Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Jangan Mudah Tergiur, Ini Enam Pertanda Diskon Harbolnas Abal-abal

by Gentur Putro Jati on 10 Desember, 2019

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) merupakan kegiatan tahunan yang diprakarasai enam e-commerce besar di Indonesia sejak 12 Desember 2012 lalu. Tujuh tahun lalu, kolaborasi dari Lazada Indonesia, Zalora, Blanja, PinkEmma, Berrybenka dan Bukalapak mempelopori pesta diskon belanja online tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, ajang Harbolnas dikelola oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dengan didukung sejumlah mitra seperti pelaku industri telekomunikasi, perbankan, logisitik hingga media.

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto dan Ketua Umum idEA, Ignatius Untung secara resmi meluncurkan Harbolnas 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta pada Senin (9/12) ini. Dengan menargetkan nilai transaksi sebesar Rp8 triliun selama Harbolnas digelar dua hari pada 11-12 Desember 2019.

Untung menjelaskan, target Rp8 triliun tersebut meningkat dari nilai transaksi Harbolnas di tahun sebelumnya sekitar Rp6,8 triliun. Ia optimis target tahun ini bisa tercapai karena adanya partner baru sebagai fasilitator pembayaran, yakni LinkAja.

“Target tahun ini Rp8 triliun, optimis tercapai karena ada partner baru dengan masuknya LinkAja,” ujar Untung.

Menurut catatan idEA, Harbolnas 2019 diikuti oleh 235 peserta berupa marketplace dan e-commerce, dari sekitar 300 perusahaan yang mendaftar.

Waspada Diskon Abal-abal

Setiap kali Harbolnas digelar, jelas menarik perhatian calon konsumen yang ingin berburu barang idamannya dengan harga lebih murah berkat banjir diskon yang ditawarkan. Namun, tingginya target transaksi juga membuat pihak-pihak tidak bertanggung jawab ikut memanfaatkan momentum belanja di akhir tahun itu untuk mendapatkan keuntungan.

Ada banyak macam penipuan online yang bisa saja menimpa kamu yang mudah tergiur diskon Harbolnas. Beberapa diantaranya yang sering terjadi adalah:

  1. Phishing, atau tindakan mencuri data mulai dari nama hingga alamat untuk mengakses rekening bank atau menyampaikan pesan dengan sifat fitnah.
  2. eBay scam. Penipuan yang satu ini adalah menjual barang dengan harga jauh di bawah pasar untuk menipu pembeli. Meskipun modus penipuan ini diketahui pertama kali di marketplace internasional bernama eBay, bukan tidak mungkin modus yang sama dilakukan oleh penjahat siber di marketplace Indonesia bukan?

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sendiri berulangkali menyarankan agar konsumen selalu waspada di tengah-tengah euforia Harbolnas, dengan tidak mengeluarkan uang secara membabi buta ketika berbelanja.

(Baca juga: Sambut Harbolnas 12.12 di CekAja.com)

Menurut YLKI, berikut adalah beberapa pertanda diskon Harbolnas palsu yang bisa dengan mudah diketahui:

1. Diskon tidak wajar

Diskon tidak wajar - Jangan Mudah Tergiur, Ini Enam Pertanda Diskon Harbolnas Abal-abal.png

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi meminta masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan diskon besar yang diberikan penyedia marketplace atau e-Commerce, meskipun sedang mengincar untuk membeli suatu produk tertentu yang kebetulan diskon.

Ia menengarai, perusahaan-perusahaan penjualan online banyak melancarkan gimmick marketing berupa diskon besar demi menarik minat pembeli untuk bertransaksi. Tulus menyarankan agar konsumen selalu mengecek kembali harga awal barang yang didiskon.

“Konsumen harus cerdas memerhatikan bahwa harga barang tersebut bukan harga yang telah dinaikkan terlebih dahulu sebelum didiskon. Pastikan bahwa diskon yang diberikan adalah diskon yang sesungguhnya bukan diskon abal-abal,” kata Tulus.

2. Tidak melayani pengaduan atau permintaan refund

Tidak melayani pengaduan atau permintaan refund - Jangan Mudah Tergiur, Ini Enam Pertanda Diskon Harbolnas Abal-abal.jpg

Agar aman bertransaksi, Tulus mengingatkan konsumen untuk selalu memastikan terlebih dahulu e-commerce atau marketplace yang menggelar promo diskon Harbolnas memiliki sistem penanganan aduan yang jelas.

Hal ini untuk mengantisipasi apabila pembeli memiliki komplain terhadap produk yang dibelinya dari marketplace atau dari penjual yang berniaga online lewat e-commerce tersebut.

