Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ini Cara Aneh Orang-orang Kaya di Dunia Menghabiskan Uang

by Ariesta on 20 Maret, 2016

kebiasaan orang kaya _ investasi - CekAja.com

Meski Bill Gates, Warren Buffet, dan Mark Zuckerbeg yang didaulat dalam jajaran orang kaya di dunia memilih hidup dalam kesederhanaan, banyak orang kaya (yang tidak sekaya mereka) sangat senang menonjolkan kemewahan.

Pesawat pribadi, koki pribadi, mansion pribadi, adalah segelintir fasilitas yang  mereka tonjolkan karena punya banyak uang. Kalau Bill Gate dan Mark Zuckerberg terkenal dermawan karena suka menyumbangkan kekayaannya, orang-orang kaya berikut ini punya banyak cara untuk menghabiskan uang mereka.

Membangun replika istana Versailles

versailles

Membangun rumah adalah hal biasa. Tapi membangun rumah terbesar di Amerika? Apalagi jika rumah tersebut dibuat sebagao replika istana Versailles di Prancis, yang melakukannya pastilah orang berduit. Adalah Jackie dan David Siegel, pasangan pebisnis dan mantan model dari Amerika sebagai pemilik istana Versailles versi Amerika. Bahkan, proses pembangunan sampai kehidupan mereka di istana dibadikan dalam sebuah film dokumenter berjudul The Queen of Versailles.

(Baca juga: Daftar Keluarga Konglomerat yang Akhirnya Jatuh Bangkrut)

Membeli sebuah kota

Ave Maria

Jika kamu pemilik  kerajaan bisnis pizza dengan cabang yang terdapat di seluruh dunia dan kebetulan kamu tidak suka dengan kota tempatmu tinggal, apa yang akan kamu lakukan? Mungkin kamu akan menjawab pindah ke kota yang nyaman dan mendirikan sebuah mansion di sana. Tapi tidak demikian dengan Tom  Monaghan, founder dari  Domino’s Pizza.

Dia membeli berhektar-hektar tanah di Florida, lalu mendirikan Ave Maria, sebuah komunitas Katolik yang terencana. Monaghan yang menghabiskan masa kecilnya di panti asuhan awalnya ingin membuka Ave Maria di Michigan, namun rencana ini beralih ke Florida. Monaghan mengungkap, orang-orang di kota kecil ciptaannya ini memiliki visi yang sama seperti layaknya sebuah komunitas.

Mendirikan universitas

kampus

Banyak universitas yang didirikan berdasarkan nama keluarga bangsawan atau orang kaya pada masanya. Sebut saja Vanderbilt University,  Carnegie Mellon University, dan Drexel University, semuanya universitas swasta milik keluarga. Hingga kini, mendirikan insitusi pendidikan masih menjadi cara untuk menunjukkan kekayaan di kalangan elite.

Contoh yang paling baru adalah Trump University yang didirikan oelh Donald Trump. Tapi lucunya, Trump University bukanlah universitas dalam arti sebenarnya, melainkan sebuah workshop berongkos mahal. Murid-murid diharuskan membayar ratusan ribu dollar untuk tiga hari kursus dan tambahan US$35.000 untuk mentoring lanjutan. Materi yang dibawakan seputar motivasi dan tips bisnis.

Para murid berharap jika Trumplah yang mengajar langsung. Tapi kenyataannya, Trump hanyalah sebuah standee banner di mana para peserta bisa berfoto bersama duplikat Trump tersebut. Akibatnya, Donald Trump digugat US$40 juta karena dianggap menipu karena mengatasnamakan universitas tanpa izin yang jelas.

Membuat ‘istana terbang’

jet kerajaan arab

Keluarga kerajaan Saudi terkenal kaya raya. Dan sebanyak apa kekayaan mereka bisa kamju lihat melalui ‘istana terbang’ yang dibeli semahal US$500 juta. Istana terbang tersebut aslinya berupa pesawat Airbus A380 yang interiornya disulap seperti istana. Dan bukan anggota kerajaan namanya jika di dalamnya tidak menggunakan perabotan berbahan emas.

Namun ada satu yang kurang dari ‘istana terbang’ tersebut. Para teknisi menolak permintaan untuk membuat kolam renang pribadi di dalamnya. Ya jelas saja, kalau pesawat terbang miring, air kolam malah tumpah ke mana-mana.

Membangun gedung pencakar langit sebagai tempat tinggal

ambani

Jika kamu tinggal di sebuah kota kumuh, bagaimana anti mainstream untuk menunjukkan kalau kamu orang paling kaya di derah tersebut? Bagaimana jika membangun sebuah gedung pecakar langit sebagai tempat tinggal? Inilah yang dilakukan seorang miliarder asal India.

Mukesh Ambani membangun sebuah rumah paling mahal di dunia dengan biaya US$ 1 miliar beberapa tahun lalu. Gedung pencakar langit merangkap tempat tinggal tersebut dibangun setinggi 550 kaki, memiliki luas 400.000 meter persegi, terdiri dari enam lantai parkir, 11 lift, dan tiga helipad. Wah, terbayang berapa banyak asisten rumah tangga untuk mengurus ‘rumah’ pencakar langit milik Ambani?

(Baca juga: Fakta dan Mitos Kerajaan Bisnis Donald Trump)

Mencalonkan diri

trump_flicker_face_yess

Tahta adalah hal kedua yang dikejar setelah orang-orang kaya ini berlimpah harta. Bukan rahasia lagi kalau uang bisa membeli kekuasaan. Kalau kita lihat di dalam negeri, banyak pengusaha yang mempromosikan diri habis-habisan untuk merebut kursi politik/pemerintahan. Padahal, modal mencalonkan diri tidaklah murah. Mulai dari mengumpulkan massa, mencetak brosur, iklan di media massa, sampai membuat merchandise, membutuhkan uang banyak.

Tak heran  di Indonesia banyak caleg stres yang akhirnya masuk rumah sakit jiwa ketika tidak terpilih. Ini karena mereka terlanjur mengeluarkan banyak modal. Tapi bagi orang sekaya Donald Trump tentu tidak merasa terlalu rugi jika nantinya gagal meraih tampuk presiden Amerika.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami