Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Jangan Sampai Duit THR Amblas Karena Investasi Bodong

by JTO on 26 Juni, 2015

Kebutuhan dana lebaran yang tidak sedikit kerap menjadi momentum yang dicari-cari para penipu. Karena melihat banyak orang yang mendapatkan duit THR, salah satu cara yang dipakai pelaku penipuan ini dengan menawarkan investasi. Bila terjebak, bisa saja sisa duit THR yang seharusnya disimpan, malah amblas karena investasi tidak aman, alias bodong.

Biasanya tawaran berinvestasi dengan hasil pengembalian dana yang tinggi akan ramai berdatangan. Mereka yang langsung tergiur dan tak pikir panjang, bisa terjebak, dan akhirnya tertipu terkena investasi bodong yang ditawarkan.

Tawaran yang kerap muncul adalah investasi dengan skema Ponzi. Misalnya tawaran untuk menyetor modal sekitar Rp1-5 juta untuk kemudian mendapatkan keuntungan 100 persen pada saat tanggal jatuh tempo di bulan depannya. Ada juga tawaran berupa bisnis online yang menawarkan kerja sama bisnis, emas berjangka, maupun valuta asing.

Saat ini, investasi online marak karena siapa pun bisa membangunnya dan tidak perlu susah-susah membuat perizinan atau harus memiliki kantor terlebih dahulu. Selain menjanjikan keuntungan yang besar, bisnis online juga dianggap praktis karena dilakukan secara real time di internet. Namun, investasi online ternyata tidak aman atau sering dijadikan modus penipuan berkedok investasi. (Baca Juga: 10 Investasi Bodong yang Pernah Terjadi Sepanjang Masa)

Lalu bagaimana cara mengenali penipuan berkedok investasi semacam ini? Ada beberapa hal yang memang patut diwaspadai. Biasanya hal itu terkait dengan imbal hasil atau keuntungan yang ditawarkan. Tidak sedikit yang menawarkan keuntungan fantastis dalam jangka waktu singkat. Atau, yang mungkin akan menjamur selama bulan Ramadhan adalah tawaran pinjaman uang lewat penggadaian barang.

Tidak tergiur investasi tanpa risiko

Perencana keuangan, Farah Dini Novita, dalam blog pribadinya mengungkapkan tidak ada jaminan sebuah investasi tidak berisiko. “Investasi pasti ada masa naik turunnya,” katanya. Jadi, ketika ada tawaran untuk berinvestasi tanpa risiko, Anda harus sudah mulai curiga.

Khusus untuk investasi emas, ada beberapa jenis bisnis dengan berbagai risiko. Investasi emas berjangka atau emas derivatif menjanjikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan investasi emas batangan. Seperti pepatah High Risk High Return, investasi emas berjangka akan lebih berisiko. (Baca Juga: Ada Jenis Saham yang Dapat Dipilih Investor Pemula)

Tidak tergiur imbal hasil tidak wajar

Otoritas Jasa Keuangan sudah membuat kategori-kategori yang dapat menjadi pegangan calon investor saat ingin memulai investasi. Biasanya investasi yang merugikan atau investasi bodong bisa dilihat dari legalitas perusahaan yang memayungi. Beberapa hal yang bisa dilihat untuk memastikannya antara lain ada tidaknya izin usaha dari instansi yang berwenang, ada tidaknya tentang underlying usaha kegiatan investasi yang memenuhi aspek kewajaran dan kepatutan di setiap kegiatan investasi, ada tidaknya penjelasan tentang cara pengelolaan investasinya. (Baca Juga: 4 Langkah Jitu Untuk Memulai Investasi)

Selain itu, kita juga bisa menelusuri hal lainnya seperti struktur kepengurusan, struktur kepemilikan, struktur kegiatan usaha, dan alamat domisili usaha. Yang jelas, investasi bodong biasanya akan menawarkan imbal hasil di luar batas kewajaran. Jadi, kita harus mulai membiasakan terlebih dahulu melihat profil lembaga yang mengeluarkan produk investasi yang ditawarkan.

Trader dan Analis Investasi Emas, Mulyadi Tjung, menekankan pentingnya penelusuran latar belakang perusahaan yang menawarkan investasi. “Pastikan perusahaan yang menawarkan investasi terdaftar dan diawasi lembaga pengawasan  yang tepat, dalam hal ini OJK [Otoritas Jasa Keuangan],” katanya kepada cekaja.com

 

 

Ajukan kredit kendaraan bunga murah untuk kebutuhan Lebaran di sini.

 

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami