Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

4 menit waktu bacaan

Jangan Ngaku Kaya Kalau Belum Punya Rumah di Daerah Ini  

by Ariesta on 31 May, 2017

rumah elite _ KPR - CekAja.com

Harga tanah dan properti semakin naik setiap tahunnya. Karenanya, tanah dan properti dianggap sebagai investasi menguntungkan.

Kenaikan pesat terjadi di kota-kota besar di mana infrastruktur, aksesibilitas, lokasi, dan kelangkaan menjadi penyebab melejitnya harga tanah. Jangan heran kalau di Jakarta sebagai ibukota dan pusat bisnis, harga properti dan tanah bisa mencapai puluhan juta hingga ratusan juta per meternya. Lonjakan harga tanah dan properti di Jakarta bahkan mencapai 80-100% selama lima tahun terakhir.

Sudah pasti, yang bisa membeli tanah dan properti di Jakarta saat ini bisa dikatakan orang berduit. Perlu dicatat, membeli dengan uang sendiri, bukan mewarisi rumah orangtua yang memang berlokasi di daerah elite Jakarta.

Memangnya semahal apa harga tanah dan properti di Jakarta?

Jakarta Pusat: Menteng

Sejak dulu, Menteng terkenal sebagai kawasan elite. Menteng merupakan perumahan bergaya villa pertama di Jakarta (dulu Batavia) yang dikembangkan pada tahun 1910-1918. Tujuannya adalah membangun perumahan untuk pegawai pemerintah Belanda dan golongan elite Belanda. Perancang kawasan ini adalah arsitek Belanda dan mengacu pada model kota taman di Inggris.

Hingga sekarang, rumah-rumah mewah dan luas di Menteng masih berdiri. Di kawasan ini juga berdiri kedutaan besar negara sahabat dan menjadi domisili banyak pejabat tinggi negara. Soekarno, Mohammad Hatta, Natsir, dan Nasution, juga pernah mendiami wilayah ini.

Harga rata-rata properti per meter persegi di wilayah Jakarta Pusat mencapai Rp50 juta. Di Menteng, harganya bisa mencapai Rp90 juta per meter per segi alias yang termahal di Jakarta. Namun di daerah Gunung Sahari yang masih termasuk wilayah Jakarta Pusat, harga per meter per seginya masih bisa dijangkau di angka Rp9 juta.

Jakarta Selatan: Kebayoran Baru dan Pondok Indah

Di Jakarta Selatan, ada dua wilayah pemukiman yang terkenal elite, yakni Kebayoran Baru dan Pondok Indah. Kebayoran Baru merupakan wilayah pemukiman baru yang dirancang setelah kemerdekaan Indonesia.

Wilayah ini dirancang menggunakan konsep taman, sama seperti daerah Menteng. Di Panglima Polim yang masuk dalam kawasan Kebayoran Baru, harga properti per meternya bisa mencapai Rp71 juta.

Sedangkan di wilayah Pondok Indah, harganya sedikit di bawah Menteng dan hampir sama dengan Kebayoran Baru, yakni sekitar Rp68 juta per meter persegi. Harga termurah di Jakarta Selatan yakni di daerah Lenteng Agung dengan rentang harga rata-rata Rp10,34 juta per meter persegi. Rata-rata harga properti di wilayah Jakarta Selatan mencapai Rp45 juta per meter persegi.

 

Jakarta Utara: Pluit, Sunter, dan Kelapa Gading

Tumbuhnya pusat bisnis, perkantoran, serta perdagangan di Jakarta Utara turut mengerek harga tanah dan properti di kawasan tersebut. Rata-rata harga properti di wilayah ini mencapai Rp35 juta per meter persegi.

Di Jakarta Utara, harga melambung dimotori pembangunan wilayah Kelapa Gading dan Sunter di mana memang banyak terdapat perumahan elite.  Di Pluit, Sunter, maupun Kelapa Gading, harga per meternya berkisar antara Rp18-30 juta, dan di beberapa titik bisa mencapai Rp35 juta. Namun pemilik rumah di bilangan Jakarta Utara harus selaku waspada akan kemungkinan banjir.

THR - Daftar Kartu Kredit di CekAja.com Gratis Voucher Matahari Mall

Jakarta Barat: Puri Indah

Harga tanah dan properti di Jakarta Barat masih tergolong lebih rendah jika dibandingkan Jakarta Utara. Di Jakarta Barat, kualitas airnya pun lebih baik.

Kalau kamu ingin membidik perumahan elite di Jakarta Barat, Puri Indahlah tempatnya. Harga per meter per seginya Rp 30,56 juta. Sedangkan harga rata-rata di wilayah Jakarta Barat diperkirakan menyentuh Rp25,6 juta.

Jakarta Timur: Pulomas

Nama pemukiman elite Pulomas sering disebut-sebut setelah terjadi perampokan sadis di salah satu rumah di sana. Kawasan Pulomas memang merupakan pengerek harga properti di wilayah Jakarta Timur.

Harga properti di wilayah ini per meter per segi ada di angka Rp23 juta, jauh lebih murah daripada wilayah Jakarta lain. Sedangkan di Kampung Makassar senilai Rp 26 juta per meter persegi.

Hal ini karena infrastruktur wilayah Jakarta Timur belum terhubung lengkap seperti wilayah lain. Jakarta Timur juga berbatasan langsung dengan Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor sebagai penyangga di mana harga propertinya belum semahal Jakarta.

 

Tentang Penulis

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami