Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

6 menit waktu bacaan

Ini Tahapan Pendaftaran CPNS 2018

by Achmad Fauzi on 23 Juli, 2018

Sebentar lagi pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 akan dibuka. Nah, bagi Anda yang berminat bekerja di pemerintahan, maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk mendaftar sebagai CPNS.

Sebelum mendaftar sebagai CPNS, Anda harus tahu tahapan-tahapannya terlebih dulu. Karena, tahapan pendaftaran CPNS kali berbeda pada tahun lalu. Sehingga, jika mengetahui tahapan-tahapannya akan mempermudah Anda saat mendaftar CPNS tahun 2018.

Tahapan-tahapan Mendaftar CPNS 2018

Bagaimanakah tahapan-tahapan untuk mendaftar CPNS? Inilah tahapan-tahapannya:

Mendaftar di situs resmi

Pada tahun ini, Badan Kepegawaian Negaran (BKN) merubah mekanisme seleksi dan pendaftaran CPNS tahun 2018. Salah satunya dengan merubah jalur pendaftaraan menjadi satu pintu. Awalnya, calon pendaftar jika ingin mendaftar CPNS, harus mendaftar di dua portal yakni, BKN dan Lembaga. Namun, kini pendaftaran CPNS akan terpusat pada portal sscn.bkn.go.id.

(Baca juga: INTERVIEW: Mengenal Skor Kredit dan Manfaatnya Bagi Nasabah)

Dengan begitu, dapat memudahkan Anda saat mendaftar CPNS 2018. Selain itu, saat mendaftar Anda harus menyiapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK ini akan menjadi syarat untuk masuk dan mendaftar diportal sscn.bkn.go.id. Sistem di portal tersebut nantinya akan mengecek NIK yang Anda cantumkan, apakah valid atau tidak.

Mendapat bukti daftar akun

Setelah NIK dicek dan valid, Anda akan mendapatkan bukti daftar akun penerimaan CPNS 2018. Bukti daftar akun berguna untuk mendaftar posisi yang disediakan dalam CPNS 2018. Pendaftaran CPNS posisi tersebut juga masih dilakukan dalam portal sscn.bkn.go.id.

Selanjutnya, Anda juga diharuskan untuk mengguggah dokumen dalam format PDF setelah mendaftarkan posisi yang diinginkan. Dokumen tang disiapkan berupa ijazah, surat lamaran, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

(Baca juga: Cek! 5 Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik)

Menyiapkan kartu peserta

Setelah dinilai oleh panitia dokumen telah lengkap, maka Anda telah berhasil mendaftar sebagai peserta CPNS. Kemudian, Anda akan mendapatkan kartu peserta untuk tahapan selanjutnya yakni ujian kompetesi dasar.

Maka, Anda harus menyiapkan kartu peserta tersebut dengan mencetaknya atau simpan dalam ponsel Anda. Pasalnya, kartu peserta adalah gerbang masuk Anda untuk maju ke langkah selanjutnya yakni, seleksi uji kompetensi dasar.

Seleksi menggunakan sistem CAT BKN

Pada seleksi CPNS tahun 2018, seluruh pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) hanya akan dilakukan melalui seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT BKN). Seleksi tersebut akan diselenggarakan BKN selaku Pelaksana Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

(Baca juga: Ini 10 Maskapai Terbaik di Dunia, Ada Garuda Indonesia Loh!)

CAT adalah suatu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

Sistem Ini dipercaya untuk mempermudah dan mempercepat jalannya seleksi. Karena, masyarakat tak perlu lagi melingkari lembar jawaban dalam seleksi ilmu pengetahuan. Selain itu, dengan CAT-BKN kan meningkat kepercayaan publik karena objektivitas dan transparansi. Karena, hasilnya juga ditentukan dari sistem tersebut.

Mendukung Pembangunan Daerah Tertinggal

Menurut BKN, jadwal pendaftaran CPNS rencananya akan dimulai pada waktu dekat ini. Meski begitu, terkait tanggalnya, BKN sendiri belum memutuskan tanggal berapa dan bulan apa pendaftaran CPNS ini dimulai.

(Baca juga: Ekspor Tambang Ke Tiongkok Dongkrak Ekspor Tanah Air)

Namun demikian, pemerintah telah menetapkan formasi CPNS tahun ini. Proporsi terbesar formasi CPNS tahun ini akan difokuskan untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis. Pada rekruitmen CPNS, akan diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, tenaga pendukung pembangunan infrastruktur, poros maritim, ketahanan energi, serta ketahanan pangan. Hal itu dilakukan guna mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.

Banyak Fasilitas

Tingginya minat masyarakat untuk bekerja di lingkungan pemerintah dapat dimaklumi. Dengan beragam kemudahan dan juga fasilitas yang bakal didapatkan pasca menjadi PNS menjadi gula-gula tersendiri bagi para job seeker ataupun mereka yang mencari keamanan dalam karirnya.

Salah satunya adalah kemudahan untuk mendapatkan tempat tinggal. Pemerintah memberikan bantuan uang muka sebesar Rp4 juta untuk PNS yang belum memiliki rumah. Selain itu juga terdapat beberapa benefit lainnya jika Anda menjadi PNS.

(Baca juga: Kiat Aman dan Hemat Liburan ke Luar Negeri dengan Kartu Kredit)

Bunga KPR flat 5 persen sampai 20 tahun

PNS yang tergolong MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) juga bisa mendapatkan bunga KPR flat 5 persen sampai 20 tahun jika membeli rumah bersubsidi. Pemerintah mengategorikan MBR sebagai masyarakat berpenghasilan maksimal Rp4 juta untuk dapat menyicil rumah tapak, dan penghasilan di bawah Rp7 juta untuk rumah susun.

Bisa jaminkan sertifikat PNS

Meski belum punya kendaraan yang bisa digunakan untuk agunan saat meminjam ke bank, PNS rupanya bisa menjadikan sertifikat pengangkatan sebagai jaminan. Tentunya ini jadi keistimewaan dibandingkan dengan karyawan swasta.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) adalah salah satu bank yang mempunyai produk kredit bernama BRIGuna yang sering digunakan PNS untuk meminjam uang. Jaminannya adalah SK pengangkatan pertama dan SK terakhir. SK yang dijaminkan harus asli dengan jangka waktu maksimal pelunasan selama 10 tahun.

(Baca juga: Stabilitas Keuangan Stabil, Manfaatkan dengan Ajukan Kredit!)

Punya gaji tetap

Salah satu syarat mengajukan KPR adalah memiliki penghasilan tetap minimal Rp2,5 juta per bulan. Selain itu penghasilan PNS yang dihitung dari tunjangan rutin dan bonus lebih mudah dihitung angka pasti. Penghasilan stabil seperti ini memudahkan bank dalam menilai PNS sebagai nasabah layak kredit.

Banyak pengembang bangun rumah khusus PNS

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dan Persatuan Guru ‎Republik Indonesia (PGRI) bekerjasama membangun rumah murah untuk guru berstatus PNS di Palembang dan Lampung. Rumah tersebut dijual dengan harga sangat murah, sebesar Rp75 juta sampai Rp110 juta per unit.

Selain itu Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah sudah membangun 5.800 unit rumah di mana yang 3.800 unit adalah rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan untuk PNS. Banyak juga pemerintah kota dan kabupaten yang bekerja sama dengan pengembang untuk membangun rumah khusus PNS. Hal ini sejalan dengan program pemerintahan Jokowi yakni Program Nasional Sejuta Rumah.

(Baca juga: 5 Tempat Wisata Antimainstream di Palembang dan Sekitarnya)

Nah bagi Anda yang ingin mengajukan kredit kepemilikan rumah, cek dan bandingkan produk KPR dari beberapa lembaga perbankan di CekAja.com!

Tentang Penulis

Jurnalis yang hampir menjadi pemain bola internasional.