Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Jadi Kota Mati Karena Virus Corona, Seperti Apa Wuhan Dulunya?

by Sindhi Aderianti on 27 Januari, 2020

Wuhan yang dulu bukanlah yang sekarang. Usai dihantam virus corona hingga kini, kota terdekat dengan jarak 1.100 km dari Beijing tersebut mendadak sepi layaknya film Silent Hill. Banyak yang bertanya-tanya, Wuhan itu dulunya kota apa?

Kota Wuhan

Sejak virus yang menyerang pernapasan ini mewabah, Pemerintah China telah sepakat menutup Kota Wuhan dari akses keluar dan masuk. Jalanan sepi, toko-toko berangsur tak bertuan, bahkan akses transportasi pun dilumpuhkan.

Coronavirus atau 2019-nCoV berdasarkan laporan terakhir sudah menelan korban jiwa sebanyak 56 orang. Bahkan seorang perawat dari wilayah terinfeksi Hankou District, lewat video bertajuk Whistleblower Coronavirus menyebut kalau sebenarnya penularan virus di Negeri Tirai Bambu itu sudah mencapai 90.000 lebih kasus.

(Baca Juga: 7 Cara Mencegah Penularan Virus Corona)

Throwback Kota Wuhan Sebelum Coronavirus

Wuhan merupakan Ibu Kota Provinsi Hubei, yang terletak di jantung negara China. Sebagai kota metropolitan dengan perkembangan ekonomi serta teknologi yang pesat, banyak orang dari berbagai negara datang untuk liburan hingga berbisnis di sana.

Namun, awal tahun 2020 ini, semua berubah mencekam karena ulah virus corona. Berikut CekAja rangkum 5 fakta menarik Kota Wuhan yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Destinasi wisata antik

Kota yang membentangi Sungai Yangtze ini dikenal memiliki punya banyak destinasi wisata dengan arsitektur penuh kemegahan. Beberapa di antaranya yang kerap disambangi oleh turis mancanegara yakni Yellow Crane Tower, Guiyuan Temple, Mulan Mountain, dan Wuhan Yangtze River Bridge.

Sebagai pusat budaya di Provinsi Hubei, Wuhan telah mengantongi predikat Kota Bersejarah Tiongkok sejak tahun 1986. Kota ini juga menyimpan peninggalan bersejarah terkuno, salah satunya adalah makam leluhur berusia 3500 tahun.

2. Perguruan tinggi unggulan

Selain dari segi pariwisata, kota ini juga populer dengan kualitas pendidikannya. Wuhan memiliki 52 perguruan tinggi unggulan, beberapa di antaranya yakni Wuhan University, Wuhan University of Technology, Wuhan Sports University, dan masih banyak lagi. Wajar jika banyak pendatang yang merantau untuk menimba ilmu di sana termasuk mahasiswa dari Indonesia. Ada sekitar 200 jumlahnya, kini mereka terpaksa berdiam di asrama masing-masing demi menghindari coronavirus.

3. Laboratorium virus mematikan

Wuhan kabarnya memiliki laboratorium penelitian untuk patogen-patogen yang berbahaya. Bernama Wuhan National Biosafety Laboratory (WNBL), lab ini dibuka sejak Januari 2018. WNBL dirancang dengan standar biosafety level 4 (BSL 4). Artinya, ia siap untuk menangani virus serta patogen paling berbahaya di dunia seperti SARS dan Ebola.

Tak heran bila sebagian jari dunia kini menunjuk ke laboratorium virus mematikan tersebut. Sebab, hal sama pernah terjadi ketika SARS bocor dari tempat penelitian serupa di Beijing, dan sempat mewabah luas 12 tahun silam. Di samping itu, letaknya yang hanya beberapa kilometer dari pasar hewan liar pun digadang-gadang semakin memperkuat dugaan penyebab coronavirus bersarang.

4. Kota terbesar ke-18 di dunia

Usut punya usut, ternyata luas kota ini melebihi Washington D.C, Amerika Serikat. Oleh karena itu, Wuhan masuk ke dalam jajaran kota terbesar ke-18 di dunia yang mengalahkan Busan, Korea Selatan. Melansir tradecommissioner.gc.ca,  Wuhan merupakan kota di Cina Tengah yang juga paling padat penduduknya, dengan total populasi mencapai lebih dari 10,60 juta.

5. Pusat bisnis dan industri

Merebaknya virus corona sangat berdampak serius terhadap perekonomian China. Apalagi, kota ini terkenal dengan pusat bisnis yang mana banyak perusahaan internasional beroperasi di sana. Industri-industrinya pun sangat maju, terutama di bidang otomotif seperti Dongfeng Motor Corp yang bernilai USD9,4 juta.

Sebagai kota metropolitan yang terkoneksi secara luas ke berbagai negara di dunia, Wuhan juga memiliki bandara dengan banyak rute penerbangan internasional.  Antara lain ke New York, London, Tokyo, dan Moskow. Tingginya mobilitas itulah yang membuat virus corona bisa cepat menyebar.

Kedutaan Besar RI di Beijing, China, memastikan akan terus memberikan perlindungan keselamatan jiwa bagi 93 warga negara Indonesia yang terisolasi di Kota Wuhan setelah wabah virus corona merebak. Untuk memudahkan distribusi logistik itu, KBRI telah mendirikan posko khusus di Chansa, Provinsi Hunan. Jika ada hal mendesak yang perlu disampaikan, kami sediakan empat nomor hotline yakni yakni +861065325489, +8613811284505, +8613146453974, dan +8613552235327.

Hinnga kini, sudah ada empat negara di ASEAN yang terpapar pembawa virus corona. Di antaranya adalah Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Kementerian Kesehatan Indonesia sejauh ini belum menemukan suspected coronavirus yang positif di Tanah Air.

Lindungi selalu dirimu selama bepergian dengan menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun serta hand sanitizer beralkohol, dan hindari menyentuh binatang pembawa virus corona. Cek kesehatanmu secara rutin, gunakan asuransi untuk meng-cover semua biayanya. Dapatkan asuransi kesehatan sesuai kebutuhanmu hanya di CekAja.com!

(Baca Juga: Waspadai Kelompok yang Berpotensi Tularkan Virus Corona!)

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.