Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

2 menit waktu bacaan

Ini yang Harus dilakukan Saat Cinta Pekerjaan tapi Benci Bos

by Ariesta on 19 Juli, 2016

Keluar dari pekerjaan yang kamu benci adalah normal. Tapi bagaimana kalau kamu menyukai pekerjaan yang kamu lakoni, namun masalahnya terletak pada bos? Sebab keadaan bisa jadi lebih rumit saat kamu mencintai pekerjaan namun membenci bos.

Sebelum berpikir cara-cara mengerikan untuk menyingkirkan bosmu, coba tips berikut untuk memperbaiki hubunganmu dengan bos. Kalau ternyata tidak mengubah keadaan apapun, berarti kamu memang harus keluar dan melamar pekerjaan sejenis sambil berharap mendapat bos yang lebih baik.

1. Ketahui apa yang menjadi masalah

Sangat penting untuk memahami mengapa masalah muncul. Masalah dengan bosmu mungkin berasal dari masalah pribadi atau profesional.

(Baca juga: Selain My Stupid Bos, Inilah Lima Film yang Bercerita Bos Menyebalkan)

Kalau urusannya profesional, kamu bisa mengganti strategi dalam bekerja. Tapi kalau karena perselisihan pribadi, maka kamu harus segera bicara empat mata untuk meluruskan salah paham. ASAP.

2. Berusaha memahami situasi bos

Ada bos yang senang melihat bawahannya menderita, tapi ada juga yang sangat teliti dan kerja keras sehingga menuntut hal yang sama dari bawahannya.

Kalau bosmu merupakan tipe yang kedua, cobalah bayangkan ada di posisinya. Mungkin dia sendiri mendapat tekanan besar dari bosnya. Pada akhirnya bos juga manusia, sama sepertimu.

3. Suarakan ketidaksukaan secara terang-terangan

Menyimpan kekesalanmu boleh-boleh saja. Tapi kalau bosmu sudah melanggar batas seperti melakukan kekerasan fisik, verbal, bahkan seksual, segera bicara padanya.

Kamu mungkin takut kalau melawannya akan menciptakan masalah yang lebih besar. Tapi selama kamu tidak salah, jangan takut. Jika sampai dipecat, mungkin ini adalah jalan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

4. Hadapi bos yang selalu bilang tidak

Sangat sulit memang, berhadapan dengan bos yang tidak punya kata ‘ya’di kamusnya. Hasil kerja sering ditolak, saat menyerahkan laporan selalu disalah-salahkan.

Ini triknya. Cari tahu ide apa yang ingin si bos wujudkan, ambil proyek tersebut dan lakukan yang terbaik. Intinya, buat bos terkesan dengan kemampuanmu.

(Baca juga: Naksir Sama Bos? Begini Caranya Agar Tetap Profesional di Tempat Kerja)

Kesabaran orang ada pada batasnya. Saat kamu kesal, hal pertama yang terlintas pasti mengajukan resign. Sebelum melayangkan surat ke HRD, ingatkan diri sendiri perjuanganmu untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Tapi jika situasi tidak kunjung membaik, saatnya mencari pekerjaan baru dengan bos yang lebih asyik.

Tentang Penulis