Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ini Risiko Finansial Kalau Kamu Menderita Diabetes

by Tisyrin N. T on 14 November, 2016

Kamu pasti sering mendengar tentang diabetes mellitus, penyakit yang membuat tubuh manusia mengalami kekurangan atau bahkan kegagalan dalam memproduksi insulin. Padahal, insulin ini merupakan enzim yang penting dalam metabolisme karbohidrat.

Alhasil, gula darah diabetesi rata-rata di atas 200 mg/dl (saat kondisi tidak puasa, 2 jam sesudah makan) atau di atas 126 mg/dl dalam kondisi puasa. Kadar gula darah normal adalah 80-140 mg/dl (tidak puasa) atau kurang dari 100 mg/dl saat puasa.

Penyakit yang punya nama beken penyakit kencing manis atau penyakit gula ini terbilang tak bisa disembuhkan. Namun, penderitanya bisa mengelola penyakit ini lewat gaya hidup, pola makan, hingga obat.

Diabetes juga tergolong penyakit yang membutuhkan biaya tidak sedikit untuk perawatannya. Buktinya, berdasarkan data klaim BPJS Kesehatan hingga 2015, diabetes dan komplikasinya memakan hingga 33% dari pengeluaran.

Berikut ini beberapa risiko finansial yang harus ditanggung penderita diabetes khususnya bagi yang tak punya asuransi kesehatan.

Butuh obat rutin

Diabetesi harus mengkonsumsi obat secara rutin untuk mengendalikan kadar gula darah. Penggunaan obat juga dapat mencegah terjadinya komplikasi. Bahkan jika pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya, diabetes harus melakukan suntik insulin seumur hidup.

Agar bisa mengkonsumsi obat-obatan secara rutin, diabetesi maupun keluarganya harus menyiapkan dana yang cukup. Belum lagi untuk konsultasi dokter spesialis yang nilainya mencapai ratusan ribu rupiah sekali kunjungan. (Baca juga: Cocok Untuk Ibu Muda, Ini 5 Sepeda Listrik Di Bawah Rp 3 Juta)

Harus rutin cek gula darah

Diabetesi harus mengecek gula darah secara rutin. Namun, diabetesi juga dapat melakukannya secara mandiri dengan menggunakan alat ukur gula darah, harganya berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Untuk mengecek gula darah ke laboratorium, penderita juga harus mengeluarkan biaya tak sedikit.

Keluar uang banyak karena risiko komplikasi

Diabetes bisa menimbulkan komplikasi. Hampir seluruh organ tubuh bisa terkena pengaruhnya mulai dari ginjal, sistem saraf bahkan jantung. Jika sudah menimbulkan gangguan ke organ tubuh lain, tentu saja biaya yang harus dikeluarkan pun semakin besar.

Misalnya, jika harus cuci darah karena gagal ginjal, biayanya bisa menguras seluruh tabunganmu. Sekali cuci darah kurang lebih Rp 1 juta dan pasien harus menjalaninya 2-3 kali dalam seminggu. Bayangkan berapa biayanya dalam sebulan?

Makanan sehat dan pengganti relatif lebih mahal

Diabetes dapat dikontrol lewat pola makan. Sebab, hanya karena salah makan kondisi diabetes semakin parah. Namun, makanan sehat dan pengganti untuk diabetes biasanya lebih mahal.

Risiko karier terhenti

Diabetesi biasanya mudah lelah dalam menjalani aktivitas sehari-hari, ini tentu saja akan menganggu produktivitasnya dalam bekerja. Jika terkena komplikasi, ada pula diabetesi yang mengalami kebutaan atau harus  diamputasi, karier mereka pun terancam mandek. (Baca juga: Coret Makanan Ini dari Daftar Belanja Bulanan Kamu Kalau Tidak Mau Terkena Diabetes)

Premi asuransi lebih mahal

Kalaupun diabetesi melindungi diri dengan asuransi, diabetesi akan terkena premi yang lebih mahal karena dianggap memiliki risiko yang besar. Namun, setidaknya asuransi kesehatan dapat meringankan beban finansial mereka. Karena itu, mulai saat ini kamu harus menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk diabetes.

Butuh asuransi kesehatan yang berikan pertanggungan biaya untuk penyakit berbahaya? Daftar sekarang juga di sini

 

Tentang Penulis

Tisyrin N. T

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.