Mengenal Jenis-jenis Peradangan Sendi Berserta Pengobatannya

5 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Nggak cuma menyerang orang tua atau lansia, peradangan sendi juga bisa dialami oleh anak muda. Maka dari itu, yuk kenali jenis-jenis peradangan sendi, biar kamu tahu jenis mana yang sedang kamu alami!

Mengenal Penyakit Radang Sendi

Namun, sebelum membahas lebih dalam terkait jenis-jenis peradangan sendi, yuk simak dulu, sebenarnya peradangan sendi itu, penyakit apa sih?

Dalam bahasa medis radang sendi lebih dikenal dengan sebutan artritis. Adapun telah terjadi peradangan (pembengkakan), pada salah satu tubuh (terutama pada bagian sendi) tubuh seseorang.

Ada banyak faktor, yang menyebabkan terjadinya masalah radang sendi, mulai dari batu kristal, asam urat, infeksi, penyakit autoimun, hingga penyakit degeneratif.

Faktor-faktor penyebab radang sendi, yang paling umum adalah usia, keturunan, jenis kelamin, obesitas, hingga riwayat trauma pada sendi.

(Baca Juga: Hari Osteoporosis Dunia: 9 Makanan Tinggi Kalsium)

Gejala Radang Sendi

Adapun jika kamu merasakan gejala-gejala seperti berikut ini, besar kemungkinan, kamu sedang mengalami radang sendi. Berikut daftar gejalanya:

  • Nyeri, skala nyerinya bisa bermacam-macam, mulai dari ringan hingga sangat berat.
  • Kaku pada sendi.
  • Bengkak pada sendi.
  • Kemerahan kulit pada bagian sendi yang meradang.
  • Ruang gerak sendi menjadi terbatas/terganggu.

Bagaimana Cara Mendiagnosa Penyakit Radang Sendi?

Pemeriksaan atas gejala yang dialami saja tidak cukup, kamu perlu melakukan pemeriksaan penunjang, hingga pemeriksaan fisik di rumah sakit, dengan dokter spesialis.

Ada beberapa cara pemeriksaan penunjang, yang mungkin akan dilakukan, untuk mengetahui lebih dalam terkait jenis-jenis peradangan sendi yang diderita, di antaranya adalah:

  • Analisis cairan sendi
  • CT scan
  • USG
  • Rontgen (X-Ray) Sendi
  • MRI

Setelah didiagnosa, kemungkinan hasilnya menyertakan salah satu jenis peradangan sendi. Nah, biar kamu tidak bertanya-tanya, yuk ketahui jenis-jenis peradangan sendi berikut ini.

Jenis-jenis Peradangan Sendi

1. Juvenile Rheumatoid Arthritis

Jenis peradangan sendi yang pertama adalah Juvenile Rheumatoid Arthritis (JRA). Adapun kondisi peradangan sendi yang satu ini, terbukti tidak hanya bisa dialami oleh orang tua saja.

Pasalnya, penyakit peradangan sendi yang satu ini merupakan, salah satu jenis peradangan sendi, yang juga bisa terjadi pada usia muda, alias anak-anak.

Tidak hanya di satu titik, jenis peradangan sendi yang satu ini, bisa mempengaruhi seluruh persendian tubuh.

Bukan diakibatkan adanya asam urat atau keturunan, kondisi peradangan sendi ini umumnya masuk ke dalam penyakit autoimun.

Maksudnya, penyakit ini akan mengganggu sistem pertahanan tubuh si penderita, dan akan melakukan penyerangan pada sel normal.

Untuk gejala dari jenis peradangan sendi ini, adalah berupa demam tinggi (biasanya makin parah di malam hari), ruam, hingga pembengkakan pada seluruh persendian tubuh.

Umumnya, Juvenile Rheumatoid Arthritis
bisa terjadi sendi pada lutut dan pergelangan tangan. Adapun, si penderita akan merasakan nyeri hingga kaku pada sendi tersebut.

2. Osteoarthritis

Jenis peradangan sendi yang selanjutnya adalah osteoarthritis. Adapun jenis peradangan yang satu ini merupakan penyakit, yang biasa menyerang orang tua, berusia kisaran 40-50 tahun.

Berbeda dengan JRA, jenis peradangan sendi ini adalah penyakit sendi degeneratif, yang berkaitan dengan kerusakan sendi.

Untuk gejala umum dari osteoarthritis adalah tentu adanya rasa nyeri pada sendi. Namun, perlu kamu tahu juga, bahwa rasa nyeri yang timbul ini, diakibatkan adanya gangguan pada tulang.

Tidak hanya gangguan pada tulang, tapi juga di lapisan sendi atau membran sinovial, dan spasme otot-otot di sekeliling sendi.

