Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Ini Sosok “Crazy Rich Surabayan” yang Sebenarnya

by Miftahul Khoer on 20 September, 2018

Ada-ada saja perilaku warganet Indonesia ini. Dalam membuat bahan guyonan di media sosial, warganet Indonesia mungkin jagonya. Salah satu yang ramai diperbincangkan beberapa hari ini adalah tentang #CrazyRichSurabayan yang ramai Twitter. Nah, berikut ini adalah beberapa orang-orang tajir di Surabaya.

suami istri kaya - CekAja.com

Tagar yang jadi trending topic di media sosial tersebut merupakan plesetan dari film Crazy Rich Asian besutan sutradara Jon M Chu yang sebelumnya juga jadi trending topic dengan tagar #CrazyRichAsia. Film tersebut diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karangan Kevin Kwan.

Sontak, film yang tayang sejak 11 September 2018 ini langsung diperbincangkan bukan hanya di Asia. Tetapi juga di Amerika. Namun, sambutan di Indonesia bahkan lebih menarik lagi dengan hadirnya tagar mulai #CrazyRichSurabayan.

Terlepas dari keriuhan warganet tentang #CrazyRichSurabayan, CekAja akan mengulas tentang orang-orang kaya asal Surabaya. Siapa saja mereka? Yuk Cek!

Alexander Tedja

Pernah dengar kan nama Pakuwon Group? itu lho salah satu raja properti yang projeknya ada di mana-mana. Sebut saja, projek malnya seperti Pakuwon Mall Surabaya, East Coast Center, Gandaria City Jakarta hingga Kota Kasablanka Jakarta.

Untuk projek residensial, Pakuwon Group telah mengembangkan beberapa karyanya seperti TP Residence Surabaya, One Icon Residence Surabaya, Orchard & Tanglin Tower Surabaya hingga Educity Residence Surabaya.

Tak sampai di situ, Pakuwon Group juga mengembangkan projek perkantoran mulai dari Gandaria 8 Office Tower Jakarta, Eighty 8 Office Tower Jakarta hingga Pakuwon Tower Surabaya.

Nah, orang yang berada di balik Pakuwon ini adalah Alexander Tedja yang sukses mengembangkan projek-projek di atas.

Majalah Globe Asia mencatat Alexander Tedja sebagai orang kaya ke-56 dari 150 orang paling tajir di Indonesia dengan harta kekayaan mencapai 870 juta dolar AS atau sekitar Rp12,9 triliun.

(Baca juga: Wow! Ini Potret Gaya Hidup 'Crazy Rich Asians' di Dunia Nyata)
Alim Markus

Siapa sangka jualan perabotan rumah tangga macam ember, baskom, loyang dan lain-lain bisa bisa membuat orang menjadi super kaya. Buktinya bisa dilihat dari kesuksesan Alim Markus sang pemilik Maspion Group.

Pada 1971, Alim Markus memproduksi perabotan rumah tangga dengan merek Maspioneer. Karena sudah ada perusahaan lain yang punya merek dengan embel-embel Pioneer, maka nama mereknya diubah menjadi Maspion.

Belakangan, merek yang terkenal dengan slogan ‘Cintailah Produk-Produk Indonesia’ ini semakin berkembang. Tak tanggung-tanggung, ia membeli 100 hektar lahan di kawasan industri Surabaya untuk terus mengembangkan bisnisnya.

Bukan hanya perabotan, Maspion sukses mengepakkan sayap bisnisnya di beberapa sektor macam properti, konstruksi hingga jasa keuangan. Saat ini, Alim Markus tercatat sebagai orang kaya ke-76 dari 150 orang paling kaya di Indonesia 2018 versi Majalah Globe Asia.

(Baca juga: 3 Aktor Indonesia di Film Berbujet Mahal Hollywood)
Susilo Wonowidjojo

Namanya mungkin tak asing lagi di kalangan konglomerat Tanah Air. Maklum, Susilo Wonowidjojo merupakan orang terkaya ke-4 versi Majalah Globe Asia yang dirilis pada Juni 2018 dengan total kekayaan mencapai 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp163,7 triliun.

Bisnis yang digeluti Susilo adalah rokok dengan merek Gudang Garam. Pasti sudah pada tahu kan merek rokok satu ini. Ya, meski berbasis di Kediri, Jawa Timur, namun Susilo disebut-sebut sebagai orang kaya asal Surabaya.

Susilo merupakan generasi kedua yang membesarkan nama Gudang Garam. Pria kelahiran November 1956 ini diwarisi insting bisnis ayahnya yang juga penjual rokok di Kediri asal Fujian, China.

(Baca juga: Kiat Kaya Raya Ala 4 Pengusaha Muda Indonesia)

Harjo Sutanto

Suka makan Mie Sedaap, Tea Jus dan minuman suplemen Power F? Atau Anda sering bersih-bersih rumah menggunakan Soklin Lantai, Supersol hingga WPC Toilet Cleaner? Ya, itulah sebagian kecil dari produk-produk Wings Group milik miliarder Harjo Sutanto.

Menurut data Globe Asia, kekayaan Harjo Sutanto mencapai 630 juta dolar AS atau sekitar Rp9,3 triliun. Kekayaan tersebut nyungseb dibandingkan dengan tahun 2017 yang mencapai 650 juta doar AS.

Perusahaan Wings sebelumnya bernama FA Wings berbasis di Surabaya. Pada awalnya pamor Wings tak banyak diketahui orang. Namun sekitar pada 1980, setelah mengubah namanya menjadi PT Wings Surya, perusahaan menunjukan eksistensinya di bisnis Tanah Air.

Kesuksesan Wings tak lepas dari tangan dingin Harjo yang saat ini menurut Globe Asia masuk dalam daftar orang paling tajir ke-68 dari 150 terkaya di Indonesia.

(Baca juga: Memeras Untung dari Bisnis Es Jeruk Peras Murni)
Keriuhan #CrazyRichSurabayan

Nah itulah nama-nama konglomerat asal Surabaya yang kekayaannya mungkin bisa dibilang ‘crazy’ oleh sebagian orang. Namun, yang menarik dari tagar #CrazyRichSurabayan ini adalah cerita-cerita kocak dari warganet yang mengundang kening mengkerut hingga mengundang tawa.

Salah satunya datang dari akun twitter @btari_durga:

Sebuah thread juga dibuat oleh akun @rafilus_olenka:

https://twitter.com/rafilus_olenka/status/1040451883763097604

Nah, itulah beberapa kicauan yang riuh di twitter beberapa hari belakangan ini. Semoga dengan hal tersebut Anda terpacu untuk ingin meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Niscaya tak ada yang mustahil jika Anda percaya dan tekun.

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami