Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ini Bahayanya Terlalu Sering Minum Minuman Berenergi Saat Berbuka Puasa

by Ariesta on 13 Juni, 2016

Walau menyegarkan, minuman berenergi dianggap tidak baik dikonsumsi oleh kamu untuk berbuka. Apa sebabnya?

Saat menjalani puasa, kamu pasti pernah mengalami lemas dan merasa tidak bertenaga. Alasannya karena aktivitas dan pekerjaan yang padat, bekerja outdoor, atau kurang istirahat. Di malam hari pun kamu harus tetap terjaga menyelesaikan pekerjaan atau beribadah meskipun sangat mengantuk. Akhirnya mengonsumsi minuman energi pun menjadi pilihan tercepat untuk mengembalikan tenaga.

Studi menunjukkan kandungan yang terdapat dalam minuman berenergi seperti gingseng dan vitamin B, baik untuk tubuh asalkan dalam dosis yang tidak berlebihan. Namun bahan-bahan lainnya memberikan efek buruk bagi tubuh. Risiko penyakit yang diakibatkan dari mengonsumsi minuman berenergi berlebihan antara lain diabetes, keguguran, obesitas, ginjal, dan pengeroposan gigi.

Selain tidak baik dikonsumsi setiap hari, minuman berenergi juga tidak disarankan untuk berbuka puasa. Berikut fakta-fakta menakutkan jika terlalu sering minum minuman berenergi.

Dapat membunuh

Ya, kamu tidak salah baca kok. Dalam laporan Food and Drug Administration Amerika tahun 2012, sejak 2009 terdapat 13 kematian yang diakibatkan meminum minuman berenergi selama lima jam berturut-turut. Sebelum menghembuskan napas terakhir, pasien mengalami 30 gejala mematikan seperti serangan jantung dan kejang-kejang.

Sejak laporan tersebut, terdapat banyak kasus lain yang diakibatkan overdosis minuman berenergi yang dialami anak-anak dan remaja. (Baca juga: 7 Makanan dan Minuman yang Baik Dikonsumsi Saat Puasa)

Mengandung kafein dosis tinggi

Tentu saja minuman berenergi mengandung kafein. Karenanya, kamu bisa merasa mendadak segar dan bertenaga padahal awalnya luar biasa mengantuk. Yang mengkhawatirkan adalah jumlah kafein yang terkandung di dalamnya.

Jika secangkir kopi mengandung 150 miligram kafein, sebotol minuman berenergi dapat mengandung sampai 500 miligram. Karena kafein paling cepat diserap tubuh dalam bentuk solid, perusahaan produksi minuman berenergi menambahkan bahan kimia agar efek kafein bisa bereaksi cepat. Akibatnya kamu akan merasa insomnia, gugup, hingga sakit kepala.

Mengandung terlalu banyak gula

Kalau kamu sedang menjalani diet atau menjalani pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi gula, minum minuman berenergi sangat tidak disarankan. Rata-rata gula yang terkadung dalam sebotol minuman berenergi mencapai 62 gram atau 15 ½ sendok teh gula pasir.

Kadar gula yang sangat tinggi ini membuat minuman bernergi berkalori tinggi. Bahkan jumlah kalori minuman berenergi lebih banyak dari sebotol soda ukuran besar. (Baca juga: 3 Cara Tetap Olahraga di Saat Puasa)

Dapat mengakibatkan ketagihan

Bagi sebagian orang, konsumsi kafein yang dilakukan rutin setiap hari dapat menyebabkan ketagihan. Jika sudah ketagihan, kamu akan mengalami gejala seprti kelelahan atau sakit kepala saat tidak mendapatkan asupan kafein.

Namun karena minuman berenergi mengandung dosis kafein yang amat tinggi, kamu juga berpotensi mengalami gangguan yang meliputi perasaan gugup, gelisah, dan gangguan pencernaan.

Dapat mengakibatkan kerusakan fungsi hati dan ginjal

Jurnal Kardiologi Kanada menerbitkan sebuah studi tentang contoh masalah jantung yang dialami setelah sekelompok remaja mengkonsumsi minuman berenergi. Apa yang para ahli temukan adalah bahwa minuman energi meningkatkan risiko serangan jantung.

Bahaya ini meningkat secara signifikan jika dibarengi olahraga. Penelitian ini menetapkan bahwa minuman energi tidak boleh dikonsumsi sebelum atau setelah olahraga atau oleh orang-orang yang lemah jantung. (Baca juga: Ini Rahasianya Agar Pekerja Lapangan Kuat Berpuasa)

Berbahaya jika dikombinasikan dengan pengobatan

Kamu mungkin telah mengetahui jika minum minuman berenergi dibarengi alkohol sangat berbahaya. Tapi mengonsumsi minuman berenergi dan obat secara bersamaan juga sama berbahaya. Dikhawatirkan bahan-bahan yang terdapat dalam minuman berenergi bereaksi negatif dengan obat, terutama obat-obatan untuk penderita depresi.

Saat berbuka puasa, jangan langsung membebani tubuhmu yang seharian tidak diisi dengan makanan dan minuman dengan minuman berenergi. Sebaliknya perbanyak minum air putih untuk meringankan kerja ginjal. Selamat berpuasa!

 

Tentang Penulis