“Pastikan bahwa platform online mempunyai mekanisme penanganan pengaduan yang jelas. Sebab salah satu keluhan utama konsumen adalah susahnya konsumen mengakses pengaduan jika produknya mengalami masalah,” ujarnya.

3. Jauhi penjual dengan rating buruk

Jauhi penjual dengan rating buruk - Jangan Mudah Tergiur, Ini Enam Pertanda Diskon Harbolnas Abal-abal.jpg

Ulasan atau review para pembeli yang terpampang di ‘toko’ suatu penjual yang berniaga lewat e-commerce mencerminkan profesionalitas penjual tersebut. Kalau pembeli terdahulu rata-rata memberikan bintang 4 dan 5 dengan menuliskan pujian-pujian atas produk dan pelayanan yang diberikan sang penjual, bisa dipastikan 80% kamu ‘aman’ untuk membeli barang darinya.

 

Namun, kalau review toko tersebut mayoritas diisi oleh feedback bintang satu dan dua, disertai dengan keluhan-keluhan pembeli terdahulu mengenai kualitas, orisinalitas, harga, waktu pengiriman dan lain sebagainya, maka sebaiknya kamu cari penjual lain meskipun harga jual dari lapak tersebut miring abis.

4. Waspada jeratan utang Paylater

Waspada jeratan utang Paylater - Jangan Mudah Tergiur, Ini Enam Pertanda Diskon Harbolnas Abal-abal.jpg

YLKI menyoroti berkembangnya fasilitas beli dulu, bayar nanti alias paylater yang disediakan perusahaan penyedia platform e-commerce yang menggandeng perusahaan dompet digital belakangan ini.

Dengan kemasan promosi yang atraktif, masyarakat dibuat terbuai untuk mau menggunakan paylater tanpa memperhitungkan kemampuan bayar cicilan setelah barang berhasil dimiliki, berikut bunganya.

 Sebab pada dasarnya, fasilitas paylater memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berutang tanpa harus memiliki kartu kredit. Bila tidak hati-hati, Tulus khawatir konsumen malah terjerat utang. Akibat membeli barang dengan beban bunga yang tinggi.

5. Rajin cek harga toko sebelah dan jangan konsumtif

Rajin cek harga toko sebelah dan jangan konsumtif - Jangan Mudah Tergiur, Ini Enam Pertanda Diskon Harbolnas Abal-abal.jpg

Selalu bersikap santuy saat membaca promo dan diskon besar-besaran di suatu toko online harus dibudayakan dari sekarang. Sebut saja toko ABC menjual ponsel Samsung seri M dengan harga diskon sampai 80% sehingga kamu cuma perlu menebusnya kurang dari Rp2 juta saja.

Sebelum memutuskan membeli ponsel tersebut, coba cek harga di DEF, toko online yang lain. Siapa tahu di toko sebelah, harga ponsel Samsung yang kamu taksir memang sudah turun tanpa ada embel-embel diskon.

(Baca juga: Promo Harbolnas Bejibun, Simak Tips Belanja yang Aman)

YLKI juga meminta masyarakat untuk tidak menjadi konsumtif dan malah membeli barang di luar kebutuhan selama promo Harbolnas berlangsung. Alih-alih berhemat, bisa jadi kamu malah harus berutang ke teman atau tetangga karena tidak punya uang lagi untuk beli beras sampai waktunya gajian.

6. Awas penipuan

Awas penipuan - Jangan Mudah Tergiur, Ini Enam Pertanda Diskon Harbolnas Abal-abal.jpg

Selain penipuan bermodus phishing dan eBay Scam, YLKI juga mewanti-wanti maraknya kemunculan pedagang penipu selama Harbolnas berlangsung. Tulus mengatakan dalam 5 tahun terakhir, belanja online menduduki peringkat ketiga besar sebagai persentase pengaduan tertinggi yang sering diterima YLKI. Bentuk keluhannya seringkali berkisar pada barang yang dibeli tidak sampai ke tangan konsumen.

Sudah tahu kan cara mendeteksi diskon dan promo abal-abal selama Harbolnas? Tetap waspada ya, jangan sampai tertipu membeli barang hanya karena kamu gampang tergiur dengan diskon besar yang dijanjikan. Ingat, masih ada perayaan malam tahun baru bareng si dia yang perlu kamu biayai di akhir bulan ini.

Mau tahu promo Harbolnas yang nggak abal-abal? Pastinya ada dong di CekAja.com, buruan kepoin!

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum