Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Jelang Ramadan Harga Bahan Pokok Mulai Naik, Cek di Sini!

by Gito on 15 Mei, 2018

Sudah menjadi rahasia umum, jelang Ramadan terjadi kenaikan sejumlah harga bahan pokok. Mengutip data Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, sudah terdapat kenaikan harga dalam Harga Pokok Nasional (HPN) per tanggal 12 Mei 2018.

Untuk harga daging ayam ras, harga jualnya tengah merangkak naik ke angka Rp34.897 per kg atau meningkat Rp1.435 per kg dari harga pada tanggal 2 Mei 2018 yang sebesar Rp11.282 per kg. Selain itu harga daging sapi juga tercatat naik Rp324 per kg menjadi Rp117.307 per kg, meningkat dari posisi 9 hari sebelumnya yang sebesar Rp116.983 per kg.

Jika mengacu pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) terdapat juga kenaikan harga telur ayam dari Rp24.400 per kg pada periode 4 Mei 2018 menjadi Rp25.700 pada penjualan hari ini. Harga cabai merah besar juga sudah mulai naik Rp1.500 menjadi Rp43.900 dari 10 hari yang lalu Rp42.400.

(Baca Juga : Traveling Saat Ramadan? Mengapa Tidak!)

Seakan tidak mau kalah, cabai merah keriting juga meningkat cukup tajam menjadi Rp38.300 per kg atau naik Rp1.150 per kg. Pemerintah sendiri sebenarnya sudah mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok dengan menentukan Harga Pokok Nasional (HPN). Diprediksi, kenaikan bakal terjadi lebih tinggi jelang Lebaran atau di akhir bulan Ramadan.

Pasokan Daging

Nah untuk meredam kenaikan harga bahan pokok, Pemerintah sudah melakukan beberapa langkah, mulai dari melakukan operasi pasar hingga menjaga stok tetap aman. Salah satu stok barang yang dijaga jumlahnya jelang Ramadan ini adalah daging sapi.

Hal ini penting, mengingat secara historis konsumsi daging di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup signifikan di bulan Ramadan atau pun saat jelang Lebaran.

(Baca juga: Ingin Buka Usaha Es Kepal Milo? Cek Modal dan Caranya!)

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, kebutuhan daging sapi pada lebaran tahun ini bakal mencapai 116.339 ton. Jumlah itu meningkat 9,33% dari kebutuhan daging sapi pada saat Lebaran tahun lalu yang sebesar 106.407 ton. Nah untuk itu, pemerintah bakal mendatangkan sekitar 40.936 ton daging sapi dari luar negeri alias impor.

Daging sapi yang diterbangkan dari beberapa negara di luar Indonesia itu akan datang dalam bentuk daging beku dan sapi bakalan. Sedangkan 75.403 ton-nya akan dipenuhi dari produksi daging sapi lokal.

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017, populasi ternak sapi di Indonesia mencapai 16.599.247 ekor, sementara asumsi rata-rata konsumsi nasional daging sapi sebesar 2,50 kg per kapita per tahun.

Penghasilan Pas-pasan? Mulai Bisnis!

Nah dari gambaran diatas terlihat bahwa harga barang pokok terus berubah mengikuti kondisi negeri dan juga kebutuhan masyarakat. Sementara penghasilan per bulan berada dalam lingkaran statis. Perlu strategi jitu untuk dapat menyiasati kondisi tersebut.

Mulai memikirkan bisnis secara mandiri tampaknya perlu Anda lakukan. Karena selain dapat menambah pundi-pundi penghasilan keluarga, dengan berbisnis juga dapat meningkatkan kepercayaan diri dan juga mengasah bakat Anda. Nah simak beberapa hal berikut untuk dapat memulainya,

Tidak Harus Langsung Besar, Tetapi Bermimpilah Besar

Ya, berbisnis itu ibarat Anda memulai kehidupan baru. Anda akan belajar banyak hal, mulai dari menentukan strategi bisnis, menyusun laporan keuangan, menentukan budjeting, membuat komparasi harga, menentukan orang tepat dan juga mengatur cash flow.

Kebanyakan orang selalu ingin memulai bisnisnya besar. Namun kurang matang dalam perencanaan dan juga pengalaman,. Hal itu secara perlahan bakal menggerus modal Anda.

Untuk itu mulailah dari yang kecil, Anda akan banyak menemui pelajaran yang menarik dari berbisnis. Termasuk pelajaran tentang berbesar hati.

(Baca juga: Ini Cara Batalkan atau Ubah Jadwal Tiket Kereta Api Mudik)

Fokus Pada Impian

Hal yang kerap kali ditemui oleh pebisnis yang baru saja memulai usahanya adalah tergoda pada bisnis lain milik kerabatnya. Bisnis yang dijalaninya dianggap kurang menguntungkan karena sering mendengar celotehan manis dari kerabatnya tentang bisnis lain yang sedang ditekuni sang kerabat.

Nah, jangan sampai hal itu terjadi. Karena pahamilah, mereka yang sudah besar tentu sudah melewati pengalaman panjang sebelumnya. Jadikan hal itu sebagai mimpi, fokuslah pada impian Anda sendiri.

Waralaba

Bagi Anda yang baru saja ingin memulai bisnis, tidak ada salahnya juga mengambil satu Waralaba yang menurut Anda sudah berjalan dengan baik. Dengan model bisnis seperti ini Anda dapat akan mendapatkan segalanya kecuali modal, mulai dari karyawan, tempat, booth dan juga pelengkapnya.

Nah untuk memulai itu semua selain dari ide diperlukan juga modal. Anda mungkin mulai dapat memikirkan untuk mencari pinjaman modal dengan bunga lunak. Untuk itu Anda dapat mengakses CekAja.com guna mengetahui jenis pinjaman apa yang anda butuhkan, baik itu kredit tanpa agunan (KTA) ataupun kredit untuk UMKM dan fasilitas mana yang memiliki bunga terendah. Jadi segeralah berbisnis.

Tentang Penulis

Veritas Vos Liberabit

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami