Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Jamur Truffle Seharga Rumah! Apa yang Bikin Mahal Ya?

by Sindhi Aderianti on 28 November, 2019

Truffle bukan jamur ecek-ecek. Jamur langka ini terkenal karena harganya yang selangit. Setahun lalu, jamur truffle pernah mencetak rekor penjualan hingga sekitar Rp1,5 miliar dengan berat 850 gram di Alba, Italia.

jamur truffle

Serupa dengan makanan berkelas dunia lain yaitu caviar dan saffron, hanya kalangan tertentu yang bisa mengonsumsi jamur ini. Di Indonesia sendiri, Maia Estianty cukup sering terlihat memakan irisan jamur truffle dalam santapan mewahnya. Begitupun juri MasterChef Indonesia, Chef Arnold yang memiliki sekitar 2,5 kilogram jamur truffle seharga Rp125 juta.

Ada dua macam jamur truffle, yakni hitam dan putih. Bahkan terdapat lebih banyak lagi jenis jamur truffle, tetapi tidak semuanya dapat dikonsumsi. Truffle hitam dihargai AUD$3000 (atau setara dengan Rp30 juta per kilo), sedangkan jamur sejenis yang warnanya putih memiliki harga mencapai AUD$12.000 (atau setara dengan Rp120 juta) per kilonya.

Namun di balik harga tak masuk akalnya itu, ada sejumlah alasan yang membuat jamur dengan julukan ‘the diamond of kitchen’ tersebut bisa sangat mahal. Cek fakta-faktanya di sini!

Kok Bisa Semahal Itu?

Penampakan truffle memang tidak terlalu menarik. Jamur dengan nama latin Tuber Melanosporum itu berbentuk seperti buah leci, namun permukaannya hitam dan kasar. Truffle banyak tumbuh di negara-negara empat musim yang seringnya beriklim sejuk. Lantas, mengapa jamur truffle sangat mahal harganya?

Alasan pertama karena jamur truffle hanya dapat tumbuh dengan kondisi tanah dan udara tertentu. Setidaknya pun harus ada pohon ek atau oak, poplar, beech, atau hazel karena jamur ini biasa tumbuh di bawah pepohonan tersebut. Menurut budidaya yang pernah dilakukan oleh Dr. Paul Thomas di Inggris, panen jamur truffle pertama baru bisa dilakukan saat pohon oak berusia 10 tahun. Lalu, diperlukan waktu 4-7 tahun sebelum akhirnya truffle secara perdana tumbuh.

Bahkan untuk menemukan truffle, seseorang harus dibantu oleh binatang dengan indera penciuman yang tajam seperti anjing. Tak berhenti sampai di situ, ketika sudah di temukan, tanah akan digali dengan hati-hati untuk mengangkat truffle-nya. Berhubung proses memproduksinya cukup panjang dan tricky, maka tak heran bila truffle tercatat sebagai jamur termahal di dunia saat ini.

(Baca juga: Tren Budidaya Jamur Tiram Putih, Modal Kecil dengan Hasil Menjanjikan)
Tak Mudah Dibudidayakan

Apakah truffle bisa dibudidayakan? Jawabannya, tidak semudah itu Alfonso! Jamur ini tumbuh liar secara alami di akar pohon ek, 2,5 sampai 10 sentimeter di dalam tanah sehingga tak mudah untuk mengontrolnya dari luar.

Walau sudah memiliki pohon ek, tidak semuanya bisa menghasilkan jamur truffle juga.  Butuh kandungan tanah yang harus selalu gembur dan tidak langsung terpapar cahaya matahari juga. Ada risiko gagal panen jika seseorang tak memenuhi ‘persyaratan’ budidaya tersebut. Lagipula, pohon jenis ini sangat langka di Indonesia.

Rasa Jamur Truffle Enak!

Truffle sebenarnya mengandung tiga jenis zat umami. Umami secara populer merujuk pada rasa gurih atau lezat, terdiri dari rasa manis, asam, pahit, dan asin yang seimbang. Jadi dengan hanya menambahkan seiris truffle saja, makanan langsung terasa semakin nikmat.

Jamur hitam beraroma seperti tanah, sementara truffle putih harumnya serupa dengan bawang merah dan bawang putih. Truffle putih sering kali dikatakan lebih enak daripada truffle hitam, karena itulah harganya lebih mahal.

Jamur Pencegah Kanker

Berbagai khasiat untuk tubuh yang dimiliki truffle, juga menjadi alasan kenapa harganya selangit. Jamur ini ternyata mengandung antioksidan dan antiinflamasi yang sangat bermanfaat untuk mencegah hingga mengobati penyakit kanker. Ketika dikonsumsi, jamur truffle yang dikonsumsi mampu menghentikan pertumbuhan kanker, sehingga perlahan tubuh menjadi resisten terhadap sel mematikan tersebut.

Selain itu, jamur ini juga punya segudang manfaat lain bagi kesehatan yang tak kalah dibutuhkan banyak orang. Mulai dari melancarkan peredaran darah, mengobati sakit kepala, hingga membantu pembentukan otot. Tentunya semua khasiat hanya bisa didapat jika mengonsumsi truffle secara rutin.

(Baca juga: Sukses Budidaya Sayuran Organik dengan Beberapa Tips Berikut Ini)
Hati-Hati Truffle Palsu

Jamur truffle palsu sempat tersebar di Tiongkok. Jamur ini digunakan sebagai pakan binatang ternak seperti babi. Rasanya tidak mungkin ya, jika truffle yang terkenal mahal sedunia, justru mereka habiskan dengan cara tersebut. Bahkan seorang pengusaha di sana, sampai nekat untuk menjualnya demi meraup untung berlimpah.

Dikenal sebagai buckber indicum, truffle palsu itu memang jauh lebih murah. Namun dari segi rasa, tentu ada perbendaan yang sangat mencolok. Truffle palsu tidak memiliki bau khas tanah atau bawang seperti pada umumnya.

Bagaimana, tertarik mencicipi jamur ini? Tak harus membelinya sampai ratusan juta, kok. Cukup datang ke restoran yang menyajikan menu truffle saja.

Di Maison Tatsuya misalnya, kamu bisa menikmati hidangan Shrimp Pesto Truffle yang selalu jadi favorit pengunjung. Dapatkan promo menariknya gift voucher Rp150.000 hanya dengan menggunakan kartu kredit BRI. Apply sekarang juga melalui CekAja.com!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.