Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Ini Tips Diet yang Bisa Dijalani Saat Puasa

by lhmdi on 9 Juni, 2016

buka puasa bersama-CekAja.com

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat pola makan atau mengatur cara diet saat puasa di bulan Ramadhan.

Apalagi, saat berpuasa, pola makan menjadi terbatas, karena seseorang baru bisa mengonsumsi makanan hanya saat sahur dan berbuka saja. Namun, yang perlu dipahami, bukan berarti bulan puasa adalah saat yang tepat untuk melakukan pola diet.

Melakukan diet tidak hanya sebatas tidak mengonsumsi makanan atau minuman selama hampir dua belas jam. Akan tetapi bagaimana ketika seseorang bisa mengontrol makanan yang dikonsumsinya baik saat sahur dan juga berbuka puasa.

Jika kamu sedang memulai program diet, penting untuk mengontrol pola makan agar proses diet saat puasa berjalan dengan lancar. Seperti apa pola diet yang tepat saat bulan puasa nanti? Yuk! Ikuti tips berikut ini:

  1. Sahur dengan cara yang sehat

Meskipun kamu sedang melaksanakan program diet, namun jangan melupakan sahur. Cara ini membantu menambah energi kamu untuk aktifitas sehari-hari saat berpuasa kurang lebih 12 jam lamanya. Jangan karena sedang mengikuti program diet, kamu justru menghindari sahur.

Cara ini tentunya sangat tidak tepat, karena tubuh tetap membutuhkan energi selama berpuasa, dan energi tersebut bisa didapatkan saat sahur. Namun, yang perlu kamu cermati adalah bagaimana menu sahur yang akan disantap memang proporsional untuk kondisi tubuh dan pola makan.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang rendah seperti ikan, ditambah dengan protein. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan serat tinggi seperti sayur-sayuran karena dapat membantu kamu untuk kenyang dan menjaga sistem pencernaan tubuh tetap terjaga dengan kondisi stabil meskipun berpuasa dalam waktu kurang lebih 12 jam.

Selain itu, vitamin alami yang tersimpan di dalam buah-buahan juga akan membantu menjaga kondisi tubuh kamu untuk tetap stabil selama bulan puasa serta terhindar dari dehidrasi tubuh yang akan membuat kamu lemas sepanjang hari.

Selain itu, jika kamu terbiasa mengonsumsi kopi atau teh di pagi hari, sebaiknya segera hindari pola makan dan minum seperti saat puasa. Karena didalam kopi dan teh terkandung kafein yang justru akan membuat energi tubuh kamu lebih cepat habis.

Jadi, agar pola makan saat sahur kamu tepat dalam melaksanakan diet, jangan lupa untuk minum air putih yang cukup sebelum tidur, sebelum sahur dan setelah sahur.

  1. Hindari tidur berlebihan setelah sahur

Saat bulan puasa, pastinya kamu akan bangun lebih pagi untuk memulai sahur. Artinya, waktu tidur kamu akan terpakai untuk sahur. Tidak jarang tentunya kita menemukan banyak masyarakat yang kembali melanjutkan tidurnya setelah sahur dan ibadah shalat subuh. Tujuannya sederhana, hanya untuk mengganti jam tidur yang sebelumnya terpakai karena sahur.

Namun, untuk menjalani gaya hidup sehat ternyata cara ini ternyata tidak tepat lho! Apalagi bagi kamu yang sedang menjalankan program diet, maka tidur setelah waktu sahur tidak akan membuat diet berhasil. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak tidur berlebihan sesaat setelah sahur.

Karena ketika tidur, setelah makan akan mengganggu proses kerja lambung dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pencernaan. Selain itu, tidur setelah sahur akan membuat berat badan kamu bertambah, karena tubuh tidak sempat untuk membakar kalori dari hasil makanan yang dikonsumsi saat sahur.

Nah! Sebagai penggantinya, kamu bisa melakukan berbagai macam kegiatan ringan agar proses pencernaan yang di dalam tubuh berjalan lancar dan membuat program diet yang sedang kamu jalani juga memiliki hasil yang baik saat bulan puasa nanti.

Membiasakan diri tidur setelah sahur juga bisa membuat berat badanmu semakin bertambah. Nggak peduli berapa banyak makanan yang dimakan, namun berat badan bisa membengkak setelah kamu tidur sesudah sahur. Sebab tubuh tidak punya kesempatan untuk membakar kalori dari makanan yang dikonsumsi.

  1. Olahraga ringan

Olahraga ringan bisa dijadikan sebagai alternatif bagi kamu yang sedang menjalankan program diet saat puasa. Apalagi olahraga ini bisa dilakukan di sela-sela waktu setelah sahur dan aktifitas kamu sepanjang hari. Salah satu olahraga yang bisa kamu pilih diantaranya adalah berjalan kaki.

Selai tidak menguras energi, olahraga ringan di pagi hari juga akan membantu kamu mengantuk setelah sahur.

Pola diet saat puasa

Selain mengontrol pola makan dengan diet dan aktifitas saat sahur, hal penting yang perlu dilakukan berikutnya adalah ketika buka puasa. Karena keduanya merupakan kombinasi seimbang yang perlu kamu lakukan jika menginginkan program diet yang sempurna.

Lalu, persiapan apa saja yang perlu dilakukan agar program diet yang kamu lakukan dapat berjalan lancar saat berbuka puasa?

  1. Hindari mengonsumsi gorengan

Salah satu jenis camilan yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat saat berbuka puasa adalah gorengan. Gorengan sendiri sering dijadikan sebagai alasan untuk menahan rasa lapar dalam waktu yang sesaat ketika berbuka puasa.

Namun, ternyata cara ini tidak tepat bagi kamu yang sedang menjalankan program diet saat bulan puasa. Gorengan dikenal dibuat dengan minyak, bahkan tidak jarang kita melihat penjaja gorengan menggoreng berbagai macam jenis makanan menggunakan minyak sisa dari hasil membuat gorengan sebelumnya.

Kadar kalori dan kolesterol yang diberikan minyak saja sudah bisa membuat tubuh menjadi tidak sehat, apalagi jika dikonsumsi sebagai camilan saat berbuka puasa. Oleh karena itu, bagi kamu yang masih memiliki kebiasaan mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa, sebaiknya segera hindari cara ini ya!

  1. Pilih camilan sehat

Sebagai pengganti gorengan sebagai menu camilan untuk berbuka puasa, kamu bisa memilih berbagai macam buah-buahan seperti pisang atau semangka. Pisang contohnya memiliki kadar glukosa serta protein sehingga dapat meningkatkan kembali energi tubuh.

Sementara itu buang semangka akan memberikan energi melalui kadar air yang tersimpan di dalamnya. Mengonsumsi semangka dengan tepat akan membuat tubuh kamu terhindar dari dehidrasi. Selain itu, buah kurma atau berbagai macam jenis sayuran juga bisa dijadikan sebagai camilan sebagai “menu pembuka” untuk berbuka puasa.

  1. Minuman terlalu manis dan bersoda tidak tepat

Biasanya, saat akan berbuka puasa, sebagian masyarakat akan akan cari teh manis sebagai hidangan pembuka untuk membatalkan puasa. Tidak jarang juga banyak yang mencari minuman bersoda atau minuman isotonik tinggi yang dianggap dapat melepaskan dahaga dan memberikan energi baru untuk tubuh.

Namun, yang perlu kamu ingat keuntungan dari jenis minuman ini hanya bersifat sementara dan membuat kamu bisa kehilangan energi lagi hanya dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, minuman yang dihidangkan sebaiknya dikonsumsi dengan tepat. Jika ingin menghidangkan teh, tambahkan saja gula secukupnya. Sementara itu, untuk minuman bersoda atau isotonik, sebaiknya kamu hindari saja.

Jika tidak dihindari, maka minuman ini justru dapat membantu meningkatkan berat badan kamu, dan bahkan minuman bersoda dapat membuat asam lambung meningkat sehingga kondisi tubuh menjadi.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengonsumsi minuman yang tepat saat berbuka puasa. Saat pertama kali berbuka, air putih hangat tentunya lebih tepat untuk tubuh, karena segelas air putih pertama dapat memulihkan energi tubuh kamu yang sudah terkuras kurang lebih selama 12 jam.

  1. Mengontrol makanan setelah berbuka

Rata-rata, ketika selesai berbuka puasa, maka setiap hidangan yang tersaji akan terlihat nikmat. Sehingga tidak jarang banyak langsung melampiasakan nafsu makannya yang tertunda dengan menyantap semua hindangan.

Namun, cara ini ternyata tidak tepat, karena akan membuat kondisi lambung belum siap untuk menerima makanan yang banyak setelah hampir kurang lebih 12 jam berpuasa.

Oleh karena itu, kamu bisa mengambil porsi nasi dan lauk pauk yang tidak terlalu banyak untuk dikonsumsi. Bahkan bagi yang sedang diet saat puasa, disarankan untuk memperbanyak menu sayuran makanan jenis ikan karena dapat memulihkan energi tubuh serta menahan rasa lapar kembali setelah berbuka puasa, meskipun menyantap menu yang tidak banyak.

Tertarik mencoba cara cepat diet selama bulan puasa ini?

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami