Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Gaji Sering Habis di Pertengahan Bulan? Cek Sebabnya di Sini

by Miftahul Khoer on 25 Oktober, 2018

Apakah Anda merasa gaji sering habis di pertengahan bulan padahal jarang belanja barang-barang mahal? Jika iya, maka ada yang salah dengan pengeluaran Anda sehari-harinya. Cek yuk apa saja penyebabnya.

Banyak faktor yang selalu dianggap sepele mengapa gaji bulanan Anda sering tidak mencukupi hingga akhir bulan. Faktor-faktor inilah yang secara tidak sadar membuat penghasilan Anda seolah lenyap begitu saja. Cek beberapa penyebab gaji Anda selalu habis di tengah jalan berikut ini.

Belanja rokok

Bagi Anda yang berpenghasilan bulanan sesuai UMR (Upah Minimum Regional) atau sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta, mungkin sering mengalami penghasilan bulanan terkadang tak pernah cukup atau pas-pasan. Jangankan menyisihkan untuk dana investasi, untuk mencukupi kehidupan sehari-hari saja sudah untung.

Coba cari salah satu penyebabnya. Catat pengeluaran apa saja yang bisa menyebabkan gaji Anda cepat habis. Jika Anda menemukan salah satu faktor pengeluaran yang cukup besar adalah belanja rokok, maka jawabannya tepat sekali.

Harga rokok rata-rata Rp20.000 per bungkus. Jika dihitung sebulan, maka pengeluaran untuk membeli rokok mencapai Rp600.000. Artinya jika gaji Anda katakanlah Rp5 juta, maka pengeluaran untuk belanja rokok per bulan mencapai 12 persen dari total penghasilan.

Makan di luar

Seberapa sering Anda makan di luar baik sendiri, bersama teman atau keluarga? Coba hitung berapa pengeluaran untuk makan di luar, apakah biayanya lebih tinggi dibandingkan dengan masak di rumah atau justru lebih rendah? Rasa-rasanya biaya makan di luar relatif lebih mahal dari pada Anda makan di rumah hasil masak sendiri.

Mari kita hitung simulasinya. Jika Anda punya bujet Rp50.000 untuk belanja dan masak sendiri, maka Anda bisa mendapatkan 0,5 kg daging ayam seharga Rp15.000; 10 pcs tahu goreng Rp10.000; bahan baku sayur sop Rp5.000; satu papan tempe goreng Rp5.000; krupuk goreng Rp5.000; bahan baku sambal Rp5.000; hingga hidangan cuci mulut Rp5.000. Menu hasil belanja sendiri ini bisa dimakan untuk beberapa orang dan beberapa kali santapan.

Bandingkan jika Anda makan di luar dengan bujet Rp50.000. Anda mungkin maksimal bisa makan untuk dua hingga tiga kali. Itu pun jika menu yang dibeli adalah menu warteg. Berbeda jika Anda makan di luar di sebuah restoran atau cafe. Mungkin bujet Rp50.000 hanya cukup untuk beli sepotong ayam sama nasi saja.

(Baca juga: Kiat Atur Keuangan dengan Gaji Rp5 Juta)
Nongkrong di kedai kopi

Tren kedai kopi sedang naik daun. Hampir di setiap titik di kota-kota besar pasti dengan mudah kita temukan kedai kopi. Maka jangan heran jika kedai kopi ini selalu banyak didatangi pengunjung.

Tapi jangan bandingkan harga kopi sachet dengan yang dijual di kedai-kedai kopi. Jika Anda terbiasa dengan kopi sachet yang bisa dibeli di warung-warung, Anda cukup mengeluarkan kocek Rp3.000 hingga Rp5.000 per cangkirnya.

Berbeda jika Anda mengopi cantik di kedai kopi, sambil berinternet gratis yang disediakan. Rata-rata kopi yang dijual di kedai kopi mulai dari Rp15.000 hingga Rp20.000.

Itupun jika Anda cuma mengopi saja. Padahal yang namanya nongkrong di kedai kopi pasti harus jajan yang lain, misalnya kentang goreng hingga makanan-makanan berat yang disediakan kedai.

Jika Anda dalam sekali nongkrong di kedai kopi menghabiskan Rp100.000 dan punya jadwal rutin nongkrong setiap minggunya, maka bujet untuk nongkrong di kedai kopi saja tembus Rp400.000 setiap bulannya.

Jajan

Hal yang jarang disadari kenapa gaji bulanan sering habis juga dikarenakan Anda sering jajan. Mungkin dari Anda setiap harinya ada yang sering makan bakso, mie ayam, minuman yang sedang hits atau jajan dagangan yang tiap hari lewat di depan rumah.

Nah, meski nilainya dianggap tidak besar, tapi coba deh kalkulasikan berapa pengeluaran uang jajan untuk setiap bulannya? Kalau setiap hari Anda habiskan uang jajan sekitar Rp20.000 saja, maka dalam sebulan tak terasa uang jajan Anda mencapai Rp600.000.

Artinya, bukan melarang untuk boros membelanjakan uang jajan. Namun, jika memang bisa dikurangi atau ditekan, kenapa tidak Anda lakukan? Toh, kalau untuk sekadar mengenyangkan perut, Anda bisa makan makanan besar hasil masakan sendiri.

(Baca juga: 5 Hal Penting Ini Harus Anda Miliki di Usia 30)
Air kemasan

Anda mungkin sering merasa malas jika harus bawa bekal air minum setiap hari ke tempat kerja. Biar tidak ribet, Anda memutuskan untuk membeli air minum kemasan senilai Rp5.000 per botol. Itu baru berangkat kerja saja, belum lagi pulang kerja, Anda membeli lagi air minum kemasan dengan harga yang sama.

Maka jika dihitung, setiap harinya Anda mengeluarkan uang untuk membeli air kemasan seharga Rp10.000. Itu berarti dalam sebulan bujet untuk air kemasan mencapai Rp300.000.

Padahal, kalau mau hemat, lebih baik Anda beli wadah sendiri untuk tempat air minum, kemudian isi di rumah. Ini akan lebih menghemat pengeluaran. Sehingga akan menekan biaya bulanan Anda.

Transportasi online

Berapa kali Anda naik transportasi online dan berapa bujet yang harus dikeluarkan setiap harinya? Memang, kehadiran transportasi online saat ini semakin memudahkan para pengguna dibandingkan dengan transportasi umum yang dinilai belum memberikan kenyamanan.

Secara tidak sadar bujet untuk transportasi online ini cukup mempengaruhi pengeluaran bulanan Anda. Jadi, sebaiknya Anda bijak menggunakan transportasi online. Caranya, Anda bisa tentukan kapan saatnya naik transportasi online dan kapan menggunakan transportasi umum seperti KRL.

Faktor-faktor yang dinilai sepele di atas ternyata bisa berpengaruh besar terhadap penghasilan Anda. Sebaliknya, jika poin-poin pegeluaran di atas bisa dipangkas, maka tak ada kamusnya bahwa gaji Anda sudah habis di pertengahan bulan. Tak percaya? Coba saja!

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami