Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Jika Ditekuni Sejak Kecil, Hobi Mengoleksi Ini Bisa Bikin Kaya

by Ariesta on 26 Maret, 2016

barang langka untuk investasi - CekAja.com

Sewaktu kecil, kita semua pasti hobi mengumpulkan mainan atau senang mengoleksi sesuatu. Sayangnya saat besar, kita seringkali kehilangan koleksi kita. Entah karena alasan bosan, sudah besar sehingga diberikan ke saudara yang masih kecil, atau rusak karena tidak dirawat.

Padahal, jika kamu tetap mempertahankan koleksimu, benda-benda tersebut bisa mendatangkan keuntungan. Kok bisa? Kalau termasuk barang langka atau limited edition dan masih dalam kondisi bagus,  koleksimu ini bisa membuatmu kaya mendadak jika dijual pada kolektor.

Nah, coba bongkar gudang di rumah. Siapa tahu kamu menemukan benda-benda dari masa kecilmu seperti berikut.

Hobi Mengoleksi action figure

gi joe

Waktu kecil, kamu pasti punya tokoh idola. Dan tokoh idola anak kecil biasanya seorang jagoan alias superhero. Mainan action figure yang sewaktu kecil harganya tidak seberapa, ternyata bisa membuatmu punya mobil baru jika dijual di zaman sekarang. Misalnya, kalau kamu punya action figure Anakin Skywalker dari Star Wars dengan kondisi masih terawat, sekarang action figure tersebut sangat dicari-cari kolektor mainan Star Wars dan bisa dihargai hingga US$3.400 (Rp44,2 juta).

(Baca juga: 10 Merchandise Star Wars Termahal yang Pernah Dijual)

Skywalker tadi belum seberapa. Ada lagi yang lebih fantastis karena harganya sampai menembus angka US$200.000 Rp 2,6 miliar! Nah kalau yang ini, bukan hanya mobil, kamu juga bisa beli rumah. Action figure G.I. Joe bertema militer ini memiliki ukuran 11,5 inci dan 21 bagian yang dapat digerakkan. Action figure G.I. Joe dibuat pada tahun 1963 dan merupakan action figure G.I. Joe pertama di dunia.

Karena pencinta action figure sangat peduli pada detail, tentunya kamu harus benar-benar merawat koleksi action figure milikmu agar bisa dijual dengan harga tinggi. Ada lecet sedikit saja atau warna aslinya pudar bisa langsung menurunkan harga jual. Oleh karenanya, ada aturan supaya action figure tetap terjaga kualitasnya. Misalnya dengan tidak menaruhnya di tempat yang terkena matahari langsung, menyimpan di kotak khusus, dan rajin dibersihkan setiap seminggu sekali.

Hobi mengoleksi prangko

Penny-Black

Siapa bilang mengoleksi prangko itu kuno? Banyak hal positif yang bisa kamu dapatkan lewat hobi satu ini. Di antaranya kesabaran, ketekunan, dan kehati-hatian. Mengoleksi prangko juga  bisa membuatmu kaya, itu pun kalau kamu mau melelangnya.

Salah satu prangko termahal di dunia adalah ‘The Penny Black’ sebagai prangko kertas pertama di dunia yang dibuat oleh Inggris. Pria yang mencetuskan ide ini, Rowland Hill, kini dikenal sebagai bapak prangko dunia. Prangko ini berwarna hitam putih dengan profil Ratu Victoria. Pertama kali diterbitkan pada 1840, prangko kemudian ditarik dari peredaran setahun kemudian. Kini prangko ini sangat diburu oleh kolektor dan dihargai US$3.000 (Rp39 juta). Harganya pun semakin mahal setiap tahunnya.

Kalau nenekmu punya hob mengoleksi prangko, coba buka-buka album prangkonya. Siapa tahu ada prangko zaman perang yang bernilai. Sebelum melelang, jangan lupa minta izin pada nenekmu ya!

Hobi mengoleksi buku

Harpot

Nah, orangtua kita pasti sangat gencar membiasakan supaya anaknya membaca buku. Kalau kamu menyimpan edisi pertama buku Harry Potter and the Philosopher’s Stone karya J.K. Rowling, buku tersebut dihargai hingga US$ 18.000 (Rp 234 juta) di sebuah pelelangan tahun 2007. Ini membuktikan investasi dalam bentuk buku tidak harus berupa buku antik dan kuno. Edisi pertama atau buku yang ditandatangi pengarang juga bernilai di mata kolektor.

(Baca juga: Kebiasaan Sepele Sejak Kecil Inilah yang Membuat Kamu Jadi Miskin Saat Dewasa)

Di dalam negeri, buku-buku terbitan lama sangat diburu oleh kolektor. Tjerita dari Blora karya Pramoedya Ananta Toer edisi cetakan 1964 misalnya, laku terjual Rp520 ribu pada 2014 melalui pelelangan pencinta buku di Facebook.

US$1 = Rp13.000

Tentang Penulis