Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Inilah Jalur Mudik yang Rawan di Sepanjang Pantura

by Surtan Siahaan on 1 Juli, 2016

klaim asuransi mobil _asuransi kendaraan - CekAja.com

Pantai Utara alias Pantura adalah salah satu jalur mudik paling sibuk di Indonesia. Bisa dimaklumi karena jalur ini merupakan penghubung antara Jakarta dan kota-kota penyumbang tenaga kerja di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bagi kamu yang berencana mudik melewati jalur ini harus lebih hati-hati.

Alasannya, ada sejumlah titik di Pantura yang rawan buat pemudik. Tidak hanya rawan macet, jalur-jalur berikut ini juga rawan bencana alam seperti longsor, banjir hingga rawan tindak kejahatan.

Rawan macet

Salah satu daerah yang diduga akan jadi sumber kemacetan pada mudik 2016 adalah Desa Klonengan di Kecamatan Prupuk, Kabupaten Tegal. Penyebabnya adalah adanya perlintasan kereta api dan jalan dua jalur yang tergolong sempit. Belum lagi daerah ini adalah persimpangan bagi pengguna jalan yang berasal dari tegal dan Tol Pejagan, brebes.

Titik selanjutnya yang juga rawan macet adalah daerah Cepiring, Kendal Jawa Tengah dan Bulakamba, Brebes. Di tempat ini biasanya akan sangat padat karena aktivitas pasar tumpah yang makin menjelang Lebaran. (Baca juga: Mau Beli Kendaraan untuk Mudik, Pilih Mobil Murah atau Mobil Bekas?)

Rawan kecelakaan

Bagi pemudik yang berencana menuju Semarang dari Jakarta ada beberapa titik yang tergolong rawan kecelakaan tak jauh dari Ibu Kota Jawa Tengah tersebut. Seperti dikutip dari Detikcom, titik rawan kecelakaan itu di antaranya Jalan Walisongo.

Lokasi satu ini memang rawan kecelakaan terlebih di tikungan setelah RS Tugurejo dari arah Jakarta. Karena jalan itu berada di daerah kawasan industri yang sering dilalui kendaraan berat, jalannya bergelombang dan sering mengalami kerusakan.

Sementara di daerah Cepiring, Kendal Jawa Tengah titik yang rawan kecelakaan adalah di depan pabrik PT Industri Gula Nusantara Cepiring hingga Jembatan Bodri, Nolokerto, Kaliwungu, tepatnya di depan pabrik PT Samator hingga pabrik PT Asia Pacific Fibers. Dikutip CekAja dari Metrotv, daerah tersebut rawan kecelakaan yang melibatkan pemotor karena rendahnya kesadaean mereka dalam berlalu lintas.

Rawan kriminalitas

Korban kriminalitas di jalan raya didominasi oleh pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua. Bagi kamu yang mau mudik menggunakan motor sebaiknya lebih waspada saat melintas di beberapa titik seperti di daerah Jalan Raya Lingkar By Pass Karawang dan sepanjang jalur khusus sepada motor wilayah Cilamaya. Tindak pencurian dengan kekerasan alias curas juga lebih sering terjadi di malam hari. Untuk itu, bagi kamu yang berencana mudik dengan menggunakan motor, hindari perjalanan di malam hari. Jika harus melintas di malam hari, usahakan agar berkendaraan secara konvoi untuk mencegah tindak kejahatan.

Rawan paku

Kejahatan ranjau paku juga cukup rawan di sepanjang jalur mudik Pantura. Salah satu daerah yang terkenal rawan ranjau paku adalah Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi khususnya di kawasan inspekspi Kali Malang.

Paku-paku tersebut snegaja ditebar oleh oknum jasa tambal ban untuk memeras pemudik yang terkena jebakan. Biasanya, pemudik yang kepepet harus bersedia membayar berkali-kali lipat dari harga normal agar bisa melanjutkan perjalanan. (Baca juga: Waspada, Ini 5 Gangguan Kesehatan yang Sering Muncul Saat Mudik)

Rawan banjir

Banjir juga jadi bencana alam yang bisa mengganggu kelancaran pemudik di jalur Pantura. Sebab, beberapa ruas jalan seperti di Kabupaten Kendal biasa terendam air jika turun hujan. Seperti dikutip dari Antara, Banjir dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter disebabkan oleh luapan air dari Sungai Blorong yang melewati Kendal.

Bagi para pemudik yang menggunakan motor, disarankan untuk mencari alternatif jalan. Sebab, jika banjir mesin motor bisa mati dan malah membuat rencana mudik hancur berantakan.

Tentang Penulis