Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

INTERVIEW: Siasat Membeli Rumah untuk Milenial

by Gito on 8 Juni, 2018

Geliat industri properti tanah air pada tahun ini dan tahun mendatang diprediksi bakal kembali merangsek naik. Optimisme tersebut disandarkan pada proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dipatok di angka 5,4%. Bagaimana para milenial menyiasati harga properti yang makin menjulang?

Salah satu praktisi di sektor properti, Theresia Rustandi yang menjabat sebagai Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk dan juga Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Perkantoran di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) mengungkapkan kepada CekAja.com beberapa tips untuk memiliki dan berinvestasi di sektor properti, khususnya untuk generasi milenial, berikut petikannya.

Berapa rata-rata kenaikan harga properti per tahunnya?

Standarnya sekitar 10% sampai 15% per tahun. Kalau produknya benar-benar bagus bisa lebih tinggi lagi. Kalau kondisinya Sedang tak biasa seperti tahun lalu, harga properti bisa naik 50%, 100% atau bahkan 200%.

Atau misalnya jika kita beli produk di lokasi yang antah beratah, kemudian masuk infrastruktur, maka harganya akan naik berkali lipat. Jadi sangat menarik investasi di sektor ini.

 

Kapan waktu yang tepat untuk membeli produk properti ?

Membeli produk properti harus dilakukan dari sekarang, meski untuk itu seringkali kita harus sedikit berkorban menyisihkan dana. Hal itu patut dilakukan karena harga properti makin lama makin naik. Jadi mungkin gaya hidup seperti rokok, makan mewah, kemudian pengeluaran untuk membeli gadget atau biaya ngopi dikurangi. Nah, dari situ ditabung untuk beli properti.

Apa saja yang perlu diperhatikan jika ingin membeli properti?

Pertama, yang pasti harus mencari produk properti di lokasi yang bagus, atau memiliki potensi yang cukup bagus, jadi sudah terlihat potensi di daerah A akan berkembang atau tidak. Kemudian untuk membeli properti juga harus melakukan seleksi developer, karena kalau kita mau taruh investasi di tempat yang baik, maka harus cari developer yang baik pula.

Untuk mengetahuinya mudah, Anda bisa cek ke organisasi, paling gampang cek ke REI apakah perusahaan tersebut termasuk dalam daftar dan lihat juga track recordnya. Kalau memang perusahaan tersebut sudah memiliki concern di developing properti berarti bagus.

Karena yang pasti perusahaan tersebut tidak akan lari jika ada masalah. Ini penting, karena biasanya perusahaan developer yang bagus tidak ingin menciptakan distrust di kalangan konsumen. Di developer kepentingan konsumen sangat penting. Permasalahan pasti ada, hanya masalah komitmen saja untuk membereskannya.

Produk properti apa yang paling pas untuk investor baru?

Apa saja oke sebenarnya, tidak masalah. Kalau mau pilih produk landed house atau rumah tapak biasanya lebih mahal kalau di Jakarta. Paling kalau mau cari di luar kota, tetapi tetap pertimbangkan infrastruktur yang ada.

Kalau untuk peningkatan harga, lebih tinggi di apartemen atau rumah?

Kalau Anda ingin membeli apartemen untuk dijual kembali, belilah apartemen yang presale. Yieldnya pasti akan jauh lebih besar ketimbang apartemen yang sudah jadi. Tetapi kalau Anda ingin menyewakannya kembali, belilah apartemen yang sudah mature.

Karena ada apartemen yang capital gainnya tidak terlalu besar tetapi rental yieldnya besar, ini biasanya ada di apartemen yang sudah mature dan lokasinya bagus. Seperti apartemen yang sudah lama berdiri, capital gainnya mungkin tidak tinggi tapi rental yieldnya tinggi, itu biasanya karena lingkungannya sudah mature.

Tujuan pembelian unit juga berpengaruh terhadap objek propertinya ya?

Iya, jadi tujuannya yang beda. Kalau tujuannya untuk dijual lagi beli lah selalu apartemen pre sale, karena kalau presale, begitu apartemennya jadi dan bagus, masyarakat yang cari banyak.

Bagaimana pelaku usaha properti menyiasati segmen milenial?

Memang ada perubahan mindset dan budaya. Jadi ketika para milennial berpikir untuk sharing ekonomi dan lebih mementingkan experience daripada owning, itu adalah perubahan besar. Ketika perubahan itu terjadi maka memiliki property menjadi altrenatif.

Namun demikian memiliki tempat tinggal seharusnya menjadi prioritas utama, karena yang perlu diingat, properti adalah barang yang bisa menjadi investasi. Ditambah properti merupakan investasi yang sifatnya secured.

Itu akan berguna bagi Anda para generasi millennials di suatu hari saat membutuhkan dana. Karena barangnya ada.

Apakah investasi di sektor properti aman?

Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang aman, karena barangnya ada. Ditambah harga properti juga terus mengalami kenaikan, kecuali ada kasus khusus dimana harga properti dijual murah karena butuh uang, itu lain hal. Tetapi pada umumnya harga properti selalu mengalami kenaikan.

Jadi ketimbang spending di tempat yang tidak menghasilkan, lebih baik dimasukkan kedalam aset yang berbentuk seperti properti, dan itu luar biasa. Jika hari ini Anda membeli properti dan dicicil selama 5 tahun, nilai investasinya sudah sangat tinggi. Setelah itu Anda jual properi tersebut untuk mendapatkan produk yang lebih besar lagi secara ukuran. Jadi nilai investasinya akna berlipat terus.

Tentang Penulis

Jurnalis, penyuka musik britpop, sangat suka dengan dendeng kering.