Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ini Bahayanya Jika Terlalu Sering Lembur

by Sindhi Aderianti on 21 September, 2018

Kesehatan selalu berkaitan erat dengan gaya hidup seseorang. Salah satunya dari seberapa lama Anda bekerja setiap hari. Terlalu sering lembur ternyata sangat tidak baik bagi kesehatan. Simak bahaya yang bisa Anda alami jika terlalu sering lembur.

kerja lembur - CekAja.com

Dalam studi yang baru-baru ini dirilis, terungkap fakta mengejutkan bahwa orang yang bekerja 11 jam setiap hari lebih berisiko menderita depresi dibandingkan orang yang jam kerjanya standar, yakni sekitar 7-8 jam per hari.

Manusia pada dasarnya membutuhkan istirahat baik fisik dan mental dari pekerjaan yang menguras kedua aspek tersebut dalam sehari. Jika tidak, bukan hanya kelelahan, tapi stres pun dapat terjadi. Bagaimana dengan jam kerja Anda?

(Baca juga: Canggih! Ini Dia 4 Perusahaan Bank yang Sudah Miliki Produk Digital Onboarding)

Aturan Pemerintah Mengenai Jam Kerja

Di Indonesia, aturan mengenai jam kerja sendiri telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Jam kerja, waktu istirahat kerja, hingga waktu lembur diatur dalam pasal 77 sampai pasal 85.

Jadi, untuk karyawan yang bekerja 5 hari dalam seminggu, jam kerja seharusnya adalah 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Apabila melebihi dari ketentuan waktu kerja tersebut, maka waktu kerja biasa dianggap masuk sebagai waktu kerja lembur sehingga pekerja atau buruh berhak atas upah lembur.

Bahaya Jam Kerja Berlebihan

Kalau sebenarnya jam kerja yang normal sudah diatur pemerintah, buat apa lagi terlalu sering lembur? Gaya bekerja lembur-lemburan mungkin akan membuat karier Anda cepat meningkat, tetapi tubuh tetap perlu diperhatikan kesehatannya. Selain depresi, masih ada 5 dampak negatif lain dari jam kerja tak beraturan. Diantaranya adalah:

(Baca juga: INTERVIEW: Sritex, Perusahaan Kelas Dunia yang Garap Merchandise Asian Games)

Masalah kardiovaskular

Studi pada tahun 2010 menyebutkan, orang yang bekerja 10 jam atau lebih setiap hari berisiko tinggi menderita penyakit kardiovaskular seperti hipertensi atau serangan jantung. Lembur yang menyebabkan stres akan berimbas pada peningkatan kortisol dan adrenalin. Dengan begitu, gula darah naik dan pembuluh darah pun mengeras.

Demensia

Selanjutnya, risiko demensia. Demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil.

Penelitian yang dirilis oleh The American Journal of Epidemiology membuktikan bahwa karyawan yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu akan mengalami masalah dengan daya nalar, daya ingat, hingga kosakata.

Kerusakan mata

Jangan remehkan menatap layar komputer terlalu lama. Sebab, dampaknya bisa menimbulkan berbagai kerusakan mata. Misalnya saja otot-otot mata yang menegang. Gejala kondisi tersebut bervariasi mulai dari sakit kepala, mata kering, atau pandangan kabur. Belum lagi minus mata yang bisa muncul atau bahkan bertambah.

Kurang tidur

Manusia membutuhkan tidur setidaknya 8 jam dalam satu hari. Namun, jika terlalu sering lembur, otomatis waktu tidur pun berkurang banyak. Baru tidur sebentar, esok paginya harus berangkat ke kantor lagi.

Padahal saat kita beristirahat, tubuh bekerja keras untuk memperbaiki DNA, menambah kadar vitamin, menghasilkan antioksidan, hingga meregenerasi kulit. Bayangkan kalau hanya tidur 3 atau 5 jam? Semua proses itu bisa amat terganggu.

Sakit punggung

Nyeri pada punggung juga dapat terjadi. Terutama bagi Anda yang terlalu sering duduk ketika bekerja. Mungkin tidak banyak berdampak pada kesehatan secara menyeluruh, tetapi rasa yang tidak nyaman akan mengganggu produktivitas Anda di kemudian hari.

(Baca juga: Mau Daftar CPNS? Cek 4 Golongan Gajinya!)

Pentingnya Miliki Asuransi Kesehatan 

Di samping menjaga kesehatan, memiliki asuransi kini pun semakin penting sebagai upaya “sedia payung sebelum hujan”. Terlebih bagi Anda yang sangat produktif dalam berkarier. Dengan asuransi kesehatan, paling tidak Anda memiliki jaminan yang akan memberi berbagai keuntungan.

Artinya, segala biaya yang terkait dengan kesehatan seperti rumah sakit, konsultasi dokter, obat, dan bahkan biaya operasi akan ditanggung perusahaan asuransi. Tentunya disesuaikan juga dengan isi perjanjian yang tertera pada polis asuransi kesehatan pilihan Anda.

Jadi, tidak ada salahnya untuk mulai memproteksi diri dengan mempunyai asuransi kesehatan. Coba cek perbandingan setiap merk asuransi beserta masing-masing preminya di Cekaja.com. Serba online, tak perlu repot keluar rumah saat mengurus pengajuan Anda. Nikmati pula penawaran menariknya, yakni premi setahun hemat dua bulan.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami