Panduan Cara Membeli Kacamata Dengan BPJS Kesehatan

8 min. membaca Oleh Maria Nofianti on

Ketika saya masih kanak-kanak dan duduk di bangku sekolah, saya diberi tugas di sekolah untuk menulis laporan tentang Peregrine Falcon. Satu fakta menarik tentang burung ini adalah bahwa ia cukup cepat. Ketika burung melihat mangsa (kadang-kadang dari jarak lebih dari satu mil), ia bahkan dapat masuk ke dalam penyelaman dari ketinggian, mencapai kecepatan lebih dari 200 mph, dan menangkap mangsanya. Jadi Peregrine sebagai salah satu jenis hewan yang cepat ini dilengkapi dengan mata yang baik, dan kelangsungan hidup mereka sangat bergantung pada penglihatan yang baik. Burung-burung ini mungkin tidak membutuhkan lensa korektif, seperti kacamata dan kontak lensa yang kini sangat diandalkan manusia di lingkungan modern. Ini menimbulkan pertanyaan yang agak menarik: Mengapa begitu banyak manusia memakai kacamata?

cara membeli kacamata dengan bpjs kesehatan

Apa yang saya maksudkan dalam kasus ini bukanlah degradasi visi secara umum seiring bertambahnya usia, kemampuan melihat akan menurun. Karena seiring bertambahnya usia organisme, semua sistem biologis mereka akan rusak dan gagal dengan kualitas yang menurun, dan mata jelas tidak terkecuali dalam hal ini. Yang terpenting, semua sistem ini akan rusak, lebih atau kurang, pada saat bersamaan. Misteri yang ditimbulkan oleh penglihatan manusia yang sering buruk sangat berbeda, karena penglihatan yang buruk dapat berkembang di awal kehidupan saat seseorang masih muda, seringnya bahkan sebelum pubertas. Ketika Anda mengamati perkembangan maladaptif yang jelas di awal kehidupan seperti itu, itu membutuhkan jenis penjelasan lain.

Jenis rabun pada manusia

Jadi, apa yang mungkin menjelaskan mengapa ketajaman visual manusia tampak begitu dini di awal kehidupan, hingga lebih dari 20 persen remaja menggunakan kacamata. Secara umum ada empat kondisi yang biasanya menyebabkan orang perlu kacamata untuk melihat dengan jelas. Mereka adalah miopia, hiperopia, astigmatisme, dan presbiopia. Semua kondisi ini merupakan jenis kesalahan bias dan tidak patologis. Miopia adalah nama lain untuk “rabun jauh”. Orang yang rabun jauh mengalami kesulitan melihat jauh, misalnya melihat rambu-rambu jalan raya saat mengemudi. Mereka umumnya tidak kesulitan melihat dari dekat untuk hal-hal seperti membaca atau menjahit.

Mata dengan miopia atau hiperopia terlalu panjang atau terlalu pendek untuk memfokuskan cahaya langsung ke retina. Gejala miopia termasuk mata lelah atau menyipit ketika mencoba untuk fokus pada sesuatu yang jauh. Ini terjadi karena mata mereka lebih panjang dari biasanya yang menyebabkan gambar difokuskan di depan retina, bukan langsung di atasnya. Miopia biasanya dimulai pada masa kanak-kanak dan berkembang hingga mata berhenti tumbuh. Dalam beberapa kasus terus memburuk hingga dewasa. Miopia cenderung berjalan dalam keluarga dan dirawat dengan kacamata, lensa kontak, atau operasi laser seperti lasik.

Sedangkan Hyperopia adalah nama lain untuk rabun jauh. Orang yang rabun jauh memiliki lebih banyak kesulitan melihat hal-hal dari dekat daripada jauh. Gejala rabun dekat termasuk sakit kepala atau kelelahan mata saat melakukan tugas dekat seperti membaca atau menjahit. Hiperopia terjadi ketika mata lebih pendek dari biasanya, menyebabkan cahaya menjadi fokus di belakang retina, bukan langsung di atasnya. Sebagian besar anak terlahir rabun jauh, tetapi beberapa tumbuh lebih besar saat mata mereka memanjang secara alami selama perkembangan. Kacamata, lensa kontak, dan operasi mata semuanya merupakan perawatan untuk rabun dekat. Jika sebuah resep memiliki “plus” di depannya (+1.50) ini menunjukkan bahwa itu untuk rabun dekat.