Tidak hanya di lutut dan pergelangan tangan, penyakit ini juga bisa menyerang semua bagian sendi pada tubuh.

Namun, sendi yang paling terdampak adalah sendi-sendi yang menopang beban berat badan seperti pinggul, lutut, dan sendi tulang belakang.

3. Rheumatoid Arthritis

Selanjutnya ada Rheumatoid Arthritis, sebagai jenis peradangan sendi yang biasa dialami oleh usia dewasa.

Orang yang mengalami radang sendi ini, sistem pertahanan tubuhnya, akan menganggap membran sinovial (pelapis dan pelumas sendi) di sendi, sebagai benda asing bagi tubuh, jadi harus dilawan.

Mengapa demikian? Pasalnya, kerusakan membran inilah, yang akan menyebabkan gejala berupa pembengkakan dan nyeri pada sendi penderita.

Selain itu, proses peradangan tersebut juga tidak terjadi, di tempat yang seharusnya, dan malah menyerang sendi.

Sehingga, hal tersebut menyebabkan peradangan sendi, memicu erosi, hingga kerusakan pada organ tubuh lainnya.

Nah, hal ini juga bisa disebut proses autoimun, yang diyakini dipicu oleh kombinasi faktor genetik, dan faktor lingkungan.

Seperti apa contoh faktor lingkungan? Salah satunya adalah merokok. Agar tidak semakin parah, maka harus dilakukan diagnosa dan pengobatan sejak dini.

Apa gejala yang biasa dirasakan penderita Rheumatoid Arthritis? Yakni berupa sendi kaku pada pagi hari.

Biasanya, nyeri sendi sering terjadi di jari-jari tangan, pergelangan tangan, dan kaki.

4. Arthritis Gout

Jenis peradangan sendi yang terakhir adalah Arthritis Gout, yang disebabkan oleh penumpukan kristal urat pada sendi.

Umumnya, gejala yang sering dialami oleh si penderita adalah nyeri dan pembengkakan pada sendi yang khas.

Tidak datang perlahan, nyeri sendi pada kasus ini datangnya tiba-tiba, bahkan menyerang sendi kecil, dengan lokasi yang khas, seperti ibu jari kaki.

Tidak hanya itu, jika penderita mengalami serangan akut, maka penderita bisa mengalami gejala lebih ekstrim, seperti demam dan nyeri hebat. Bahkan, gejala tersebut bisa bertahan selama beberapa jam hingga beberapa hari.

Pengobatan

Ada banyak cara pengobatan radang sendi, dari semua jenis-jenis peradangan sendi, yang sudah disebutkan tadi.

Meski tidak berdampak langsung, atau sampai sembuh total, setidaknya pengobatan ini, bisa meredakan pembengkakkan, memperbaiki fungsi sendi, hingga mengurangi rasa nyeri hebat.

Sehingga, kamu bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, tanpa gangguan nyeri sendi. Berikut beberapa metode pengobatan nyeri sendi:

  • Konsumsi obat-obatan untuk radang sendi, seperti antinyeri dan antiradang.
  • Konsumsi obat dari bahan alami, seperti jamu-jamuan, hingga makanan yang baik untuk sendi.
  • Melakukan Fisioterapi.
  • Pembedahan, jika peradangan sudah dalam fase berat.
  • Melakukan terapi alternatif seperti akupuntur, dan pengobatan tradisional lainnya.

(Baca Juga: Obat Rematik Alami Tradisional dari Bumbu Dapur)

Nah, itu dia beberapa informasi terkait jenis-jenis peradangan sendi, yang perlu kamu ketahui, bahkan sejak dini.

Selain mencegah dengan cara hidup sehat, rajin olahraga, hingga menjaga makanan, kamu juga perlu melindungi diri dari berbagai penyakit, dengan asuransi kesehatan.

Dengan asuransi kesehatan, kamu bisa melakukan berbagai macam pengobatan sejak dini, tanpa perlu memikirkan biaya pengobatannya.

Dengan begitu, risiko sakit yang lebih berat tidak akan terjadi. Asuransi kesehatan, juga bisa membantu meminimalisir risiko kerugian finansial, karena mahalnya biaya berobat.

Tidak perlu khawatir mahal, karena kamu bisa pilih sendiri produk asuransi kesehatan, yang cocok, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi finansial kamu.

Di mana bisa dapatkan produk asuransi kesehatan yang tepat? Di mana lagi, kalau bukan di CekAja.com!

Terlebih, CekAja.com menyediakan banyak produk asuransi kesehatan, dari berbagai perusahaan asuransi kesehatan ternama di Indonesia.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera ajukan asuransi kesehatan terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com.