Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Jadi PNS Makin Asyik, Hari Jumat Dapat Tambahan Libur!

by Gito on 4 Desember, 2019

Upaya pemerintah untuk melakukan revolusi mental di tubuh Kementerian dan Lembaga Negara tampaknya serius dilakukan. Beragam model kebijakan yang bertujuan untuk merubah pola pikir juga budaya kerja Aparat Sipil Negara (ASN) terus diimplementasikan. Teranyar, pemerintah berupaya untuk menggenjot produktivitas melalui flexible Working Arrangement (FWA) dan libur di hari Jumat. Horai!


Kesan birokrat yang selama ini kaku dan juga sarat akan hierarki dipercaya bakal berubah menjadi lebih humanis dan simple melalui dua kebijakan tersebut.

Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Waluyo Martowiyoto mengungkapkan saat ini pemerintah sedang menyiapkan skema penentuan jam kerja bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang berpotensi memunculkan tambahan hari libur selain sabtu dan minggu.

“Skema yang akan dijalankan adalah compressed work. Jadi jumlah hari kerja setiap munggunya dikurangi, sedangkan jam kerja perharinya menjadi bertambah,” katanya

Namun hari libur tambahan tersebut tidak berlaku setiap minggu. Bisa jadi skema tersebut juga menggunakan mekanisme ganjil genap. Artinya hari libur tambahan bisa didapatkan selama 2 hari Jumat dalam 1 bulan.

Tetapi bukan berarti pelayanan setiap hari jumat juga ditiadakan. Karena terdapat skema job sharing yang memungkinkan PNS mendapatkan libur tambahan secara bergantian.

Selain itu, pemberian insentif juga tidak dilakukan secara serta merta. Ada pertimbangan berupa kualitas kinerja dari PNS tersebut.

Jika selama ini jam kerja berjalan selama 8 jam per hari, 5 hari dalam satu minggu. Artinya terdapat 80 jam kerja dan 10 hari kerja selama 2 minggu. Nah skema rutinitas jam kerja tersebut tampaknya bakal berubah menjadi 9 hari kerja dalam setiap 2 minggu.

(Baca juga: Bekerja di Startup vs Korporasi, Mana Lebih Menguntungkan?)
Flexy Working Space

Upaya untuk memperbaiki sistem kerja juga muncul dari kebijakan flexy working space. Artinya setiap PNS nantinya dapat bekerja dimana saja dan kapan saja. Istilah anak milenialnya adalah remote.

Nah pilot project dari pengejawantahan kebijakan tersebut baru dapat diberikan pada 20% dari PNS yang memiliki kinerja paling baik.

Diberlakukannya sistem flexy time merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Karena sistem kerja seperti itu dinilai memiliki efektivitas dan produktivitas pekerjaan menjadi semakin tinggi.

Selain itu, dengan adanya kebijakan tersebut berarti pemerintah juga serius menanggapi hadirnya industry 4.0. Dimana proses pelayanan kepada masyarakat dan juga pelaporan dari masyarakat ke pemerintaha bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Untuk PNS-nya, flexy time juga berarti memberikan keleluasaan kepada karyawan untuk mendapatkan informasi dari beragam sumber yang ada. Kemandirian dan juga tanggung jawab bisa dipastikan dapat semakin terpupuk.

Selain itu, beban keuangan yang harus dikeluarkan oleh negara untuk membangun sebuah Gedung atau membayar tagihan listrik dan internet menjadi semakin kecil. Karena PNS-nya dapat bekerja dimana saja, sepanjang terdapat konektivitas internet, tidak harus di kantor.

Untuk masalah koordinasi tidak perlu khawatir, berkembangnya layanan internet akan semakin memudahkan fungsi koordinasi diantara atasan dan bawahan. Meeting bisa dilakukan secara tatap muka melalui video call ataupun conference call.

Kemudian absensi karyawannya bisa dilihat melalui jejaring komunikasi internal. Proses koordinasi juga bisa dilakukan lewat jalur tersebut.

(Baca juga: Liburan Kilat dengan Staycation di Hotel)
Riset Membuktikan..

Hasil riset dari perusahaan – perusahaan yang sudah menerapkan sistem kerja flexible membuktikan bahwa perusahaan mengalami pertumbuhan yang baik. Hal itu terjadi lantaran kebahagian karyawannya meningkat sebanyak 10%.

Dalam skema tersebut, karyawan bisa mengatur jam kerjanya dengan mandiri. Goal-nya adalah tanggung jawab pekerjaannya diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan.

Selain itu 74% responden mengatakan bahwa kehidupan pribadi dan kehidupan pekerjaan menjadi lebih seimbang ketika jam kerja diberlakukan dengan flexible.

Karena sejatinya manusia adalah makhluk bermain dan makhluk sosial, bukan makhluk pekerja. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar tersebut, maka produktivitas pekerjaan akan terdongkrak dengan sendirinya.

Perusahaan besar macam Apple Inc dan Google Inc sudah menyadari hal itu. Area pekerjaan di dua perusahaan tersebut tidak ubahnya seperti tempat bermain, kamu bisa mengerjakan dua hal sekaligus, bermain dan juga bekerja, ujungnya bahagia. 

Jika kamu ingin menjadi mandiri, kamu juga bisa memulainya dengan menjadi seorang entrepreneur. Butuh keberanian dan tekad yang kuat. Modal? jangan ragu akses CekAja.com

 

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit