10 Jenis Penyakit Tulang atau Kelainan Beserta Cara Cegahnya

Ada berbagai jenis penyakit tulang atau kelainan tulang yang perlu kita waspadai. Tidak hanya bagi kaum lansia, tetapi juga semua orang dari berbagai kalangan. Berikut penjelasan selengkapnya beserta cara pencegahan yang efektif.

Pariwara

Tulang adalah komponen terpenting di dalam tubuh. Sejak janin berada di dalam kandungan, pengawasan pertumbuhan tulang tak boleh absen dilakukan.

Maka dari itu, ibu pun wajib mengonsumsi kalsium dari berbagai sumber, seperti susu dan tablet kalsium.

Kemudian selama masa pertumbuhan, anak juga dianjurkan rutin minum susu untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan tulang yang maksimal.

Sehingga anak bisa tumbuh tinggi, dan terhindar dari bahaya stunting.

Sedangkan untuk para orang dewasa hingga lansia, kebutuhan menjaga kesehatan tulang dengan mencukupi kebutuhan kalsium sangat penting untuk menghindari berbagai jenis penyakit tulang.

Dengan tulang yang sehat, maka kita bisa bebas beraktivitas dan menjadi pribadi yang produktif.

Jangan hanya menjaga asupan nutrisi, ketahui juga jenis penyakit tulang yang perlu diwaspadai.

(Baca Juga: Terapi Tulang Belakang dengan Berenang Ini Dijamin Aman)

Jenis Penyakit Tulang

Berikut ini daftar jenis penyakit tulang atau kelainan tulang yang harus kamu ketahui dan waspadai.

1. Osteoporosis

Jenis penyakit tulang yang pertama adalah osteoporosis, yakni kondisi di mana tulang menjadi rapuh akibat penghancuran jaringan tulang yang lama dan rusak lebih dominan daripada pembentukan jaringan tulang yang baru.

Saat tubuh kekurangan kalsium, mengalami gangguan hormone, atau mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormone steroid (seperti betametason, fluocinolone, dexamethasone, dan lain-lain), maka risiko terkena osteoporosis pun akan meningkat.

Selain itu, kaum wanita dan lansia memiliki risiko terkena osteoporosis yang lebih tinggi dibandingkan dengan para pria.

Bagian tulang yang rentan mengalami osteoporosis adalah tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan, dengan gejala nyeri, perubahan postur, tinggi badan yang berkurang, dan lain sebagainya.

2. Kelainan Formasi Tulang (Osteogenesis Imperfecta)

Kelainan formasi tulang menyebabkan tulang tumbuh secara tidak sempurna, sehingga menyebabkannya rapuh, mudah patah, otot lemah, pelengkungan tulang belakang, hingga gigi yang tidak kuat.

Penyebab dari jenis penyakit tulang ini adalah karena keturunan (genetik) dari orang tua penderita. Di mana gen-gen penting yang memproduksi kolagen dan protein yang menguatkan tulang justru rusak.

Tak heran jika tulang menjadi sangat rapuh dan rentan mengalami keluhan seperti nyeri, atau mudah mengalami patah tulang saat terjadi kecelakaan kecil.

3. Tulang Lunak (Rakitis/Osteomalacia)

Ketiga, ada kondisi tulang lunak yang menyebabkan kelainan bentuk tulang atau tulang menjadi rentan patah.

Pada anak-anak, kondisi ini disebut dengan rakitis yang mengganggu perkembangan tulang. Sedangkan pada orang dewasa, ini disebut sebagai osteomalacia.

Berbagai gejala seperti nyeri tulang, kram otot, munculnya rasa pegal, hingga kesemutan bisa dirasakan akibat kekurangan vitamin D yang menyebabkan penyerapan kalsium yang tidak maksimal.

Maka dari itu, kamu sebaiknya rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk mendapatkan asuoan vitamin D yang cukup.

Selain itu, faktor genetik atau keturunan juga bisa menyebabkan jenis penyakit tulang ini muncul.

4. Radang Tulang (Osteomielitis)

Tulang juga bisa mengalami peradangan akibat infeksi bakteri setelah terjadi cedera, patah tulang, penurunan kekebalan tubuh, atau sebagai akibat dari penggunaan alat bantu prostetik.

Efek lanjutan dari jenis penyakit tulang yang satu ini bisa menyebabkan anak memiliki tubuh yang pendek, infeksi berat, dan kematian jaringan tulang.

Penderita biasanya akan merasakan gejala berupa nyeri, pembengkakan tulang disertai rasa hangat di area sekitar tulang yang sakit, rasa lemas, dan bahkan demam.

5. Penyakit Paget Tulang

Penyakit paget adalah jenis penyakit tulang berupa kelainan pertumbuhan tulang yang cepat namun tidak kuat. Tulang kemudian rentan rapuh, sehingga menyebabkan kerusakan atau perubahan bentuk.

Sementara itu, proses pembaruan produksi jaringan tulang yang baru juga terhambat, sehingga yang tersisa hanyalah jaringan tulang yang lama.

Gejala sepele seperti nyeri, pembesaran tulang, sulit berjalan atau duduk bisa saja dirasakan penderita penyakit paget. Bagian yang rentan terkena yakni tulang belakang, tulang kaki, tengkorak, dan panggul.

Sampai sekarang, belum diketahui secara pasti penyebab dari penyakit ini. Namun diperkirakan, faktor genetik alias keturunan dan faktor lingkunganlah yang menjadi penyebab kuatnya.

6. Osteokondrosis

Yakni jenis penyakit tulang yang merusak tulang dan mengganggu kesehatan sendi. Penyebabnya adalah gangguan aliran darah menuju area tulang dan persendian.

Bagian yang rentan menderita osteokondrosis adalah panggul dan lutut anak-anak dan kalangan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.

(Baca Juga: 6 Obat Herbal Cina Legendaris dengan Sederet Khasiatnya)

7. Kelainan Tulang Belakang

Kelainan tulang belakang menjadi jenis penyakit tulang yang cukup banyak diderita. Kondisi ini membuat tulang belakang tidak tumbuh lurus seperti dalam keadaan normal, melainkan bengkok.

Penyakit ini dibagi berdasarkan bentuk pembengkokan yang terjadi.

Yakni tulang belakang yang melengkung ke depan (lordosis), pembungkukan tulang lebih dari 50 derajat (kifosis), dan tulang belakang yang bengkok menyamping seperti huruf S atau C (skoliosis).

8. Kista Tulang

Selanjutnya, ada kista tulang yang juga masuk ke dalam daftar jenis penyakit tulang yang perlu diwaspadai.

Kista yang berupa benjolan berisi air dengan berbagai ukuran bisa muncul di sela persendian atau bagian tulang tertentu.

Penyakit ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya. Namun jika pasien merasakan rasa nyeri dan kista yang semakin membesar, amaka penangan medis pun perlu dilakukan.

Yakni berupa pembedahan untuk mengikis atau mengangkat kista. Hal ini diperlukan untuk mencegah perapuhan tulang.

Anak-anak dan remaja menjadi kalangan yang rentan terhadap penyakit ini.

9. Tumor Tulang

Jenis penyakit tulang ini cukup diketahui banyak orang. Tumor adalah gabungan sel-sel atau gumpalan jaringan yang tumbuh secara tidak terkendali.

Tumor tulang menyebabkan kerapuhan, sehingga tulang akan lebih mudah patah.

Pada kondisi terburuk, tumor ini juga bisa terus berkembang menjadi kanker yang bisa menjalar dan mengganggu kesehatan bagian tubuh lainnya.

Maka dari itu, tumor tulang harus menjalani penanganan medis yang tepat dan intens, agar efek buruk lanjutan tersebut tidak terjadi.

Untuk menghindari munculnya tumor tulang, kamu disarankan menerapkan gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, rajin berolahraga, serta menghindari stres.

10. Kanker Tulang

Jenis penyakit tulang yang terakhir adalah kanker. Sel kanker bisa saja memang berasal dari bagian tulang (terutama bagian panggul, lengan, atau kaki) atau justru dari bagian tubuh lain yang lebih dulu terkena.

Kanker tulang bisa terjadi karena dipicu oleh mutasi gen yang bertugas mengendalikann pertumbuhan sel. Saat gen ini rusak, maka akan tumbuh sel-sel tidak dikenal secara tidak terkendali.

Sehingga tumor yang terus berkembang menjadi kanker pun muncul.

Gejala yang dirasakan seseorang yang mengidap kanker tulang ini antara lain rasa nyeri tulang, adanya pembengkakan pada bagian tulang tertentu, dan pelemahan tulang yang membuatnya rentan patah.

Cara Mencegah Penyakit Tulang

Berikut ini beberapa cara yang bisa mencegah penyakit tulang muncul, atau meminimalisir rasa sakit pada kelainan tulang yang bersifat genetik:

Penuhi asupan kalsium dan vitamin D

Yakni dengan minum susu tinggi kalsium, mengonsumsi sayuran hijau (seperti bayam, brokoli, pok choy), ikan salmon, tahu, kacang almond, biji wijen, dan lain-lain.

Sedangkan vitamin D terbaik bisa didapat dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi setidaknya 5 menit sampai 15 menit sebanyak tiga kali seminggu.

Olahraga teratur

Mulailah dengan olahraga ringan seperti jogging, jalan kaki, naik-turun tangga, latihan angkat beban, dan lain-lain untuk menjaga kekuatan tulang.

Konsultasikan dengan dokter untuk memilih jenis olahraga yang tepat bagi kamu yang memiliki kelainan tulang bawaan.

Jaga berat badan

Berat badan yang ideal akan menjauhkanmu dari risiko berbagai penyakit, termasuk penyakit tulang. Hitung berat badan ideal sesuai dengan standar penghitungan BMI.

Cek kepadatan tulang

Bagi kalangan yang rentan terhadap penyakit tulang seperti anak-anak, remaja, wanita dewasa, dan lansia, cobalah untuk rutin cek kepadatan tulang setiap tahunnya.

Pemeriksaan seperti rontgen mungkin akan dilakukan dokter untuk menganalisa kondisi kesehatan tulangmu. Sehingga jika ditemukan hal janggal, maka tindakan medis bisa lebih cepat dilakukan.

Itulah sepuluh jenis penyakit tulang atau kelainan yang harus diwaspadai, beserta cara pencegahannya. Senantiasa lindungi kesehatanmu dan anggota keluarga lainnya dengan memiliki asuransi.

Asuransi kesehatan untuk individu maupun keluarga bisa didapatkan melalui CekAja.com.

CekAja.com akan memberikan rekomendasi produk asuransi terbaik dengan perbandingan yang disesuaikan pada kebutuhanmu.

Premi dijamin murah, dan kamu bisa mengajukan asuransi dari berbagai merk ternama hanya dengan mengisi formulir online dan membayar premi bulan pertama.

Petugas CekAja.com akan membantu proses pengajuan, dan kartu asuransi siap pakai akan dikirimkan langsung ke alamat tempat tinggalmu.

Yuk, segera cek produk asuransi kesehatan terbaik dan ajukan hanya lewat CekAja.com!

Pariwara