Dalam kondisi yang memang sudah mengharuskan seseorang menggunakan kacamata alat bantu penglihatan ini memang wajib dimiliki, agar aktivitas bisa kembali dijalankan dengan normal. Namun ternyata tak semua orang bisa membeli kacamata terbaiknya, atau mungkin kacamata semakin hari harganya semakin mahal?

(Baca Juga: Ciri-Ciri Mata Minus)

Nah disinilah manfaat asuransi digunakan. Asuransi kesehatan memiliki fungsi untuk melindungi pemilik polis dari masalah-masalah kesehatan. Demikian juga dengan BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan sebagai yang mengadakan pelayanan jaminan kesehatan masyarakat juga berupaya penuh dalam melayani dengan baik dan lengkap untuk pesertanya. Dalam prosesnya pelayanan yang dimudahkan ini akan lebih bisa membuka akses masyarakat ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah ada.

Selain mengcover biaya-biaya pengobatan suatu penyakit atau tindakan medis, BPJS Kesehatan juga mengcover pembelian kacamata loh. Jadi bagi peserta yang memiliki masalah kesehatan mata dan harus memakai kacamata maka bisa menggunakan BPJS Kesehatannya. BPJS Kesehatan akan memberikan subsidi bagi peserta yang membutuhkan kacamata. Layanan subsidi ini tentu ada ketentuan dan kebijakannya. Dalam tulisan ini kita juga akan memberikan informasi mengenai cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan yang mungkin masih banyak yang belum tahu.

Sebelum membahas mengenai cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan ada baiknya kita tahu dulu macam gangguan penglihatan yang bisa menyebabkan kita memakai kacamata. Gangguan kesehatan pada mata ini ternyata menjadi gangguan yang banyak terjadi pada masyarakat. Diantara teman atau saudara kita pasti sudah banyak yang memakai kacamata kan? Nah apa saja sih gangguan penglihatan itu? Simak dibawah ini.

Miopi (rabun jauh)

Ini adalah gangguan penglihatan yang sangat banyak terjadi pada masyarakat. Umumnya mereka menyebutnya dengan mata minus. Miopi ini adalah kelainan dari refraksi mata yang menyebabkan kaburnya penglihatan kita akan benda-benda yang jauh. Saat ini ada banyak anak-anak maupun orang dewasa yang mengalami miopi atau rabun jauh. Ketidakmampuan kita untuk melihat benda-benda di jarak yang jauh kadang membuat gejala-gejala tertentu seperti sering sakit kepala, mata yang kelelahan, sering memicingkan mata untuk melihat benda yang jauh, sering berkedip, sering mengucek mata.

Penyebab dari miopi ini sering disebutkan karena bola mata yang lebih panjang dari normal sehingga saat memfokuskan cahaya ke retina malah gagal. Beberapa faktor dipercayai meningkatkan keadaan ini misalnya karena genetic, kurang sinar matahari, kurang vitamin D atau kebiasaan saat membaca atau menonton tv yang terlalu dekat. Penderita miopi ini bisa dibantu dengan menggunakan kacamata minus.

Hipermetropi (rabun dekat)

Gangguan penglihatan ini kebalikan dengan miopi. Jika miopi tidak mampu untuk melihat benda yang jauh maka hipermetropi tidak mampu melihat benda dekat. Mereka bisa melihat benda-benda yang jauh dengan jelas. Hipermetropi ini tidak sama loh dengan presbiopi meskipun sama-sama susah melihat benda yang dekat. Pada hipermetropi biasanya terjadi karena bentuk lensa mata tidak normal sedangkan presbiopi karena kakunya otot-otot di sekeliling lensa akibat penuaan. Penderita hipermetropi dan presbiopi bisa dibantu penglihatannya dengan memakai kacamata setelah pemeriksaan ketajaman penglihatan untuk menentukan lensa kacamata yang harus dipakai.

Astigmatisme

Selain rabun jauh dan rabun dekat, gangguan mata lainnya adalah astigmatisme. Ini adalah kelainan pada kelengkungan kornea mata. Penderitanya memiliki pandangan yang tidak jelas baik itu untuk jarak dekat maupun jarak jauh. Sering juga disebut mata silinder. Gejala yang identik dengan mata silinder adalah penderita tidak bisa melihat garis lurus karena distorsi penglihatannya. Jadi jika kamu merasa sulit menentukan apakah itu garis lurus atau sedikit miring coba segera periksakan ke dokter ya. Sama seperti dua gangguan mata lainnya, penderita mata silinder bisa dibantu dengan kacamata.

(Baca Juga: Asuransi Selebriti Paling Mahal di Dunia)

Nah jika kamu merasa memiliki salah satu dari tiga gangguan mata diatas dan ternyata harus memakai kacamata jangan khawatir karena BPJS akan membantu subsidi kacamatanya. Agar pembelian kacamata kita bisa di cover oleh BPJS Kesehatan maka kita harus melihat 3 syarat pentingnya yaitu:

  • Harga kacamata

Karena layanan yang diberikan kepada peserta yang membutuhkan kacamata ini berupa subsidi maka besar kecilnya jumlah dana yang diberikan tentu akan disesuaikan dengan ketentuan besaran subsidi yang telah ditentukan. Jumlah dana subsidi ini ditentukan sesuai dengan kelas keanggotaan peserta di BPJS Kesehatan. Untuk perlu diketahui dalam BPJS Kesehatan ada 3 kelas yang memiliki iuran dan jaminan yang berbeda pula. Mereka adalah kelas I, kelas II, dan kelas III. Yang paling murah adalah yang kelas III. Jadi besarnya dana subsidi ini untuk masing-masing kelas antara lain:

  • Kelas I : Rp300.000
  • Kelas II : Rp200.000
  • Kelas III : Rp150.000
  • Waktu pembelian kacamata

Pembelian kacamata dengan BPJS Kesehatan memang sudah diatur termasuk kapan kita bisa membeli kacamata dengan BPJS ini. Karena BPJS Kesehatan sudah menentukan waktu untuk pembelian kacamata maka kita tidak bisa membeli kacamata kapanpun kita mau. Ketentuan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan tentang waktu pembelian ini yaitu hanya sekali dalam 2 tahun. Jadi kita tidak bisa membeli kacamata tiap tahunnya loh. Jika terpaksanya kita harus membeli kacamata lebih dari sekali dalam 2 tahun maka itu tidak akan dibantu oleh BPJS kesehatan. Jadi rawat dan simpan dengan hati-hati kacamata kita ya.

  • Ukuran lensa

Setiap kacamata pasti memiliki ukuran lensa yang harus dipakai. Itu juga diatur dalam ketentuan BPJS Kesehatan. Makanya kita harus perhatikan dengan benar ukuran lensa kita. Ukuran lensa yang bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan adalah:

  • Lensa spheris min 0,5 dioptri
  • Lensa silindris min 0,25 dioptri

Cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan

Untuk membeli kacamata yang akan ditanggung oleh BPJS tentu ada prosedur yang harus dipatuhi. Melalui prosedur yang tepat maka kita bisa lebih mudah mendapatkan jaminan pembelian kacamata ini. berikut ini adalah cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan yang harus ditempuh:

1. Datang ke Fasilitas Kesehatan Pertama

Setiap kita akan menggunakan layanan BPJS pasti kita akan lebih dulu untuk datang ke fasilitas kesehatan pertama seperti Puskesmas atau Klinik yang sudah ditunjuk oleh BPJS Kesehatan. Begitu pula jika kita akan membeli kacamata loh. Di faskes 1 ini kita harus mengambil surat rujukan untuk ke dokter spesialis mata atau ke poliklinik mata.

2. Datangi dokter spesialis mata atas rujukan

Setelah mendapatkan surat rujukan dari faskes 1 kita selanjutnya mendatangi dokter spesialis mata yang ditunjuk untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu kita akan diberikan resep untuk membeli kacamata yang harus kita pakai.

3. Legalisir resep dokter

Setelah mendapat resep untuk membeli kacamata jangan lupa untuk legalisir ya. Kita bisa pergi ke loket BPJS untuk meminta cap petugas disana. Dengan begini resep yang dituliskan bisa dipakai untuk membeli kacamata.

4. Datang ke optik terdekat

Langkah selanjutnya tentu pergi ke optik terdekat yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Dengan menunjukan resep yang sudah dilegalisir tadi maka kacamata yang kita butuhkan bisa segera disiapkan. Dan jangan lupa untuk selalu membawa fotokopi KTP serta kartu BPJS Kesehatan kita ya karena dua hal ini biasanya ditanyakan saat akan membeli kacamata.

Nah itu dia cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan yang mungkin belum banyak orang yang tahu. Memanfaatkan dengan maksimal layanan BPJS Kesehatan tentu harus sesuai dengan prosedurnya. Jadi patuhi semua prosedur yang sudah ditentukan agar lebih mudah dalam mengurus pelayanan jaminan kesehatan. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu yang sedang bingung cara membeli kacamata dengan BPJS Kesehatan.

Tentang kami

Maria Nofianti

Maria Nofianti