Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

5 menit waktu bacaan

Ini Dia Para Kartini Muda Zaman Now yang Bisa Jadi Inspirasi Kamu!

by Tisyrin N. T on 22 April, 2019

Bulan April adalah bulan kelahiran salah satu pahlawan nasional, Kartini. Kartini terlahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879. Di usia yang sangat belia, Kartini mampu menorehkan jasa yang luar biasa sehingga namanya dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita.

wanita sehat_asuransi kesehatan - CekAja.com

Di era zaman now, kamu juga bisa lho berjuang di bidang keahlianmu masing-masing dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Gak sedikit para perempuan zaman now yang masih berusia muda tetapi mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Contohnya saja, para Kartini muda Indonesia yang bisa masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2019 yang dirilis belum lama ini.

Mereka adalah Amanda Cole, Denica Flesch, Windy Natriavi, Aries Susanti, Gitta Amelia, Tiffany Robyn Soetikno, Ellen Nio serta Sabrina dan Elena Bensawan. Selain mereka, ada juga para pria muda Indonesia yang masuk daftar tersebut yaitu James Prananto (Cofounder Kopi Kenangan), Angky William (Cofounder Stoqo), Aruna Harsa (Cofounder Dekoruma), Haryanto Tanjo (Cofounder Moka), Steven Wongsoredjo (Cofounder Nusantara Technology), Benz Budiman (Cofounder Pomona Technologies), para Cofounder Payfazz, para Cofounder StickEarn, dan para Cofounder Warung Pintar.

Nah, kalau para Kartini muda di daftar tersebut, apa yang mereka lakukan sehingga patut jadi inspirasi bagi kita semua?

Amanda Cole

Pernah terbayang gak di benakmu ketika sedang menyantap makanan, bagaimana perjalanan panjang bahan makanan yang kamu santap hingga bisa terhidang di hadapanmu? Terbayang gak para petani yang seringkali mendapatkan penghasilan tak sepadan dibanding jerih payahnya?

Nah, seorang perempuan muda bernama Amanda Cole rela keluar dari pekerjaan kantorannya demi mengejar passion di bidang pertanian. Perempuan berusia 28 tahun ini kini telah dikenal sebagai founder Sayurbox, sebuah platform untuk mendistribusikan produk-produk segar hasil pertanian. Dia berupaya membantu para petani mendapatkan untung yang maksimal.

Sayurbox telah bermitra dengan 300 petani, melayani 50.000 pelanggan dan melakukan setidaknya 1.000 pengiriman per hari. Apa kamu termasuk pelanggannya? Oh ya, Sayurbox juga memenangkan Seedstars Jakarta startup competition lho, dan menerima lebih dari USD2 juta pendanaan.

(Baca juga: 5 Produk Finansial Terkece untuk Perempuan)
Denica Flesch

Jika Amanda memikirkan nasib para petani, lain lagi dengan Denica Flesch. Perempuan berusia 29 tahun ini memikirkan nasib para perajin kain tradisional. Denica adalah founder SukkhaCitta, sebuah social enterprise yang bertujuan mendukung para perajin kain tradisional seperti batik dan ikat.

Denica menginginkan agar para perajin mendapatkan bayaran setimpal dari pekerjaan mereka. Bisnisnya mendukung para perajin di Jawa, Flores, hingga Kalimantan. Sebelum mendirikan SukkhaCitta, dia adalah konsultan di the social development program The World Bank.

Nah, sudahkah kamu punya pemikiran seperti Denica? Peduli pada nasib orang banyak untuk mendapatkan penghasilan yang lebih layak?

Aries Susanti

Bukan hanya menjadi pengusaha sukses, mengukir prestasi membanggakan di usia muda juga bisa ditempuh dengan cara lain. Aries Susanti misalnya, yang berhasil mengukir prestasi di bidang panjat tebing. Dia adalah salah satu atlet kebanggaan Indonesia.

Belum lama ini, perempuan berusia 24 tahun tersebut memenangkan medali emas di ajang Asian Games 2018. Sebelumnya, dia adalah juara dunia pada IFSC Climbing World Cup di 2017 and 2018. Tak heran kalau dia punya julukan spiderwoman.

Kalau kamu menyenangi bidang olahraga tertentu, mumpung masih muda, tekuni saja. Siapa tahu, bisa jadi jalanmu untuk mengukir prestasi!

Ellen Nio

Ellen Nio yang berusia 29 tahun adalah seorang Invesment Associate di Patamar Capital, dengan dana bantuan hampir USD40 juta. Dia memelopori inisiatif perusahaan untuk berinvestasi pada startup yang dipimpin perempuan di Indonesia dan Filipina.

Dia juga mempimpin SheVC Indonesia, platform yang memberikan ruang percakapan dan mentoring bagi calon venture capital perempuan. Sebelumnya, Ellen punya pengalaman terlibat di Jakarta Smart City.

(Baca juga: Melawan Pelecehan dan Kekerasan Seksual di Hari Perempuan)

Gitta Amelia

Setelah lulus dari Wharton School di University of Pennsylvania pada tahun 2017, Gitta Amelia memulai EverHaus. Perusahaan modal ventura yang punya modal awal USD5 juta yang fokus pada Indonesia.

Di tahun 2018, EverHaus diberi peringkat oleh Crunchbase sebagai perusahaan tahap benih paling aktif menurut hitungan kesepakatan di Indonesia. Perusahaan Gitta kini telah mengumpulkan pendanaan kedua sebesar USD30 juta.

Sebelumnya, Gitta pernah mengembangkan Think Nusantara, sebuah publikasi online untuk anak muda Indonesia untuk memperdebatkan perkembangan holistik negara ini.

Sabrina dan Elena Bensawan

Usia keduanya masih sangat muda lho. Sabrina Bensawan berusia 20 tahun, sementara Elena Bensawan 18 tahun. Keduanya bersaudara dan punya jiwa sosial tinggi. Mereka mendirikan Saab Shares. Saab Shares menyediakan akomodasi, pendidikan serta akses ke layanan kesehatan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

Saab Shares adalah pengembangan dari inisiatif Sabrina dan saudaranya sebelumnya untuk mendukung anak yatim dan tunawisma. Wah, patut diacungi jempol ya mereka!

Windy Natriavi

Setelah beberapa tahun bekerja di Go-Jek dan McKinsey, Windy Natriavi mengembangkan bisnis di bidang fintech. Dia adalah cofounder Awantunai, startup fintech yang menyediakan modal untuk pedagang mikro dan pinjaman untuk mereka yang tak tersentuh bank.

AwanTunai adalah anggota PayPal Singapore incubator program. AwanTunai telah memroses 300.000 permohonan pinjaman dan membantu modal bagi 3.000 pedagang mikro. Baru-baru ini, AwanTunai memperoleh pendanaan Series A senilai USD4,3 juta dari Insignia Ventures Partners dan investor lainnya.

(Baca juga: Alasan Mengapa Evolusi Robot Lebih Berbahaya untuk Pekerja Perempuan)
Tiffany Robyn Soetikno

Kesehatan adalah hal penting yang tidak bisa diabaikan. Jika ingin hidup berkualitas, maka pedulilah pada kesehatanmu. Nah, di jaman sekarang, informasi dan aplikasi kesehatan sangat mudah didapatkan. Salah satu sosok yang turut berperan menghadirkan layanan kesehatan online adalah Tiffany Robyn Soetikno.

Perempuan berusia 25 tahun ini adalah founder PT Global Urban Esensial atau GUE, yang merupakan startup bidang kesehatan digital. GUE menyajikan aplikasi parenting, aplikasi manajemen diabetes, hingga marketplace layanan kesehatan.

Kamu butuh dana untuk mengembangkan bisnis? Cek aneka pilihan kredit di CekAja.com!

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.