Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

INTERVIEW Dewi Gontha: Konsistensi Sang Penjaga Marwah Java Jazz

by Gentur Putro Jati on 25 Februari, 2019

Java Jazz Festival (JJF) yang digelar pada 1-3 Maret 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran akhir pekan ini, akan menjadi pencapaian baru bagi PT Java Festival Production. Sejak 2005, perusahaan penyelenggara event musik itu mampu menggelar salah satu festival musik Jazz terbesar di dunia.

Sehingga jika di total, festival yang tahun ini mengambil tema “Music Unites Us All” akan menjadi ajang Java Jazz yang ke-15 loh. Konsistensi perusahaan dalam menyelenggarakan pertunjukan yang telah menghadirkan ratusan musisi nasional dan internasional selama 15 tahun tersebut, tidak lepas dari gairah dan semangat terhadap musik yang dimiliki sang Presiden Direktur, Dewi Allice Lydia Gontha.

CekAja.com berkesempatan mewawancarai putri dari pengusaha dan musisi Peter F. Gontha, yang juga ibu dari dua orang putra tersebut ditengah kepadatan jadwalnya mempersiapkan JJF 2019. Berikut nukilannya:

Kilas balik ke 2005 saat Java Jazz pertama kali diselenggarakan, bisa Anda ceritakan munculnya ide awal untuk menyelenggarakan event tersebut?

Ide ini menyelenggarakan festival musik di Indonesia dimulai dari kecintaan Bapak Peter Gontha terhadap musik. Beliau dulu selalu membawa musisi Indonesia untuk tampil di event musik di Belanda, paling tidak sekali setahun.

Lalu muncul ide, mengapa tidak membawa musisi dari luar negeri untuk bermain di sebuah festival di Jakarta? Sekaligus kita bisa mempromosikan Indonesia melalui musik.

(Baca juga: Gelar Konser April Nanti, Begini Lika-Liku Perjalanan Karir John Mayer)

Ayah saya sendiri sudah dari tahun 90-an membawa musisi-musisi Jazz main di sebuah klub Jazz yang dulu dikenal dengan nama JAMZ.

Apa suka dukanya menjadi promotor event musik di Indonesia? Bagaimana prospek bisnis ini ke depannya?

Hampir semua event musik di Indonesia masih sangat tergantung dengan sponsor untuk bisa menjaga harga tiket, dan bisa mempresentasikan sebuah acara dengan standar dan skala international.

Setelah sebuah acara berhasil diselenggarakan, ada perasaan bangga bisa mempromosikan Indonesia melalui musik. Hal itu sekaligus menjadi lahan promosi bagi artis Indonesia. Itu perasaan yang bagi saya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.

Kami selaku penyelenggara sadar betul keberhasilan sebuah festival adalah hasil kerja semua sponsor, rekanan acara, tim kerja dan media yang selalu mendukung dan percaya terhadap cara kerja dan acara yang kami selenggarakan.

Menurut kami prospek industri ini sangat besar. Sama seperti di negara lain, festival adalah sebuah industri yang ruang berkembangnya di Indonesia masih sangat besar, baik itu festival musik, tarian dan kesenian, festival makanan dan minuman, dan lainnya.

Java Jazz edisi tahun berapa yang menurut Anda paling menantang penyelenggaraannya? Apa alasannya?

Tahun 2017 adalah tahun yang sangat sulit dimana festival tersebut sempat menemukan titik jenuh sehingga di tahun 2018 kami berhasil melakukan revamp konsep, program acara dan tampilan acara untuk melayani penonton setia Java Jazz dan juga untuk menarik pengunjung baru.

Selain Java Jazz, perusahaan Anda juga menyelenggarakan Java Rockin Land dan Java Soulnation, event mana yang paling menguntungkan dari sisi bisnis? Mengapa?

Semua acara yang kami selenggarakan memiliki konsep dan target market yang berbeda dan tingkat kesuksesan yang berbeda beda.

Tapi sebuah acara sangat tergantung terhadap pemilihan artis, sponsor, rekanan dan media yang membantu mempromosikan acara tersebut.

Apa kiat Anda bisa bertahan dan menjaga konsistensi menyelenggarakan suatu event musik jazz sampai 15 tahun lamanya? Padahal mungkin akan lebih mudah dan menguntungkan menyelenggarakan konser boy/girlband K-Pop misalnya?

Kecintaan terhadap sebuah festival musik adalah darah daging perusahaan kami dan dari situ kami coba terus membangun.

Kami dari awal membedakan diri kami sebagai salah satu promoter festival musik yang menghadirkan musisi Indonesia dan asing, disitulah kami coba bedakan diri.

(Baca juga: INTERVIEW: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR)

Untuk mengerjakan sebuah pekerjaan, we have to have our heart and soul in it, dan jenis pemilihan musik sebagai bagian acara adalah apa yang kami mengerti. Dan saat ini jenis musik K-Pop belum saya pahami, namun tentunya tidak menutup kemungkinan suatu hari kami bisa kerjakan itu juga.

Musisi/band apa yang sampai sekarang Anda belum kesampaian untuk mendatangkannya ke Indonesia? Apa kendalanya mendatangkan musisi tersebut?

Ada beberapa nama yang saya prefer untuk tidak saya sebutkan karena memang belum kesampaian. Ada nama-nama yang memang sudah jarang touring atau show, atau mungkin terlalu tinggi biayanya untuk sebuah festival, atau mungkin jadwal yang belum cocok dengan festival kami.

Untuk para promotor baru di industri musik ini, apa tips yang bisa Anda bagikan ke mereka sehingga bisnisnya bisa tetap langgeng?

Konsisten dan selalu mencari kritik yang baik terhadap event sendiri, lihat dan cari kekurangan dari setiap penyelenggaraan, pelajari dan usahakan buat yang lebih baik ke depannya.

Jujur, dan buat saya vendor dan tim kerja acara adalah satu kesatuan dan bukan tim terpisah. Dengan memperlakukan dan menghargai mereka sebagai satu tim, maka semua akan berikan yang terbaik bagi acara dengan caranya masing masing

Pengusaha baru di bidang ini juga harus be open to changes, see the trends and adjust to the market.

Manfaatkan promo kartu kredit

Nah, itu tadi hasil wawancara eksklusif CekAja.com dengan Dewi Gontha, bos besar yang menjadi motor utama perusahaan penyelenggara JJF. Buat kamu yang tertarik nonton JJF jangan lupa bekali diri dengan kartu kredit BNI sebagai sponsor utama event tersebut.

Saat ini promo yang berlaku adalah diskon 25% untuk pembelian tiket. Sementara program pembelian tiket Daily Pass Buy 1 Get 2 dengan menggunakan kartu kredit dan debit BNI sudah habis.

BNI juga menyediakan program cicilan pembelian tiket masuk ke area JJF 2019 dengan menggunakan cicilan nol persen selama 3 bulan. BNI juga memberikan tambahan potongan harga tiket hingga 50 persen dari nilai transaksi dengan menukarkan BNI Reward Point maksimal Rp1 Juta, jika nasabah menggunakan kartu kredit BNI dengan minimal pembelian Rp500 ribu.

Jika belum memiliki kartu kredit BNI, ajukan aplikasinya lewat CekAja.com sekarang juga! Syaratnya mudah, prosesnya cepat, dan banyak keuntungan lainnya!

Tentang Penulis

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami