Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Ini Empat Alasan Mengapa Kamu Butuh Liburan!

by Miftahul Khoer on 5 Desember, 2019

Sudah akhir tahun begini, mungkin jatah cuti kamu yang tersisa di kantor sudah sangat sedikit. Namun, masih lebih baik dihabiskan untuk liburan apalagi kalau kantor kamu bekerja tidak ada kompensasi apabila jatah cuti tidak digunakan.

Liburan Hemat Air Miles - CekAja

Ternyata sudah ada loh penelitian yang menyebutkan berapa lama idealnya liburan, dan itu ternyata delapan hari. Berdasarkan penelitian di Irlandia, delapan hari adalah waktu yang paling ideal untuk kamu bersantai menikmati alam sambil melupakan rutinitas. Ditambah lagi gagasan tersebut juga diamini oleh para pakar.

1. Minggu Ketemu Minggu

Delapan hari adalah waktu yang cukup untuk membongkar, menyelesaikan, dan beristirahat dari rutinitas. Lebih lama dari itu, justru membuat liburan menjadi kurang menggairahkan. Hal ini malah akan membuat kamu sulit menyesuaikan diri kembali dengan rutinitas setelah liburan usai.

Menuru pakar personalia, seorang pekerja bisa pulang cepat pada hari Jumat, atau setidaknya on time.  Lalu libur Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Delapan hari paling masuk akal, karena dengan begitu, seseorang tidak terburu-buru di hari pertama sampai di tempat liburan dan tidak perlu buru-buru berkemas pada Minggu, sementara Senin sudah harus kembali bekerja.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan mengambil cuti yang panjang. Sayangnya, tidak banyak perusahaan yang dengan mudah memberikan cuti panjang kepada pegawainya.

2. Berapa Kali Liburan Panjang dalam Setahun?

Banyak orang bahkan ingin bisa liburan setiap bulan. Sayangnya, selain cuti, dana adalah masalah terbesar, apalagi kalau sudah memiliki keluarga.

Oleh karena itulah, urusan tabungan berada di urutan teratas sebelum jatah cuti yang harus dipersiapkan. Idealnya dalam setahun, dengan dana yang tersedia, seseorang bisa melakukan dua kali liburan panjang dengan tujuan yang semakin jauh. Ditambah lagi, dua atau tiga liburan singkat yang bisa diisi dengan weekend gateaway atau sekadar staycation.

(Baca juga: Liburan dengan Paylater, Yay or Nay?)

Saat ini liburan singkat di akhir pekan sangat menjamur, meski terkadang hanya seolah-olah memindahkan tempat tidur dengan orang-orang terkasih. Meski begitu, hal tersebut juga sangat lumrah, apalagi bagi kamu yang sudah bekerja keras, maka agenda liburan pun harus sangat menyenangkan.

3. Dampak Kurang Liburan

Sebuah penelitian dari Psychosomatic Medicine di Amerika Serikat, menyatakan bahwa setidaknya seseorang harus berlibur minimum sekali dalam setahun. Jika tidak, risiko terkena serangan jantung akan lebih tinggi.

Selain itu, depresi juga sangat mungkin menyerang mereka yang kurang liburan. Studi mengungkapkan orang yang bekerja setidaknya selama 11 jam dalam sehari berisiko menderita sejumlah episode depresi, yang beratnya tiga kali lipat dibandingkan mereka yang hanya bekerja tujuh hingga delapan jam sehari.

Tentu kamu tidak ingin produktivitas menurun atau bahkan tutup usia hanya karena alasan konyol kurangnya masa bersenang-senang alias liburan bukan?

4. Sisihkan Dana

Kalau kamu sudah menentukan berapa banyak liburan yang akan kamu lakukan dalam setahun, jangan lupa untuk memastikan dananya tersedia. Oleh karena itu, jangan lupa juga untuk menghitung total dana yang kamu butuhkan.

Mulai dari tiket pesawat, penginapan, makan, tiket masuk objek wisata, dan biaya lainnya. Semua biaya liburan ini harus dihitung sejak awal perencanaan agar kamu tahu, apakah budget liburan realistis sesuai dengan kondisi keuangan.

Kamu bisa mencari referensi harga dari beberapa situs di Internet. Kalau budget total sudah ditentukan, nominal tersebut harus menjadi tujuan dalam menabung beberapa bulan ke depan.

(Baca juga: 10 Destinasi Liburan Akhir Tahun Terpopuler 2019, Let’s Go!)

Selanjutnya kamu wajib menabung, kalau kamu tipikal yang gatal melihat uang nganggur, kamu bisa menabung dengan sistem autodebet. Namun harus diingat, jangan memaksakan diri dengan membiarkan dana ter-autodebet terlalu banyak dan membuat kehidupan hingga akhir bulan jadi tidak karuan. Biasanya autodebet pada bulan pertama menjadi yang tersulit.

Kamu juga harus rajin mencari tiket promo, apalagi dengan tiket pesawat yang saat ini membumbung tinggi, pastikan kamu berangkat di saat yang tepat. Dengan perencanaan yang matang dan sudah jauh-jauh hari kamu bisa mencari tiket promo untuk liburan. Termasuk juga hotel dan tiket wisata, saat ini sudah sangat banyak aplikasi yang menjual beragam tiket promo untuk liburan.

Nah, semua liburan ini tidak akan bisa terlaksana kalau kamu tetap hidup dengan gaya yang selangit. Apalagi, kalau liburan ini mengajak keluarga, pastikan seluruh keluarga juga memotong pola hidup konsumtifnya ya.

Tidak ada salahnya juga mempertimbangkan untuk menggunakan kartu kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, untuk memesan hotel dan tiket pesawat demi mendapatkan tarif promo yang murah. Dengan mendapatkan harga yang lebih murah pada dua komponen tersebut, niscaya kamu bisa menghemat biaya liburan bukan?

Cari, bandingkan, dan ajukan kartu kredit BRI sesuai kebutuhan kamu lewat CekAja.com sekarang juga!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.