Jenis Pelanggaran e-Tilang dan Besaran Denda yang Wajib Kamu Tahu!

Pada tanggal 23 Maret 2021 lalu, Kepolisian Republik Indonesia telah memberlakukan secara nasional penetapan aturan dan jenis pelanggaran e-Tilang. Apa saja? Yuk, simak!

Jenis Pelanggaran e-Tilang dan Besaran Denda yang Wajib Kamu Tahu!

Penetapan aturan tersebut didasari atas Pasal 272 UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Dimana, penindakan atas pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan dapat dilakukan atas dasar hasil rekaman peralatan elektronik.

Nah, melalui artikel ini Kamu akan mengetahui jenis pelanggaran e-Tilang beserta besaran dendanya.

Apa itu e-Tilang atau Tilang Elektronik?

Penindakan Jenis Pelanggaran e-Tilang atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) adalah penerapan sistem pemantauan lalu lintas menggunakan kamera berteknologi tinggi untuk mencatat pelanggaran lalu lintas.

Teknologi ETLE sendiri merupakan kombinasi antara Electronic Registration Identification (ERI) sebagai sistem pendataan kendaraan bermotor secara elektronik, dan Electronic Law Enforcement (ELE) sebagai alat sensor.

Apabila seseorang terpantau melanggar lalu lintas melalui e-Tilang, maka pelanggar tersebut tidak harus berhadapan secara langsung dengan polisi lalu lintas.

Sistem Pelanggaran e-Tilang akan merekam tindak pelanggaran dan diolah oleh Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, yang kemudian dilanjutkan dengan menerbitkan surat tilang.

(Baca Juga: Diskon PPnBM Diperpanjang? Kabar Gembira untuk Penggemar Otomotif!)

Surat tilang akan dikirimkan langsung ke alamat pelanggar sesuai dengan alamat yang ada di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Nantinya, pelanggar bisa membayar denda melalui Bank.

Selanjutnya, pelanggar diberi waktu selama 7 hari untuk mengikuti persidangan atau langsung membayar ke Bank. Apabila pelanggar tidak menaati penilangan, maka akan dilakukan pemblokiran STNK.

Saat ini terdapat 12 Kepolisian Daerah (POLDA) yang menjadi percontohan penerapan e-Tilang termasuk Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Banten, Lampung, SUMBAR, SUMUT, Riau, SULSES, dan Jambi.

Di Jakarta sendiri, saat artikel ini ditulis terdapat 98 titik kamera e-Tilang yang tersebar di jalan protokol dan jalan tol.

Jenis Pelanggaran e-Tilang atau Tilang Elektronik

Apa saja jenis pelanggaran e-Tilang yang berlaku? Tentu, jawabannya sama dengan penindakan tilang konvensional.

Jenis pelanggaran e-Tilang sendiri juga sama-sama tertuang dalam UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Lalu, apa saja jenis pelanggaran e-Tilang?

  1. Melanggar rambu lalu lintas, marka jalan, dan alat pemberi isyarat lalu lintas dikenakan hukuman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.
  2. Kendaraan roda dua tidak dilengkapi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, speedometer mati, knalpot dikenakan kurungan penjara maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp250.000.
  3. Kendaraan roda empat atau lebih tidak dilengkapi persyaratan teknis seperti spion, klakson, lampu utama, speedometer mati, knalpot dikenakan kurungan penjara maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp500.000.
  4. Tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan sepeda, dikenakan sanksi pidana maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp500.000.
  5. Mengemudikan kendaraan bermotor secara tidak wajar dan minim konsentrasi seperti membuka smartphone, dikenakan sanksi pidana maksimal 3 bulan kurungan atau denda maksimal Rp750.000.
  6. Melanggar aturan ganjil-genap dan peraturan larangan lainnya seperti melawan arus, dikenakan pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda maksimal Rp500.000.
  7. Membonceng lebih dari satu orang tanpa dilengkapi kereta samping, dikenakan denda maksimal Rp250.000.
  8. Kendaraan tidak dilengkapi plat nomor dikenakan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda maksimal Rp500.000.
  9. Melanggar gerakan lalu lintas atau tata cara berhenti dan parkir dikenakan hukuman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
  10. Menggunakan alat peringatan seperti bunyi dan sinar tidak sesuai dengan hak pengguna dikenakan hukuman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
  11. Melanggar aturan batas kecepatan tertinggi atau terendah dikenakan hukuman pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000.
  12. Melanggar tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain dikenakan hukuman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
  13. Tidak menggunakan sabuk pengaman dikenakan hukuman pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
  14. Tidak menggunakan helm bagi pengendara dan penumpang terutama tidak menggunakan helm SNI, dikenakan pidana penjara maksimal 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
  15. Tidak menyalakan lampu utama pada malam hari dan kondisi tertentu, dikenakan pidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
  16. Tidak menyalakan lampu utama di siang hari, dikenakan pidana kurungan maksimal 15 hari atau denda paling banyak Rp100.000.
  17. Berbelok, pindah jalur, atau putar balik tanpa memberikan isyarat dikenakan pidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000.
  18. Balapan dengan pengendara motor lain di jalan dikenakan pidana kurungan maksimal 1 tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000.
  19. Tidak menutup pintu kendaraan, tidak berkendara di lajur yang ditentukan, atau tidak memberhentikan kendaraan ketika menaikkan atau menurunkan penumpang dikenakan denda maksimal Rp250.000.
  20. Menurunkan dan menjemput penumpang di sembarang atau melewati jaringan jalan yang ditentukan dalam izin trayek dikenakan pidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp250.000.
  21. Dengan sengaja mengemudikan kendaraan dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa dipidana maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp3.000.000.

(Baca Juga: Deretan Keuntungan Tabungan Danamon D-Save, Tabungan Tanpa Biaya Admin!)

Nah, itulah jenis pelanggaran e-Tilang beserta besaran denda yang wajib kamu tahu. Cara bayar denda e-Tilang cukup mudah, kamu bisa simak caranya pada artikel Cara Bayar Denda e-Tilang berikut ini.

Pelanggaran lalu lintas memang sesuatu hal yang tidak bisa dipastikan namun tetap bisa dihindari. 

Misalnya saja, tiba-tiba kaca spion dan helm dicuri atau tidak sengaja menyenggol pengendara lain.

Untuk itu, kamu perlu menyiapkan tabungan tersendiri untuk mengantisipasi pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga seperti kecelakaan atau denda pelanggaran lalu lintas.

Sebagai marketplace pembanding layanan dan produk keuangan, CekAja.com mampu memberikan kebutuhan kamu terkait produk tabungan.

Melalui CekAja.com, kamu bisa memilih produk tabungan yang sesuai dengan profil keuangan dak kebutuhan kamu.

Beragam informasi mengenai suku bunga tahunan, minimal tabungan, biaya admin, hingga cashback bisa kamu temukan di CekAja.com.

Selain itu, kamu juga bisa langsung mengajukan tabungan langsung di platform CekAja.com dengan mudah dan cepat.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera ajukan tabungan melalui CekAja.com!