karier - CekAja.com

Belajar dari kesalahan akan membuat kita lebih cepat memahami sesuatu. Hal ini juga berlaku untuk urusan finansial. Banyak orang di usia matang, berkisar antara 45 tahun hingga 55 tahun, justru gagal mencapai kemapanan finansial.

Padahal, di usia tersebut orang sudah bekerja setidaknya 20 tahun hingga 30 tahun. Waktu yang cukup untuk mencapai puncak karier dan penghasilan yang tinggi.

Namun, tidak sedikit generasi X (yang memiliki usia di atas 35 tahun) yang juga mampu meraih sukses. Ternyata, ada kecenderungan sama di antara mereka yang berhasil mapan di usia matang.

Menariknya, kecenderungan ini jarang ditemukan pada mereka yang belum mencapai kebebasan finansial di usia matang. Apa saja kecenderungan tersebut? Berikut ini penjelasannya seperti dikutip CekAja dari Time:

Tidak berinvestasi sejak dini

Percaya tidak percaya, hal ini jadi penyesalan terbesar para pensiunan yang gaga mecapai kemapanan finansial. Pentegra Retirement Services melakukan survei terhadap warga Amerika Serikat dan menemukan bahwa 4 dari 10 orang yang diwawancara mengaku berharap dapat menabung lebih dini saat masih dalam usia produktif.

63% dari responden juga merekomendasikan pada keturunan mereka agar sebisa mungkin menabung lebih dini. Hal ini merupakan rekomendasi yang baik mengingat uang yang disimpan sejak awal akan menunjukkan pertumbuhan paling maksimal.

Contohnya orang dengan usia 25 tahun dengan penghasilan Rp 40 juta per tahun dengan kenaikan gaji sebesar 2% per tahun, melakukan investasi sebesar 10% dari gaji tiap tahun dan melanjutkannya terus hingga usia 65 tahun dengan asumsi bunga bank 6% per tahun.

Jumlah yang akan diperolehnya saat pensiun adalah Rp 830 juta. Sementara, jika kamu memulainya di usia 30 tahun, kamu hanya akan memperoleh Rp 185 juta. Lihat kan betapa besar perbedaannya?

Tidak menghemat saat masih produktif

Tidak sedikit di antara generasi X yang menyesali gaya hidupnya. Mereka terlalu boros untuk hal-hal konsumtif yang sebenarnya masih bisa dihemat. Contohnya, seorang dengan usia 25 tahun menghemat uang makan bulanan sebesar Rp 300 ribu per bulan akan mendapatkan uang tambahan untuk pensiun senilai Rp 144 juta.

Uang senilai itu bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan masa pensiun agar hidup yang dijalani saat tua lebih nyaman dan tenteram. (Baca juga: Orang yang Gengsinya Gede Ternyata Susah Kaya, Ini Buktinya)

Tidak melakukan perencanaan pensiun sejak dini

Banyak orang yang sudah melewati usia produktif menyesal tidak melakukan perencanaan keuangan pensiun di saat muda. Hal ini termasuk tidak melakukan perhitungan atas gaya hidup dan uang yang dibutuhkan untuk membiayai gaya hidup tersebut seperti soal kesehatan, tempat tinggal hingga hobi.

Lupa berasuransi

Poin terakhir ini sangat penting namun seringkali diremehkan. Ini merupakan kesalahan finansial yang sangat fatal dan sering dilakukan oleh banyak orang di usia produktif. Lantaran merasa masih muda dan sehat, banyak anak muda meremehkan pentingnya asuransi.

Padahal, jika ada risiko yang suatu saat menimpa kamu, seperti masalah kesehatan, keuangan kamu bisa terancam. Malah, uang yang sudah kamu siapkan untuk pensiun nanti bisa amblas digunakan membayar biaya kesehatan yang tidak murah.

Tentang Penulis