Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ini Berbagai Jenis Haji dan Biayanya!

by Gito on 7 Agustus, 2018

Setiap tahunnya, jutaan orang memadati Mekah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah yang masuk dalam salah satu kewajiban bagi umat muslim itu disesaki oleh 1,6 juta orang dari luar Arab Saudi pada tahun 2017 lalu.  Seperti para umat muslim ketahui, terdapat berbagai jenis haji. Cek di sini!

biaya haji _ investasi - CekAja.com

Indonesia sendiri sebagai salah satu negara berpenduduk muslim terbesar di dunia merupakan penyumbang terbesar jumlah jamaah haji di setiap tahunnya. Pada tahun ini, diperkirakan sekitar 221 ribu orang jamaah asal Indonesia bakal memadati dua masjid suci yang berada di Arab Saudi tersebut.

Ibadah yang masuk dalam rukun islam ke-5 bagi umat Islam ini sudah menjelma menjadi sebuah industri. Betapa tidak, pada tahun lalu saja berdasarkan data Kamar Dagang Makah, Saudi Arabia meraup pendapatan sekitar 8,5 miliar dolar AS dari musim haji.

Jumlah yang fantastis itu didapatkan dari pengeluaran selama 40 hari untuk perumahan, makanan dan minuman, hadiah dan tagihan telepon jamaah haji yang datang dari luar Arab Saudi. Nah, proses haji itu berbeda dengan umroh atau istilahnya jenis haji kecil.

Didalam proses haji terdapat kegiatan umroh didalamnya, namun didalam umroh tidak ada hal yang mencakup proses haji. Karena itu pula biaya untuk umroh berbeda dengan biaya haji.

(Baca Juga : Ingin Jadi Haji Mabrur yang Cerdas? Pilihlah Tabungan Haji Paling Pas)

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1439 Hijriyah atau 2018, biaya haji regular ditetapkan berdasarkan embarkasi, yakni terendah Rp 31.090.010 di embarkasi Aceh dan tertinggi Rp 38.798.305 untuk embarkasi Lombok.

Data di atas merupakan biaya haji regular yang umumnya diikuti oleh masyarakat Indonesia. Pihak yang menyelenggarakan merupakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU). Namun nada juga jenis haji lain lho, simak yuk!

1. Haji Plus Kuota

Dalam Haji Plus yang menyelenggarakan adalah pihak swasta. Karena bukan pemerintah yang mengadakan tentunya ongkosnya jauh lebih besar dari Haji Reguler, namun kuotanya masuk dalam kuota haji pemerintah.

Nah, mahalnya biaya biasanya mengikuti kenyamanan pelayanan. Jika rata-rata biaya jenis haji regular berada di bawah angka Rp 40 juta, untuk ongkos naik haji (ONH) plus berada di kisaran 8.000 dolar AS hingga 12 ribu dolar AS, atau sekitar Rp 115 juta hingga Rp 173 juta.

ONH tersebut belum memperhitungkan biaya perlengkapan haji jemaah, biaya pembuatan paspor dan dokumen perjalanan lainnya, pengeluaran pribadi, acara di luar program, kelebihan bagasi, biaya vaksin maningitis, dan juga biaya dam atau denda prosesi haji.

(Baca Juga : Karyawan Gaji Rp 8 Juta Mau Umroh Bareng Istri? Begini Trik Mengumpulkan Uangnya)

Disamping itu, dinamakan plus juga karena prosesnya yang lebih cepat. Jika jamaah jenis haji regular menghabiskan 40 hari di Mekah dan Madinah, Jamaah Haji Plus hanya tinggal selama 25 hari.

Waktu tunggu untuk berangkat pun lebih cepat dari jenis haji reguler, yakni sekitar 8 tahun. Namun, kuota haji plus jumlahnya terbatas lho! Jamaah haji plus juga dimanjakan dengan lokasi penginapan yang dekat dengan Masjidil Haram serta beragam faslitas hotel yang lebih banyak dan beragam.

Untuk kebutuhan akomodasi dan juga konsumsi sudah termasuk didalam biaya perjalanan, sedangkan bagi jenis haji regular tidak mengikutsertakan biaya konsumsi.

2. Haji Plus Non Kuota

Ini merupakan program jenis haji yang menggunakan Visa Furoda atau Visa Undangan Kerajaan. Karena sejatinya program Haji Plus juga masuk dalam kuota haji Indonesia.

Visa Furoda sendiri masuk dalam kuota haji untuk negara Arab Saudi dan porsi tersebut dapat dimanfaatkan untuk seluruh calon haji di dunia dengan legal. Namun tetaplah hati–hati, pastikan Anda mendapatkan Visa Furoda jika menggunakan Haji Plus Non Kuota, karena selain visa tersebut biasanya visa lainnya adalah ilegal.

Bagi calon jamaah jenis haji plus furoda tidak perlu mengantri bertahun-tahun lamanya. Calon jamaah haji bisa langsung berangkat menunaikan ibadah haji untuk tahun yang sama calon jamaah mendaftar. Namun, untuk mendapatkan visa haji nonkuota ini tidak mudah, travel umrah dan haji biasanya mengajukan usulan jamaah ke pihak kedutaan terlebih dahulu.

(Baca Juga : Awas Tertipu Travel Haji dan Umroh Bermasalah, Ini Cara Mengantisipasinya!)

Setelah itu Pihak kedutaan menentukan jamaah yang mendapatkan visa, dengan independen, tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun. Itulah mengapa travel yang mengupayakan visa haji nonkuota /haji furoda ini memberikan jaminan uang kembali jika visa tidak disetujui oleh kedutaan Arab Saudi.

Biasanya pelunasan biaya haji nonkuota 2018 /haji furoda ini setelah visa keluar / setelah visa di stampel oleh pihak keduataan.

Biaya yang harus dikeluarkan calon jamaah mulai dari 15 ribu dolar AS. Namun biaya tersebut belum termasuk biaya dam dan suntik vaksin meningitis.

Nah bagi Anda yang ingin melaksanakan proses haji, Anda dapat memilih mau menggunakan Haji regular dengan waktu tunggu hingga 25 tahun, atau haji plus kuota dengan waktu tunggu 8 tahun atau haji plus non kuota yang dapat langsung berangkat di tahun Anda mendaftar.

(Baca Juga : Panduan Belanja untuk Menghemat Biaya Umroh)

Apapun pilihannya, selama itu masuk dalam hal legal tidak ada yang salah. Namun dalam melakukan proses haji memerlukan rupiah yang tidak sedikit. Mulailah buat perencanaan untuk mengembangkan dana Anda.

Reksa dana tampaknya menjadi salah satu plihan yang baik untuk “membudidayakan” dana Anda. Akses CekAja dan temukan produk reksadana dan produk keuangan lainnya yang menarik bagi Anda.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami