Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ini Berbagai Persiapan Indonesia Menyambut Asian Games 2018

by Gito on 24 Juli, 2018

Pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018 siap digelar di Indonesia. Infrastruktur penunjang kegiatannya pun ditargetkan rampung jelang 18 hari Asian Games, yakni di 31 Juli 2018. Jika berjalan lancar, proyek pembangunan senilai Rp3,7 triliun itu bakal menjadi ikon Tanah Air di mata dunia.

asian games 2018 palembang

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim beberapa tempat yang akan dijadikan ajang pertandingan olahraga tingkat Asia sudah rampung dipugar. Bahkan Presiden Joko Widodo ditargetkan dapat meresmikan seluruh infrastruktur Asian Games pada awal Agustus tahun ini.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan di kompleks Gelora Bung Karno, semua sudah selesai termasuk yang terakhir venue squash juga sudah selesai. Cofftea house dan gedung parkir A & B juga sudah selesai.

Secara keseluruhan, infrastruktur Asian Games ke-18 sudah selesai 99% dimana saat ini tengah diselesaikan pembangunan Couldron dengan target selesai 25 Juli 2018 dan penataan trotoar Jalan Sudirman. Basuki sendiri sudah melakukan peninjauan terhadap arena-arena yang akan dijadikan tempat berlaga.

(Baca juga: Akan Ada Terminal Khusus Penerbangan Murah di Bandara Soetta)

Peninjauan dilakukan mulai dari couldron atau bangunan obor api, kemudian cofftea house, gedung parkir, venue squash dan penataan trotoar Jalan Sudirman. Dalam peninjauan Gedung parkir, Basuki meminta agar juga dibuatkan ruang istirahat untuk supir.

Dua gedung parkir tersebut masing-masing memiliki 4 lantai dengan kapasitas total 1.000 kendaraan. Gedung juga dilengkapi dengan solar panel berkapasitas total 1 megawatt.

Di venue squash, juga dilakukan pemeriksaan untuk empat kubikal yang akan menjadi arena pertandingan. Dirinya juga mencoba venue tersebut dengan bermain squash bersama Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga.

(Baca juga: Google Didenda Komisi Eropa Rp72,2 Triliun, Cek Faktanya!)

Perhelatan Asian Games 2018 ini memang bakal menyedot perhatian dunia. Betapa tidak berdasarkan data Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games mencapai 16 ribu orang.

Bahkan jumlah peserta dalam gelaran ini diklaim menjadi peserta terbanyak dalam sejarah Asian Games. Tengok saja jumlah peserta Asian Games 2010 di China yang hanya diikuti oleh 9.704 peserta dan Asian Games Icheon 2014 dimana jumlah pesertanya hanya mencapai 9.501.

Oleh karena itu pemerintah pun menyiapkan beragam cara untuk menampilkan “wajah positif” Indonesia ke Dunia. Berikut beberapa hal yang dilakukan pemerintah untuk Asian Games 2018, YukCek!

(Baca juga: Ini Tahapan Pendaftaran CPNS 2018)

Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL)

Indonesia, khususnya Jakarta memang sudah terkenal karena macet. Nah untuk itu Pemerintah melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) bakal memperluas kebijakan ganjil-genap di jalan arteri DKI Jakarta. Semula, kebijakan ini hanya berlaku di Jl. M.H. Thamrin, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Gatot Subroto.

Namun kini akan diperluas hingga ‎Jl. Benyamin Sueb, Jl. Ahmad Yani, Jl. D.I. Panjaitan, Jl. S. Parman, Jl. Rasuna Said, Jl, MT, Haryono dan Jl Metro Pondok Indah. Kebijakan ganjil genap ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan berlaku setiap hari Senin-Minggu pukul 06.00-21.00 WIB.

Perluasan juga diberlakukan pada kebijakan ganjil genap di Pintu Tol yaitu penambahan di Pintu Tol Tambun dari semula hanya Bekasi Barat dan Bekasi Timur (Jalan Tol Jakarta Cikampek) serta penambahan di Pintu Tol Dawuan dari semula hanya Pintu Tol Cibubur (Jalan Tol Jagorawi).

(Baca juga: INTERVIEW: Mengenal Skor Kredit dan Manfaatnya Bagi Nasabah)

Untuk pengaturan kendaraan pribadi diberlakukan pula kebijakan buka tutup gerbang tol prioritas. Penutupan pintu tol akan dilakukan di gerbang terpadat yang mengalami kecepatan kurang dari 40 km/jam, V/C ratio lebih dari 1, antriannya panjang mencapai 200 meter dan jarak antar gerbang tolnya berdekatan.

Penutupan pintu tol prioritas ini akan diterapkan bervariasi dari pukul 06.00 – 17.00 WIB dan pukul 12.00 – 21.00 setiap harinya. Penutupan pintu tol diprioritaskan untuk rute Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno (GBK), Velodrome Rawamangun, dan Cibubur.

Termasuk pula dalam kebijakan ini adalah penyediaan lajur khusus di jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus. Lebih dari 100 km panjang jalan tol di Lajur 1 akan didedikasikan menjadi lajur khusus mobilitas kendaraan atlet dan angkutan bus.

Ruas tol yang akan diberlakukan LKAU ini meliputi ruas Tol Dalam Kota (21,6 km), ruas Tol Pelabuhan (25,8 km), ruas Tol Wiyoto Wiyono (26,2 km) dan ruas Tol Jagorawi (26,8 km), yang akan dilengkapi marka dan rambu.

(Baca juga: Cek! 5 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik)

Penyediaan Angkutan Umum

Karena meluasnya kebijakan ganjil genap, maka pemerintah menganjurkan masyarakat beralih menggunakan transportasi umum. Nah, untuk mengakomodasi peralihan itu, pemerintah menambah armada bus TransJakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata).

‎Pembatasan Lalu Lintas Angkutan Barang

Selain perluasan kebijakan ganjil genap pada mobil pribadi, BPTJ juga memperluas cakupan pembatasan lalu lintas angkutan barang golongan III, IV dan V pada ruas tol tertentu.

Perlu Anda ketahui, saat ini telah berlaku pembatasan lalu lintas angkutan barang pada ruas tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan di mana kendaraan angkutan barang tidak boleh melintas pada ruas tol tersebut diluar pukul 22.00 05.00 WIB.

Nah selama masa penyelenggaraan Asian Games, pembatasan lalu lintas angkutan barang akan diperluas ke ruas Tol Cawang Tj. Priok, ruas Tol Pelabuhan, ruas Tol Cawang TMII dan ruas Tol Cawang Cikunir.

(Baca juga: Ini 10 Maskapai Terbaik di Dunia, Ada Garuda Indonesia Loh!)

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit