Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Jangan Sampai KKN Kamu Seperti di Desa Penari!

by Sindhi Aderianti on 6 September, 2019

Sebagian mahasiswa di universitas tertentu, wajib melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dalam KKN, peserta akan diterjunkan langsung ke tengah masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya selama kuliah. 

kuliah bisnis - CekAja.com

Program ini hampir mirip dengan magang atau PKL, namun bedanya KKN selalu mengambil tempat di daerah terpencil. Oleh karenanya, mahasiswa dituntut untuk hidup mandiri dan mudah beradaptasi lewat kegiatan tersebut.

Durasi KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan. Para mahasiswa akan dibagi menjadi beberapa kelompok selama KKN. Lalu, dipencar ke desa yang berbeda. Beberapa tema KKN antara lain pendidikan, pariwisata, sumber daya alam, dan peduli bencana.

Viralnya Kisah Horor ‘KKN di Desa Penari’

Akhir-akhir ini, KKN tengah menjadi sorotan. Bukan karena skandal atau tindak kekerasan, melainkan kisah mistis yang membuat bulu kuduk merinding.

Cerita horror KKN di Desa Penari, awalnya viral karena thread dari akun Twitter @SimpleM81378523. Ia menceritakan secara detil pengalaman horor enam orang mahasiswa yang KKN di pedalaman Jawa Timur, dalam dua sudut pandang berbeda.

Mahasiswa tersebut antara lain Widya, Nur, Bima, Wahyu, Anton, dan Ayu. Dalam thread unggahan yang pertama, mengambil sudut pandang cerita dari karakter Widya, serta thread kedua dari sudut pandang Nur.

Kedua thread ini saling nyambung dan melengkapi cerita satu sama lain. Dua diantaranya meninggal setelah melewati seabrek hal mistis pada desa lokasi KKN yang konon terletak di perkebunan Bayu Lor, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

(Baca juga: Cara Cepat Pinjam Uang Rp30 Juta untuk Biaya Kuliah Anak di Luar Negeri)
KKN Aman dan Nyaman

Tenang, syarat kelulusan ini tidak selamanya menakutkan seperti yang tertuang dalam thread ‘KKN di Desa Penari’, kok. Jadi tetaplah fokus ya!

Untuk memastikan KNN berjalan lancar, nilai laporan baik, diri tetap sehat dan aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan baik-baik. Berikut di antaranya:

1. Persiapan matang

Sebagian mahasiswa harus pergi ke daerah terpencil sehingga bisa sulit menemukan barang-barang tertentu. Selain memastikan perlengkapan terkait KKN sudah tersedia, keperluan pribadi jangan sampai terlupakan.

Bila perlu, bisa buat daftar perlengkapan bersama teman-teman agar tidak ada yang kelewatan. Persiapkan juga fisik dan mentalmu. Misalnya dengan berolahraga agar nantinya tidak mudah capek, serta membiasakan hidup mandiri tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Ingat, KKN itu tidak sebentar, lho!

2. Lakukan riset daerah

Setelah itu, lakukan riset mengenai daerah yang akan dituju untuk melaksanakan KKN. Cari tahu dimana letak pasti daerah tersebut untuk alasan keamanan.

Kemudian riset pula mengenai budaya masyarakat sekitar untuk bisa menyesuaikan serta menjaga diri selama berbulan-bulan. Patuhi apa yang menjadi norma dan adat istiadat di desa tersebut, jangan sekalipun menentangnya demi keselamatanmu.

Dengan begitu, kamu bisa lebih mengenali daerah sekaligus waspada saat KKN berlangsung.

(Baca juga: Maudy Ayunda Pilih Harvard University, Begini Tips Survive Kuliah di Amerika)
3. Selalu menjaga kesehatan

Tinggal di lingkungan asing, apalagi dengan aktivitas yang padat tentunya rentan membuat badan nge-drop. Untuk itu, jagalah kesehatanmu agar tidak mudah jatuh sakit.

Kenali tubuh dengan menghindari apa-apa yang memicu timbulnya penyakit. Istirahat saat memang sudah merasa lelah. Usahakan makan tepat waktu, sehari tiga kali agar tubuh selalu berenergi.

Minum vitamin C untuk menjada daya tahan tubuhmu. Persiapkan juga P3K yang berisi obat-obatan penting seperti paracetamol, aspirin, obat alergi, inhalant, OBH, sirup herbal dan lain sebagainya.

4. Berbaur dengan warga

Usai meriset budaya masyarakat sekitar, jangan sungkan untuk langsung berbaur. Namun, sesuaikan pula dengan kebiasaan mereka yang telah kamu pelajari sebelum itu.

Cobalah bersikap ramah, selalu menyapa, dan ringan tangan untuk menolong. Hati-hati dalam berucap atau bergurau, karena belum tentu warga setempat bisa menerimanya.

Jaga kebersihan desa dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Selain bisa melancarkan proses KKN, kamu juga akan mendapat lebih banyak ilmu serta pengalaman berharga dari mereka.

5. Jaga diri baik-baik

Terakhir agar KKN berjalan aman tanpa kejadian yang tak diinginkan, pastikan untuk selalu menjaga diri baik-baik. Hindari berbagai hal yang membahayakan diri sendiri, teman, ataupun warga lokal. Apalagi sampai menimbulkan tindak kriminalitas.

Misalnya bercanda sampai merusak benda atau area sekitar lokasi KKN yang dianggap ‘keramat’. Fokuslah hanya pada tugas sehari-hari, demi hasil maksimal. Jika ingin pergi terutama di malam hari, selalu ajak teman-teman atau orang kepercayaan lain untuk menemani.

Entah benar dari kisah nyata atau cuma fiktif, cerita ‘KKN di Desa Penari’ sebenarnya memiliki banyak pesan moral terkait dengan tata krama berkunjung dan menetap sementara, di desa yang masih sarat akan tradisionalitas.

Berbicara mengenai KKN, tentunya setiap mahasiswa bakal habis-habisan mengerahkan segala pikiran dan tenaganya untuk bekerja. Sebagai orangtua, perlu rasanya untuk juga mengasuransikan anak demi terjamin dari segala risiko kesehatan yang mungkin terjadi.

Miliki asuransi kesehatan sebagai ‘bekal’ mereka dari sekarang, cek langsung syarat dan ketentuannya di CekAja.com.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.