Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Inilah Alasan Kenapa Orang Kaya Bisa Makin Kaya

by Arfan Wiraguna on 13 Agustus, 2015

tips kaya _ kartu kredit - CekAja.com

Orang kaya, katanya, memiliki cara sendiri dalam menggunakan uang mereka. Itulah yang membedakannya dengan kita, dan membuat mereka bisa terus menerus mengeruk untung.

Coba nilai diri sendiri? Sudah berapa kali gonta-ganti gadget dalam tahun ini? Atau, ketika punya sedikit uang, yang sebenarnya bisa diinvestasikan tapi tidak dilakukan.

Namun, kalau orang kaya, mereka memiliki manajemen keuangan yang baik dan lebih senang menanamkan uang menjadi investasi. Seperti investasi properti, seni, bisnis, dan lainnya serta dapat menahan diri dari nafsu berbelanja sesaat. Namun, apakah hanya itu rahasianya? Ternyata tidak.

(Baca: Mau Bisnis Startup dan Dapatkan Investor? Sambangi 5 Tempat Ini)

Makin cepat berencana, makin baik

Semuanya sebaiknya dimulai dari sebuah rencana sederhana. Tak masalah berangkat dari kalangan apa pun, yang penting kita perlu memiliki banyak gagasan serta bekerja keras dalam merealisasikannya. Setelah itu, kita perlu menentukan target, berapa jumlah harta yang diinginkan dan bagaimana mencapainya dalam rentang waktu tertentu.

Misalnya, kamu berniat untuk menginvestasikan uang sebesar Rp 14 juta ketika berusia 20 tahun. Pada saat sudah berusia 60 tahun, dana investasi tersebut sudah tumbuh menjadi sekitar Rp 300 juta—dengan asumsi tingkat bunga sebesar 8 persen per tahun.

(Baca juga: Bedanya Saat Memulai Investasi di Usia 25 dan 35?)

Namun jika baru mulai berinvestasi pada usia 50 tahun sebesar Rp 140 juta—atau sepuluh kali lipat dari jumlah investasi di atas, maka dana tersebut hanya tumbuh menjadi Rp295-an juta atau di bawah hasil investasi di atas.

Kendalikan utang

Bagi sebagian orang, sulit hidup tanpa utang, baik itu utang kepada teman, mertua, maupun utang kepada pegadaian atau bank. Pemanfaatan utang juga bermacam-macam. Ada yang berutang untuk membeli rumah, membeli mobil, bahkan berjalan-jalan ke luar negeri.

Secara umum, utang dibagi menjadi dua kelompok besar. Utang produktif dan utang tidak produktif atau konsumtif. Utang produktif biasanya digunakan untuk usaha. Utang itu digunakan untuk merintis atau memperluas usaha. 

(Baca juga: Ingin Berinvestasi? Mulailah dari Sekarang)

Misalnya, seorang pengusaha penerbitan berutang kepada bank untuk membeli bahan baku berupa kertas yang akan digunakan untuk memproduksi buku. Buku ini dijual lalu sebagian hasil penjualan digunakan untuk membayar kembali utang. Sementara utang konsumtif digunakan untuk membeli barang konsumsi, seperti mobil dan rumah. Oleh karena itu, jika kita ingin bertambah kaya, sebaiknya kita dapat menjaga rasio utang dari dua kelompok ini dalam tingkatan yang baik.

Penghematan besar-besaran

Acap kali, orang kaya dianggap suka menghabiskan uang secara berlebihan saat berbelanja. Padahal, mereka justru sangat berhati-hati dalam mengeluarkan uang dan selalu menyisihkan sebagian besar pendapatannya untuk diinvestasikan. 

Artinya, lebih baik mengikuti jejak orang kaya dengan berinvestasi dalam jumlah lebih besar. Idealnya, jumlah total investasi tersebut adalah sepertiga dari pendapatan setiap bulan. 

(Baca juga: 7 Mobil Murah, Hemat, dan Irit BBM 2015)

Rela bayar mahal untuk pendidikan

Orang-orang sukses biasanya mendalami hal yang paling mereka sukai dalam hidup. Mereka juga tidak setengah-setengah dalam mendalaminya. Oleh karena itu, mereka rela merogoh kocek dalam-dalam demi mendapatkan pendidikan terbaik sesuai dengan minat dan bakatnya.

Itulah kenapa orang-orang tersebut tetap kaya. Dengan memiliki pendidikan yang baik, mereka tetap memiliki keahlian yang dihargai mahal oleh kebanyakan orang. Sehingga ketika dilanda berbagai masalah keuangan, mereka dapat memastikan dirinya tak kesulitan secara finansial karena bekal kemampuannya tersebut.

Punya target spesifik

Sangat mudah menghabiskan uang untuk mendapatkan sesuatu yang disuka. Tapi pada akhirnya, kita harus mengeluarkan banyak uang untuk kebutuhan krusial tak peduli berapapun pendapatan yang dimiliki. Itulah mengapa kita perlu fokus pada target spesifik di masa depan dan mulai mengurangi pengeluaran untuk berbagai barang yang tidak perlu.

(Baca juga: 10 Film yang Ajarkan Arti dan Cara Kumpulkan Uang)

Orang kaya tak pernah membayar untuk hal-hal yang tak diperlukannya. Dirinya selalu menghindar membeli hal-hal yang memang tak diperlukan. Benjamin Franklin bahkan pernah mengatakan, hati-hati dengan pengeluaran yang sedikit, karena danau yang kecil dapat menenggelamkan kapal besar.

Promo Kartu Kredit BCA - CekAja.com

Uang bukan segalanya

Seringkali kita memiliki karir karena gaji, namun ternyata bukan ini motivasi utama para orang kaya yang sukses. Bahkan, beberapa fakta menyatakan bahwa mereka tidak mengincar gaji—yang selama ini menjadi simbol pekerjaan yang menawarkan stabilitas finansial dan menjadi pilihan utama kebanyakan orang.

Dengan kata lain, kita harus tahu nilai norma dan motivasi kenapa kita bekerja. Selain itu, kita juga perlu mengetahui di mana gairah terbesar kita berada. Gairah bukanlah soal uang. Coba saja tanyakan pada mereka yang sukses tentang apa kuncinya. Mereka akan menjawab bahwa mereka melakukan apa yang mereka suka. 

Tidak pernah pilih jalur pintas

Kebanyakan kita selalu mencari jawaban bagaimana cara untuk menemukan metode paling cepat, atau jalan pintas, agar sukses berbisnis. Padahal, pengalaman bisnis puluhan tahun mengajarkan, tidak ada jalan pintas untuk mendapat untung besar. 

(Baca juga: Resolusi Keuangan 2015: Menjadi Miliuner Saat Pensiun)

Artinya, kita perlu bekerja ekstra keras. Tidak seperti persepsi kebanyakan orang bahwa orang-orang kaya hanya bersenang-senang saja. Faktanya, orang kaya bekerja lebih keras dibandingkan orang biasa. Dengan begitu, kamu akan mendatangkan lebih banyak peluang karir dan bisnis yang berguna meningkatkan pendapatan pribadi.

Selain ketujuh prinsip di atas, meski banyak uang, kebanyakan orang kaya justru jarang memperlihatkan kekayaannya. Di sisi lain, mereka justru gemar berderma dan berbagai dengan masyarakat yang kurang beruntung. Inilah alasan utama mengapa mereka tetap dapat diterima dan dihargai oleh masyarakat.

Tentang Penulis

Arfan Wiraguna

Writer & Coffe Lover - Finansial dan ekonomi adalah makanan sehari-hari.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami