Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ini Tindak Kejahatan yang Marak Saat Ramadan dan Bisa Menimpa Kamu

by Surtan Siahaan on 7 Juni, 2016

Meningkatnya konsumsi masyarakat saat Ramadan ternyata punya dampak negatif. Seiring dengan pertambahan konsumsi, tingkatan kejahatan juga semakin marak. Untuk itu, kita semua harus semakin waspada. Tapi, tindak kejahatan apa saja sih yang wajib diwaspadai selama Ramadan?

Berdasarkan hasil riset CekAja, sedikitnya terdapat 4 jenis kejahatan yang marak terjadi sepanjang Ramadan. Kejahatan tersebut bisa menimpa siapa saja dan di mana saja. Mau tahu apa saja kejahatan yang wajib kita waspadai kemunculannya di bulan puasa, berikut ini daftarnya:

Uang palsu

Saat konsumsi meningkat, para pemalsu Rupiah biasanya marak beroperasi. Biasanya, pengedar uang palsu mengincar tempat-tempat tertentu seperti warung rokok hingga SPBU. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas seperti dikutip CekAja dari Kompas.com, peredaran uang palsu memang meningkat tiap tahunnya.

Persentase peningkatan peredaran uang palsu yang dicatat BI mencapai 13% hingga 15% tiap tahunnya. Untuk itu, dia mengimbau agar masyarakat waspada dan menambah informasi tentang uang palsu agar tidak menjadi korban kejahatan ini.

(Baca juga: Saat Bulan Puasa, Inilah Beberapa Kebiasaan di Kantor yang Pasti Berubah)

Maling motor

Buat kamu pengendara motor, harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, kasus pencurian motor selalu meningkat tiap tahunnya saat Lebaran. Mendekati Lebaran, jumlahnya pun akan meningkat. Di Pontianak, Kalimantan Barat, jumlah pencurian motor meningkat hingga 20% pada tahun 2015.

Hal itu diungkapkan oleh Kepolisian Resor Kota Pontianak, seperti dikutip CekAja dari Tribunnews. Untuk mencegah pencurian, coba tingkatkan keamanan motor misalnya dengan menambah kunci pengaman.

Makanan berformalin

Selain meningkatnya peredaran uang palsu, peredaran makanan yang mengandung zat berbahaya seperti formalin dan boraks juga mengalami peningkatan di saat puasa. Catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah makanan berbahaya yang beredar di masyarakat meningkat hingga 11 kali lipat sat bulan puasa.

Menurut Kepala BPOM, Roy Sparringa seperti dikutip CekAja dari Suara.com, makanan berbahaya juga mencakup makanan kadaluarsa dan makanan tak berizin. Untuk itu, coba untuk lebih memperhatikan apa yang kamu dan keluarga konsumsi agar tidak mengalami sakit di hari Lebaran.

(Baca juga: Ini Dia Berbagai Bisnis Dadakan yang Datangkan Berkah Berlipat Saat Puasa)

Tawuran warga

Bulan puasa seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan silaturahmi antar-warga. Namun, kenyataan yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik dari anggapan tersebut. Berdasarkan catatan kepolisian, kejahatan tawuran dan potensi perkelahian antar-warga justru meningkat saat Ramadan.

Untuk mencegah meletusnya potensi tawuran, Kepolisian Republik Indonesia di antaranya Polda Metro Jaya melakukan langkah preventif dengan melakukan patroli di sejumlah titik berbahaya.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami