Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ini Penyebab Kecelakaan Transportasi Fatal di Indonesia Sepanjang 2015

by Surtan Siahaan on 17 Desember, 2015

Masih segar dalam ingatan kita peristiwa memilukan yang menimpa Pesawat AirAsia QZ8501 Di akhir tahun 2014 lalu. pesawat dengan tujuan Surabaya-Singapura tersebut jatuh di Laut Jawa setelah diduga menabrak awan cumulonimbus raksasa.

Akibatnya 155 orang penumpang dan 7 crew dipastikan tewas. Meski terjadi tingkat penurunan korban jiwa, kecelakaan fatal masih terus berulang di tahun 2015. Tidak hanya dari transportasi udara, sejumlah moda transportasi lain seperti kereta dan bus tak terhindar dari kecelakaan.

Agar kita bisa belajar dari kesalahan, ada baiknya mengingat kembali sejumlah kecelakaan maut sepanjang 2015 beserta penyebab yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Berikut ini ulasannya:

Pesawat hercules jatuh di medan

Kejadian tragis dialami satuan TNI Angkatan Udara pada Juli 2015. Sebuah pesawat Hercules yang ditumpangi sedikitnya 141 orang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan. Pesawat nahas tersebut pun menimpa sebuah ruko dan menghancurkan beberapa rumah di ujung landasan.

Kejadian ini menjadi tragedi transportasi udara terburuk di tahun 2015. Menurut pernyataan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna, seperti dikutip dari CNN Indonesia, kecelakaan Hercules disebabkan oleh matinya salah satu mesin pesawat. Pesawat pun kehilangan tenaga saat lepas landas sebelum akhirnya jatuh.

(Baca juga: Risiko yang Dijamin dalam Asuransi Kecelakaan Diri)

Trigana menabrak gunung di papua

Saat masyarakat masih mengikuti perkembangan kecelakaan yang dialami pesawat Hercules di Medan, sebuah pesawat ATR 42-300 yang dioperasikan Trigana Air jatuh di Papua. Padahal, pesawat yang berencana mendarat di bandara Oksibil ini sudah nyaris tiba di lokasi tujuan.

Pesawat pabrikan ATR bertipe 42-300 itu diperkirakan hilang kontak visual terhadap gunung di sekitarnya setelah masuk ke dalam awan. Pesawat yang ditumpangi 44 orang dewasa, tiga anak, dua balita dan lima orang kru akhirnya menabrak gunung hingga hancur berkeping keping.

Pesawat Aviastar hilang di sulawesi

Masih dari transportsi udara, sebuah pesawat perintis Aviastar DHC-6-300 Twin Otter rute Masamba-Makassar hilang pada 2 Oktober 2015. Pesawat ditemukan dalam keadaan hancur tiga hari setelahnya. Tiga orang kru dan tujuh penumpang tidak selamat dari kecelakaan maut ini.

Menurut pernyataan Federasi Pilot Indonesia, seperti dari Tribunnes, menyebutkan penyebab kecalakaan Aviastar adalah faktor alam seperti angin kencang yang menerpa pesawat.

(Baca juga: Daftar Klaim Asuransi dan Santunan Terbesar Sepanjang 2015)

Bus mudik tabrak pembatas jalan di cirebon

Sebanyak 11 jiwa melayang dalam kecelakaan tunggal bus RO Rukun Sayur di Cirebon, Jawa Barat. Bus yang mengangkut pemudik ini menabrak pembatas jalan di kawasan tol Palimanan-Kanci, Cirebon. Bus tujuan Solo dari Jakarta ini ringsek lantaran kerasnya tabrakan yang terjadi. Sopir yang mengantuk adalah penyebab dari kejadian ini.

KRL tabrak metromini di jakarta

Dari Ibukota kecelakaan maut yang melibatkan KRL dan metromini terjadi pada 6 Desember 2015 lalu. Kecelakaan terjadi setelah KRL rute Jatinegara-Bogor bertubrukan dengan Metro Mini di perlintasan pintu kereta Angke, Tambora, Jakarta Barat.

Jumlah korban jiwa pun cukup besar karena metro mini dalam keadaan penuh penumpang. Sedikitnya 18 orang tewas dan enam lainnya luka-luka. Meski belum ada hasil penyelidikan atas kasus ini, banyak dugaan mengarah pada sopir metro mini yang lalai.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami