Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Insiden Penusukan Wiranto, Lakukan 7 Hal Ini Agar Luka Cepat Pulih!

by Sindhi Aderianti on 16 Oktober, 2019

Proses operasi memang tidak menimbulkan rasa sakit. Namun untuk memulihkan bekas lukanya, ada berbagai upaya hingga pantangan yang perlu dipatuhi pasien agar bisa kembali beraktivitas normal.

Ria Irawan

Jumat (11/10/2019) lalu, musibah penusukan terjadi pada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Penyerangan tersebut dilakukan secara tiba-tiba oleh seorang pria tak dikenal, saat beliau tengah menyapa warga dalam rangka peresmian gedung kampus UMA di Pandeglang, Banten.

Atas tragedi penusukan yang menimpanya, mantan Panglima ABRI itu harus menjalanin operasi. Lantaran menurut dokter RSPAD Gatot Subroto, ada luka sobekan cukup parah di usus halus sehingga bagian ini mesti dipotong sepanjang 40 cm.

Kabar terakhir menyebutkan, kondisi beliau sudah jauh lebih membaik. Bahkan mulai latihan berjalan, walaupun maih dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Pasca operasi bedah seperti Menko Polhukam Wiranto, sebenarnya upaya apa yang harus dilakukan pasien agar cepat pulih? Berikut langkah-langkahnya:

1. Tidur yang cukup

Pertama, usahakan untuk tidur yang cukup. Jika sudah diperbolehkan pulang, pasien disarankan untuk tidur minimal sebanyak 7-8 jam setiap malam dan tidur siang sekitar 1 jam.

Dengan memperbanyak istirahat di rumah (bed rest), tubuh akan jadi lebih cepat memulihkan diri terutama luka pasca operasi.

(Baca juga: Dua Langkah Mudah Pindah Faskes BPJS Kesehatan)
2. Makan ikan gabus

Hampir semua jenis ikan punya manfaat kesehatan, termasuk ikan gabus yang diam-diam menyimpan kebaikan luar biasa. Selain protein, tingginya kandungan albumin dalam ikan air tawar ini amat berperan dalam menyembuhkan luka sayatan operasi pada tubuh.

Sehingga ketika seseorang mengalami luka atau setelah operasi, biasanya dokter menyarankan untuk mengonsumsi ikan gabus setiap hari.

3. Konsumsi banyak protein

Umumnya setelah operasi, pasien juga tidak dianjurkan mengonsumsi beberapa makanan. Contohnya, makanan dengan serat tinggi yang menyebabkan sembelit.

Sebab jika pasien kesulitan BAB sampai harus mengejan, luka jahitan otomatis akan tertekan dan menimbulkan rasa sakit. Maka pasca operasi, pastikan kamu hanya mengonsumsi makanan kaya protein, serta menjaga asupan cairan dengan minum air putih 1,5 liter sehari.

4. Rutin minum obat

Ada beberapa obat yang diresepkan dokter setelah operasi. Jika pasien harus mengonsumsi antibiotik, minumlah dengan rutin sampai habis. Karena selain menjaga asupan makanan dan beristirahat, obat-obatan juga ampuh membantu tubuh cepat pulih.

Minum obat pereda nyeri yang diberikan hanya ketika merasa sakit. Pasalnya, obat pereda nyeri dapat menyebabkan iritasi lambung dan menyebabkan kantuk.

(Baca juga: 4 Penyebab BPJS Kesehatan Tekor Terus, Kamu Sudah Bayar Iuran?)
5. Jangan dulu mengangkat beban

Pasca operasi, pasien juga tidak diperkenankan untuk mengangkat beban lebih dari 5 kg. Selain itu, hindari pula melakukan olahraga yang intens dalam 4-6 minggu.

Lama waktu ini berkaitan erat dengan proses penyembuhan luka operasi. Meki begitu, kamu tetap disarankan untuk melakukan olahraga ringan agar bagian tubuh yang dioperasi bisa lentur kembali, seperti misalnya berjalan kaki.

6. Larangan berhubungan seksual

Supaya pemulihan setelah operasi berjalan dengan baik, ada sejumlah kegiatan yang harus dibatasi sementara. Angkat beban dan olahraga intens sudah pasti harus libur dulu.

Selain itu, hubungan seksual pun sebaiknya dihindari sampai 2 minggu pasca operasi. Tujuanya agar bekas sayatan tidak langsung tertekan saat melakukan hubungan seksual, semisal ketika posisi pasangan berada di atas pasien.

7. Hati-hati saat batuk

Batuk ummnya menimbulkan tekanan cukup kuat di bagian perut. Pasca operasi, tentu hal ini sangat menyakitkan. Maka demikian, Oleh karena itu cara batuk pun harus diperhatikan.

Agar tidak sakit dan menjaga luka sayatan dari infeksi, tahan perut yang terdapat luka operasi menggunakan bantal atau tangan, lalu batuk dengan berdeham sepelan mungkin.

Musibah bisa terjadi kapan saja. Sebagai upaya melindungi diri dan keluarga, pertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatau ataupun jiwa. Belum punya asuransi? Bandingkan, pilih, dan beli secara online hanya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami