Ini Perjalanan Karir Menkes Terawan Buat Yang Belum Tahu!

7 min. membaca Oleh Maria Nofianti on

Kembali, kita masih membahas mengenai Corona yang sedang menjadi trending topic dunia saat ini. Bahkan WHO sudah menetapkan Corona sebagai satu pandemi. Oleh karena itu, Indonesia sebagai salah satu negara yang terpapar virus pun melakukan segala upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Dorongan untuk melakukan lockdown datang dari berbagai pihak kepada pemerintah, agar segera bertindak. Pemeriksaan massal pun akan segera diupayakan. Meski belum diketahui apakah bagi rakyat jelata pemeriksaan itu gratis atau berbayar. Tentu saja yang diharapkan adalah gratis.

perjalanan karir Menkes Terawan

Tapi hingga saat ini sepertinya lockdown masih sebatas wacana dan orang yang terjangkit Corona terus bertambah. Bahkan di beberapa daerah pun sudah melaporkan jumlah pasien yang ada dalam pengawasan dan yang memang sudah positif. Untuk itu, waspada terhadap virus yang masih terbilang baru ini sangat penting.

Virus Covid-19

Mewabahnya virus Corona di dunia sudah pasti menyibukkan negara-negara yang terjangkiti. Tentu saja yang akan sangat bekerja keras di garda terdepan adalah orang-orang dari bidang kesehatan. Virus yang menyebabkan penyakit bernama Covid-19 ini menyerang sistem pernapasan manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok. Asalnya diduga dari hewan kelelawar yang menularkannya ke manusia. Sampai sekarang virus ini menular antar manusia.

Orang yang terinfeksi virus Corona ini tidak pandang bulu loh mulai dari pejabat pemerintahan hingga artis sekelas Hollywood. Karena itu banyak negara yang bertindak cepat dan tanggap dalam menghadapi pandemik dunia sekarang ini. Pemerintah Indonesia juga bereaksi untuk menanggulangi penyebaran virus Corona ini di Indonesia. Pasca Presiden Jokowi mengumumkan pasien pertamanya, pemerintah telah berupaya untuk menangkal virus Corona. Melalui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto disebutkan pemerintah telah menunjuk lebih dari 132 rumah sakit sebagai rumah sakit rujukan bagi yang terinfeksi virus Corona.

Namun ternyata tak hanya virusnya yang semakin populer, Menteri kesehatan Indonesia ini, Terawan Agus Putranto juga semakin dikenal di tengah masyarakat. Nah siapakah sosok Menteri Kesehatan Terawan itu? Buat kamu yang belum tahu sepak terjang dan perjalanan karir Menkes Terawan akan kita berikan informasi lengkapnya di bawah ini.

Menteri Kesehatan Terawan

Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju untuk periode 2019-2024 adalah Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K). Beliau lahir di daerah Sitisewu, Yogyakarta pada tanggal 5 Agustus 1964. Sekarang beliau berusia 55 tahun. Sebelumnya beliau adalah seorang dokter di militer. Jadi ia juga prajurit TNI tetapi juga seorang dokter. Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta tahun 1990 ia masuk ke TNI AD dan sudah pernah ditugaskan ke banyak daerah seperti Lombok, Bali dan Jakarta sebagai petugas medis. Pada tahun 2009 beliau pernah menjabat sebagai Dokter Kepresidenan dan 2015 sebagai Kepala RSPAD.

Latar pendidikan dan perjalanan karir

Perjalanan karir Menkes Terawan bisa dibilang cemerlang karena beliau sering sekali ditunjuk untuk mendampingi para pejabat. Kali ini akan kita berikan informasi riwayat pendidikannya secara umum. Pada tahun 1977 beliau sekolah di SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta dan melanjutkan ke SMPN 2 Yogyakarta di tahun 1980. Masa kecilnya memang sudah ingin menjadi dokter loh. Pada tahun 1983 beliau masuk SMA Bopkri 1 Yogyakarta. Beliau menempuh pendidikan S-1 Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (1990). Di tengah pengabdiannya sebagai prajurit TNI dia kemudian melanjutkan spesialisasinya ke S2 Spesialis Radiologi, Fakultas Kedokteran Airlangga Surabaya (2004). Beliau juga melanjutkan studi Doktornya di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (2014). Jika dilihat dari pendidikan nya, tentu sosok menkes Terawan ini bukanlah sosok kaleng kaleng ya.

Sebagai seorang menteri, beliau memiliki dasar pendidikan yang baik, dan tempat ia menimba ilmu pun memang dikenal sebagai sekolah yang banyak menghasilkan orang orang hebat. Hal ini penting, meski jaminan tidak pasti mutlak, namun kita tahu bahwa sekolah yang menjadi almamater menkes Terawan ini dikenal sebagai sekolah favorit.

(Baca Juga: Cara Menghindari Virus Corona di Pusat Perbelanjaan)

Seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa saat lulus S1 pendidikan dokternya, dr. Terawan masuk ke dunia militer melalui Sepamilwa ABRI di tahun 1990. Selama di militer dia pernah masuk ke Tim Dokter Kepresidenan RI di 2009. Kemudian dia menjadi Kepala RSPAD Gatot Soebroto Puskesad antara tahun 2015-2019. Dalam organisasi dr. Terawan juga eksis. Terbukti beliau pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia, Ketua World International Committee of Military Medicine dan Ketua ASEAN Association of Radiology. Di tahun 2019 lalu dia ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Jokowi. Tentu saja Jokowi tak asal comot menunjuk seseorang menjadi Menteri, terlebih menteri kesehatan. Karena kita tahu isi kesehatan adalah yang paling sering menjadi topic di Indonesia. Menteri Terawan ini pun memiliki jejak dan perjalanan karir yang cukup baik. Penghargaan yang didapatnya antara lain:

  • Hendropriyono Strategic Consulting (HSC)
  • Rekor MURI sebagai penemu terapi cuci otak
  • Rekor Muri atas penerapan program Digital Subtraction Angiogram (DSA) terbanyak

Kontroversi

Selain memiliki track record yang bagus ternyata Menteri Kesehatan sekarang tidak lepas juga dari kontroversi. Di tahun 2018 dr. Terawan menciptakan metode yang disebut dengan ‘brainwash’ untuk mengobati sakit stroke di kalangan para pejabat sampai politisi. Sayangnya metode ini malah menuai banyak kontroversi. Jadi bagaimana sih sebenarnya metode ‘brainwash’ ala dr. Terawan yang juga menandai perjalanan karir Menkes Terawan ini? Yuk intip penjelasannya di sini.

Metode ‘brainwash’ atau metode cuci otak bagi para pasien stroke ini diciptakan oleh dr. Terawan dengan menggabungkan DSA (Digital Subtraction Angiography) dan penyuntikan heparin. Ini juga sering disebut pembilasan pada otak dengan cara intra-arterial. Baik DSA dan Heparin adalah dua hal yang masih dipakai dalam perawatan untuk pasien stroke.

DSA adalah suatu penggambaran X-ray tentang pembuluh darah dalam tubuh manusia. Dan Heparin dipakai sebagai zat pengencer darah atau zat anti-koagulan. Ini dipakai agar darah tidak beku sebelum operasi. Umumnya memang dipakai untuk mengobati pembekuan darah. Heparin ini disuntikan ke pembuluh darah pasien stroke di bagian pahanya.

Penyuntikan heparin ini bertujuan untuk membersihkan plak di dinding bagian dalam pada pembuluh darah. Seperti yang sudah diketahui bahwa stroke disebabkan karena adanya plak pada di dinding pembuluh darah bagian dalam. Tapi sayang sekali bukti ilmiah mengenai metode tersebut diduga belum ada. Terutama rental efektivitas Heparin dalam metode itu. Meskipun Heparin juga dipakai untuk mengurangi adanya gumpalan darah pada pembuluh di kaki seorang pasien stroke.

(Baca Juga: Jangan Asal WFH Saat Corona, Tambah Pendapatanmu Lewat Pekerjaan Asyik Ini)

Meskipun dr. Terawan mendapatkan penghargaan MURI atas temuannya tapi tetap menjadi kontroversi. Padahal metode itu telah diterapkan kepada banyak pasien stroke yang dirawatnya. Bahkan banyak pejabat yang sudah merasakan metode tersebut seperti Mahfud MD, Prabowo Subianto sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Belum banyak yang tahu bahwa teori dokter yang menjadi Menkes ini sudah diakui oleh Jerman dan telah didaftarkan dengan nama “Terawan Theory”. Dunia luar saja sudah mengakuinya tapi di negara sendiri teori beliau banyak yang meragukan. Beliau juga sempat diberi sanksi etik oleh Ikatan Dokter Indonesia karena dinilai telah melanggar kode etik kedokteran. Selama 12 bulan yaitu terhitung dari 26 Februari 2018 sampai 25 Februari 2019 dr. Terawan dipecat dari keanggotaan IDI. Wah, sepertinya Indonesia memang terlalu sering memandang sebelah mata pada anak negeri ya, dan sebaliknya terlalu silau melihat masyarakat luar negeri. Padahal anak bangsa seperti Terawan dan Habibie inilah yang memiliki pemikiran emas, dan dihargai oleh bangsa lain.

Karir sebagai dokter kepresidenan dari dr. Terawan ini juga tidak boleh dibilang asal. Tentu saja penunjukan beliau sebagai tim dokter karena prestasinya. Beliau pernah merawat almarhum Presiden ke 3 BJ. Habibie, serta membantu perawatan penyakit almarhumah Ibu Ani Yudhoyono. Saat masih menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto beliau juga mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto yang saat itu dioperasi dan dirawat di sana.

Kontroversi Virus Covid-19

Berkaitan dengan wabah virus Corona, Menteri Kesehatan pernah menyatakan bahwa penyakit karena virus Corona ini bisa sembuh sendiri. Sontak saja pernyataan ini juga menuai banyak kontroversi. Masyarakat bahkan menganggap Menkes meremehkan penyakit Covid-19 ini. Padahal bisa saja pernyataan itu adalah strategi agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi wabah virus Corona. Sayangnya tanggapan masyarakat kurang baik. Bahkan baru-baru ini banyak berita yang beredar bahwa Menkes ini diminta mundur karena dianggap gagal dalam menangani wabah virus Corona di Indonesia. Padahal mereka yang meminta menkes mundur, belum tentu mampu menangani masalah Corona ini kan.

Nah daripada kita meributkan hal yang kurang penting bukankah lebih baik untuk selalu mendukung segala upaya pemerintah dalam menanggulangi wabah virus Corona, jangan sedikit sedikit merasa tak puas dengan kerja pemerintah. Lalu sedikit sedikit menyuruh mundur. Mengurus negara dengan masyarakat yang super kompleks itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi jika tipe masyarakatnya yang dihimbau #Dirumahaja sekolah diliburkan dan kerja dari rumah, eh malah pergi liburan, ini kan kocak.

Upaya pencegahan Virus Covid-19

Sangat penting masyarakat untuk tertib dan mau bekerjasama dengan pemerintah, mematuhi imbauan, dan masyarakat juga harus membangun kepercayaan kepada pemerintah sekarang. Dengan mengetahui sedikit perjalanan karir Menkes Terawan ini semoga bisa menjadikan landasan bahwa beliau adalah orang yang berkualitas dan memiliki pengetahuan tentang medis yang baik. Jadi apapun arahan dari beliau sudah pasti memiliki dasar yang kuat. Dan beliau layak menjadi seorang menteri kesehatan. Sebagai masyarakat baiknya kita tetap percaya dengan pemerintah dan bekerja sama dengan baik dengan cara mengikuti anjuran pemerintah mengenai isolasi diri, jaga jarak kurang lebih 1 meter dengan orang lain, menghindari kerumunan, selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Dan untuk menjaga jarak, meski sepertinya akan banyak masyarakat yang melanggar, karena kita tahu bahwa manusia adalah makhluk sosial, jadi pastilah tak bisa sepenuhnya menerapkan social distance, tapi tak ada salahnya diupayakan demi kebaikan kita semua. Dan dibalik beragam upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, semoga virus Corona segera bisa ditemukan penangkalnya ya, dan kita semua semoga selalu sehat ya.

Cegah virus berbahaya dengan perlindungan ekstra dari asuransi kesehatan terlengkap di Cekaja.com.

Tentang kami

Maria Nofianti

Maria Nofianti