Intip 10 Tips Masak Hemat saat PSBB, Kantong Dijamin Aman!

7 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Di tengah mewabahnya virus Covid-19 dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berlangsung di DKI Jakarta sejak Jumat (10/4), para ibu rumah tangga rasanya perlu mengetahui beberapa tips masak hemat saat PSBB.

tips masak hemat saat psbb

Pasalnya, adanya kebijakan PSBB ini membuat sebagian besar pekerja, khususnya pekerja informal tidak mendapatkan penghasilan seperti biasanya. Bahkan, beberapa dari pekerja tersebut harus menerima PHK dari tempat mereka bekerja.

Dengan begitu, maka kondisi keuangan rumah tangga pun semakin tertekan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pangan. Para ibu rumah tangga secara tidak langsung juga dituntut untuk kreatif, dengan memanfaatkan bumbu dapur serta bahan masakan yang ada, untuk meminimalisir pengeluaran.

Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut, CekAja.com pada kesempatan kali ini akan mengulas beberapa tips masak hemat saat PSBB, yang berhasil dirangkum khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

10 Tips Masak Hemat saat PSBB

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tips masak hemat saat PSBB untuk saat ini memang perlu diketahui oleh para ibu rumah tangga. Sebab, hal tersebut berguna untuk menghemat keuangan keluarga.

Maka dari itu, di bawah ini merupakan 10 tips masak hemat saat PSBB, di antaranya yaitu sebagai berikut.

1. Menghitung dan Mempersiapkan Budget

Tips masak hemat yang pertama adalah kamu perlu menghitung serta mempersiapkan budget atau biaya yang dibutuhkan untuk belanja bahan masakan setiap harinya. Kamu bisa menentukan terlebih dahulu biaya belanja untuk setiap harinya.

Seperti misalnya kamu sudah menentukan satu hari belanja maksimal Rp30.000,-. Di mana, harga tersebut sudah mencakup bumbu dapur serta lauk pauk yang akan kamu masak hari itu.

Kemudian biaya tersebut kamu kalikan 30, maka akan didapatkan hasil Rp900.000,-. Dengan begitu kamu sudah menentukan bahwa budget yang kamu butuhkan untuk belanja kebutuhan masak selama satu bulan kurang lebih Rp900.000,-.

Budget yang sudah kamu perhitungkan tersebut, harus bisa kamu gunakan dengan baik dan konsisten. Sebab, jika kamu tidak konsisten dan membeli bahan masakan di atas harga yang sudah ditentukan tersebut, maka sama saja kamu tidak akan bisa berhemat.

Atau mungkin kamu juga bisa sesekali membeli lauk yang mengandung protein, seperti bakso, ikan, daging sapi, daging ayam dan sebagainya. Namun, kamu baru bisa membeli lauk tersebut apabila terdapat uang belanja sisa dari hari-hari sebelumnya.

Sebab, tubuh mu juga memerlukan kandungan protein, tidak selalu bergelut dengan telur, tahu, tempe, sayur dan lain sebagainya.

(Baca Juga: 29 Daftar Pasar Online di Jakarta untuk Cegah Corona)

2. Membuat Daftar Menu dan Belanja

Tips masak hemat yang kedua adalah membuat daftar menu dan belanja. Setelah sebelumnya menentukan budget belanja untuk satu bulan, kini saatnya kamu menyusun apa saja menu makanan yang akan kamu buat untuk 30 hari ke depan.

Kamu bisa menyusunnya bersama dengan anak dan suami. Rundingkan terlebih dahulu menu apa yang sekiranya mereka inginkan dan sesuai dengan budget yang sudah ditentukan.

Setelah daftar menu makanan sudah tersusun rapi, selanjutnya kamu mulai menyusun daftar belanja. Caranya sangat mudah, yaitu kamu cukup mendata apa saja bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat semua menu tersebut, kemudian perkirakan jumlah kebutuhannya.

Jika sudah, kamu bisa menempelkan daftar menu makanan untuk 30 hari tersebut di pintu kulkas. Tujuannya adalah agar kamu dan anggota keluarga lainnya tahu menu apa yang akan di masak setiap harinya.

Adanya daftar menu juga berguna untuk memudahkan mu dalam memasak. Terlebih, kamu tidak akan memasak menu yang sama dalam satu minggu. Dengan begitu, keluarga tidak akan cepat bosan dengan menu makanan di rumah.

3. Membeli Bahan Makanan di Warung atau Tukang Sayur

Tips masak hemat yang berikutnya adalah usahakan membeli bahan makanan di warung atau pun tukang sayur. Pasalnya, kamu tidak akan mengeluarkan ongkos transportasi, seperti jika kamu berbelanja di pasar.

Karena umumnya, tukang sayur akan berkeliling di sekitar rumah mu. Bahkan, terkadang ia berhenti di depan rumah mu. Tukang sayur akan berkeliling menjajakan sayur, bumbu dapur, lauk dan bahan masakan lainnya, berbeda dengan warung yang menetap di suatu tempat.

Meski begitu, antara warung atau pun tukang sayur sama-sama menjajakan dagangannya dengan murah dan pilihan yang terbatas. Dengan budget yang kamu miliki, misalnya Rp30.000,-, kamu sudah bisa mendapatkan tahu, sayur, tempe dan beberapa bumbu dapur.

Namun, alangkah lebih baik apabila kamu membeli bahan makanan untuk stok satu minggu. Sebab, dengan begitu kamu tidak perlu lagi keluar rumah setiap harinya untuk membeli bahan makanan.

4. Memilih Bahan Makanan yang Lebih Ekonomis

Tips masak hemat selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah memilih bahan makanan yang lebih ekonomis. Seperti misalnya kamu ingin membeli daging, namun budget yang kamu miliki terbatas. Nah, kamu bisa menyiasatinya dengan membeli daging dengan potongan yang lebih kecil.

Atau mungkin bisa saja, kamu membeli daging dengan porsi normal, namun hari itu bahan masakan yang kamu belu memang daging saja. Tetapi, kamu bisa mengolah daging tersebut menjadi beberapa aneka makanan, seperti tongseng, sop, soto, dan lain sebagainya.

Ketika ingin mengolah daging, sebaiknya tidak menggunakan seluruh daging yang kamu beli. Kamu bisa menggunakan setengah atau ¼ nya.

Untuk sisa dagingnya, bisa kamu simpan di kulkas untuk kamu olah menjadi menu makanan di hari-hari berikutnya. Dengan begitu, kamu bisa lebih hemat dan bisa makan olahan daging untuk beberapa kali.

5. Pilih Kacang-kacangan sebagai Alternatif Bahan Masakan

Tips masak hemat yang kelima adalah memilih kacang-kacangan sebagai alternatif bahan masakan. Sebab, kacang-kacangan bisa kamu jadikan makanan yang lezat, sehat, murah dan bergizi.

Pasalnya, ada banyak sekali jenis kacang-kacangan yang bisa kamu olah, mulai dari kacang merah, kacang polong, kacang kedelai, kacang tanah dan kacang-kacang lainnya. Terlebih, daya tahan kacang cukup lama apabila disimpan di tempat yang kering.

Dengan begitu, kamu bisa menyimpan kacang tanah sebagai stock bahan makanan, apabila sewaktu-waktu kamu tidak memiliki bahan makanan lain untuk diolah.

Harga yang ditawarkan kacang-kacangan pun cukup murah, sehingga untuk mendapatkannya kamu tidak perlu merogoh kocek yang besar.

6. Memasak Makanan yang Tahan Lama

Memasak jenis makanan yang tahan lama menjadi salah satu tips masak hemat. Seperti misalnya, kamu memasak tahu tempe bacem, kemudian ungkep ayam dan beberapa bahan makanan lainnya yang tahan lama.

Kamu bisa memasak beberapa bahan makanan tersebut setengah matang. Setelah itu, kamu bisa menaruhnya di kotak makan atau tempat untuk menaruh makanan-makanan tersebut.

Selanjutnya, simpan makanan tersebut di kulkas atau freezer agar tahan lama dan bisa kamu masak kembali di hari-hari berikutnya. Dengan begitu, kamu akan lebih menghemat bahan makanan dan uang belanja yang sudah kamu tentukan sebelumnya.

7. Manfaatkan Bahan Masakan yang Ada

Tips masak hemat yang ketujuh adalah dengan memanfaatkan bahan masakan yang ada. Serupa dengan pembahasan sebelumnya, kamu bisa memanfaatkan bahan makanan yang sudah ada dikulkas untuk kamu olah kembali.

Atau mungkin, jika kamu masih memiliki sisa sayuran atau pun daging yang masih layak dikonsumsi, kamu bisa mengolahnya kembali menjadi menu makanan hari itu. Sehingga, kamu tidak perlu pergi ke warung atau pun tukang sayur untuk berbelanja.

Dengan bahan seadanya, kamu bisa memanfaatkan daya kreatifitas mu untuk mengkreasikan bahan makanan tersebut, menjadi sesuatu olahan yang berbeda dari biasanya. Maka, menu makanan hari itu menjadi sangat spesial dan lezat.

8. Hindari Memasak Makanan yang Menghabiskan Gas Elpiji

Tips masak hemat yang kedelapan adalah hindari memasak bahan makanan yang akan menghabiskan gas elpiji. Seperti misalnya kamu memasak rendang atau opor. Dua jenis olahan tersebut tentu akan menghabiskan gas elpiji dengan cepat.

Pasalnya, apabila kamu memasak rendang, maka kamu memerlukan waktu memasak yang cukup lama agar bisa menghasilkan rendang yang lezat, dengan daging empuk dan bumbu yang meresap.

Hanya saja, jika kamu terlalu sering memasak makanan semacam itu, maka jatah uang belanja yang sudah kamu tentukan sebelumnya akan jebol, hanya untuk membeli gas terus menerus. Dengan begitu, maka sama saja kamu tidak akan bisa memasak dengan hemat.

9. Memasak untuk Dua Kali Porsi Makan

Tips masak hemat yang kesembilan adalah memasak untuk dua kali porsi makan. Kamu bisa memasak makanan yang bisa dimakan hingga dua kali waktu makan, yaitu siang dan malam.

Kamu bisa memasak tempe, tahu, sup dan sayur-sayur bening lainnya yang tetap lezat meski dimakan untuk dua kali makan.

Jika kamu menerapkan sistem memasak seperti itu, maka kamu tidak hanya hemat uang belanja saja, tetapi kamu juga dapat menghemat tenaga mu. Sebab, kamu hanya perlu memasak satu kali, baik itu di pagi hari atau pun siang hari.

(Baca Juga: 5 Manfaat Hidup Minimalis di Tengah Pandemi Corona)

10. Menyimpan Kembali Makanan yang Tidak Habis

Tips masak hemat yang terakhir adalah menyimpan kembali makanan yang tidak habis. Tips yang satu ini bisa kamu lakukan, apabila masakan mu di hari itu masih tersisa.

Jika makanan yang tersisa tersebut merupakan makanan yang tahan lama, kamu bisa menyimpannya di kulkas atau freezer untuk kamu hangatkan kembali esok hari.

Dengan begitu, makanan sisa tersebut tidak akan mubazir dan terbuang sia-sia. Karena, kamu bisa memakannya kembali esok pagi ketika sarapan atau pun makan siang. Bagaimana, sangat hemat bukan?

Beberapa tips masak hemat di atas bisa kamu praktik kan selama masa PSBB ini. Sebab, kamu tidak hanya dapat berhemat, tetapi kamu juga tidak akan membuang-buang makanan begitu saja.

Namun, apabila kondisi keuangan mu selama masa PSBB ini benar-benar tertekan, jangan khawatir. Sebab, kamu bisa mendapatkan pinjaman dana tunai atau KTA di CekAja.com. Terlebih, cara mengajukannya sangat mudah dan prosesnya pun cepat. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani