Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

Ini Risiko Jika Indonesia Tidak Memiliki Surat Utang Negara

by lhmdi on 21 Maret, 2016

monas jakarta - CekAja.com

Salah satu fondasi untuk mengelola kegiatan ekonomi Indonesia memiliki sebuah prinsip yang diberi nama Surat Utang Negara atau disingkat SUN.

SUN merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah sesuai dengan Undang-Undang No. 24 tahun 2002 yang berarti sebuah surat tentang pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga serta pokoknya oleh pemerintah Indonesia sesuai masa berlakunya.

SUN biasanya digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintan seperti menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau yang dikenal dengan APBN.Di Indonesia, SUN dapat dimiliki oleh investor melalui pasar perdana atau pun sekunder.

Pasar perdana sendiri memiliki arti bahwa kegiatan penawaran serta penjualan SUN untuk pertama kali. Sementara itu pasar sekunder merupakan kegiatan perdagangan SUN yang telah dijual di pasar Perdana.

Baca Juga : Mengungkap Keuntungan Membeli Perumahan KPR BTN

Dalam prosesnya, SUN memiliki beberapa jenis. Berikut daftarnya:

  1. SPN atau Surat Perbendaharaan Negara

Surat Perbendaharaan Negara merupakan jenis SUN yang memiliki jangka waktu maksimal 12 bulan dengan membayarkan bunga yang dilakukan secara diskonto.

  1. Obligasi Negara

Obligasi Negara merupakan jenis SUN yang memiliki jangka waktu 12 bulan dengan menggunakan kupon atau pembayaran bunga secara diskonto. Nah! Jenis Obligasi Negara ini kemudian diperdagangkan kembali secara ritel, dan disebut dengan istilah Obligasi Ritel Indonesia dan disingkat dengan ORI.

ORI bukan hanya sekedear formalitas dari bagian Surat Utang Negara, namun memiliki tujuan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor secara individu untuk memiliki dan memperdagangkan secara aktif diperdagangan Obligasi Negara.

Sementara itu, jika melihatnya dari sisi keuntungan berinvestasi pada SUN, maka obligasi memiliki sumber dari penghasilan bunga serta potensi kenaikan harga dari obligasi itu sendiri. Selain itu investor atau pemodal yang  ikut memperdagangkan SUN adalah risiko yang minim ketika kemudian gagal membayarnya saat jatuh tempo.

Menariknya, setiap produk SUN seperti Obligasi Negara juga dapat dijadikan sebagai agunan atau jaminan serta dijual kembali ketika sang pemilik membutuhkan dana segar.

Baca Juga : Buruan! Bank Ini Lagi Kasih Promo Bunga KPR Paling Murah

Risiko Jika Tidak Memiliki SUN

Sebagai salah satu negara berkembang di daratan bumi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang diramalkan akan meningkat dalam beberapa tahun yang akan datang maka SUN merupakan salah satu faktor penting dalam mengatur stabilitas ekonomi. Jika pemerintah tidak menerbitkan SUN maka ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. Berikut beberapa contoh jika pemerintah tidak menerbitkan Surat Utang Negara:

  1. Kurang baik dalam mengelola instumen Fiskal

Setiap tahunnya pemerintah membutuhkan dana segar yang akan dilampirkan sebagai salah satu modal untuk membangun berbagai macam kebutuhan yang telah disesuaikan bersama Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN. Nah! Disinilah peran penting dari SUN.

Karena, ketika pemerintah menerbitkan SUN maka dapat digunakan untuk menggali sumber pembiayaan APBN yang lebih besar dari investor di pasar modal.  Oleh karena itu jika ingin pos APBN terus meningkat untuk membiayai kebutuhan negara seperti membangun infrastruktur atau menambah dana pengelolaan di departemen kementrian serta mensukseskan program kerja, maka SUN dapat dijadikan sebagai tambahan untuk mendapatkan modal.

  1. Tidak mengalirnya investasi

Setiap negara termasuk Indonesia, pastinya akan menyediakan alternatif investasi yang bebas risiko gagal bayar serta membuka kesempatan selebar-lebarnya untuk memberikan peluang bagi investor serta pelaku pasar untuk mendiversifikasi portofolionya untuk memperkecil risiko investasi.

Pemerintah juga mengharapkan setiap investor SUN memiliki nilai potensial Capital Gain dalam transaksi perdagangan di pasar sekunder SUN. Capital Gain ini sendiri sangat penting karena dapat menggali potensi keuntungan akibat besarnya harga jual obligasi dibandingkan harga beli.

Disinilah peran penting SUN, karena jika tidak diterbitkan maka sumber modal atau investasi dari luar akan semakin kecil dan pastinya membuat negara kewalahan dalam menjalankan program-programnya. Yang perlu diperhatikan, bunga surat utang  2016, cukup menarik.

  1. Kacaunya stabilitas keuangan

Terakhir SUN dapat menghindarkan negara dari kacaunya stabilitas keuangan. Karena pastinya pemerintah harus mempertimbangkan dan menjaga aliran kas serta pengeluaran yang akan dilakukan untuk mengerjakan semua programnya.

Selain itu SUN juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk instrumen keuangan lainnya di Indonesia.

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.