Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Jika Merasakan 4 Hal Ini, Segera ke Psikolog!

by Sindhi Aderianti on 14 Oktober, 2019

Hari Kesehatan Mental Sedunia baru saja diperingati belum lama ini yaitu pada tanggal 10 Oktober. Besar harapan, ke depannya masyarakat semakin aware dengan kesehatan psikis dan lebih memiliki kepedulian terhadap pengidap gangguan mental.

psikolog

Selama ini, terlalu banyak pandangan keliru bahwa hanya ‘orang gila’ saja yang harus berobat ke psikolog. Padahal siapapun boleh melakukan konsultasi dengan tenaga ahli tersebut, demi menjaga kesehatan mentalnya.

Pada dasarnya tiap individu punya masalah yang bisa didiskusikan dengan psikolog. Mulai dari rasa cemas berlebih, tidak percaya diri, hingga depresi. Itu berarti, tak perlu ada diagnosis khusus seperti gangguan jiwa.

Psikolog dan Psikiater Beda

Selain paradigma di atas, banyak orang awam yang juga keliru sampai menganggap psikolog dan psikiater sama. Dilansir dari Kode Etik Psikologi oleh Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia), psikolog dan psikiater sama-sama menangani masalah kejiwaan. Pun memiliki konsentrasi praktik yang sama, seperti penanganan, pencegahan, diagnosa, dan terapi.

Namun, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda cukup signifikan. Pertama, psikiater boleh memberikan terapi berupa obat-obatan atau farmakoterapi. Sementara, psikolog lebih fokus ke aspek sosialnya, seperti memberikan terapi psikologi atau psikoterapi.

Untuk menjadi psikolog pun seseorang perlu menempuh pendidikan sarjana psikologi selama kurang lebih empat tahun. Kemudian, setelah lulus perlu mengambil profesi psikolog untuk bisa membuka praktik. Sementara, psikiater perlu menempuh pendidikan sarjana kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter umum. Kemudian, mengambil pelatihan residensi selama empat tahun dengan pengkhususan di bidang psikiatri. Baru kemudian psikiater mendapatkan gelar spesialis kedokteran jiwa.

(Baca juga: Hari Kesehatan Mental Sedunia: 5 Cara Redakan Depresi)
Tanda Darurat Kamu Harus Ke Psikolog

Kesehatan mental sama pentingnya dengan tubuh. Jadi, siapa takut ke psikolog? Anggap saja kamu ingin curhat, tapi ke orang yang lebih profesional. Terutama bila kamu mengalami tanda-tanda di bawah ini, segera cari bantuan psikolog tepercaya.

1. Mengalami kejadian traumatis

Kejadian traumatis seperti kecelakaan, musibah yang menghilangkan orang tercinta, kekerasan seksual atau perceraian, tentu meninggalkan luka batin mendalam. Trauma psikologis tak mungkin hilang begitu saja seiring berjalannya waktu. Wajar bila merasa sedih berkepanjangan, bahkan sampai menahun. Namun, jangan biarkan dirimu terpuruk sendiri. Cobalah tuangkan perasaan ini ke psikolog. Siapa tahu, kondisi psikismu jadi lebih membaik setelahnya.

2. Tak menemukan support system dan solusi

Obat bagi mental breakdown terampuh sebenarnya adalah support system dari orang terdekat. Namun, tidak semua orang bisa mengerti guncangan yang sedang dialami. Kalaupun ada, mereka hanya bisa mengeluarkan kata ‘sabar’.  Tempat besandar nihil, apalagi solusi untuk keluar dari masalah. Kalau sudah begitu, jangan biarkan stresmu berlarut. Orang lain boleh tak peduli, tapi kamu masih punya harapan lain untuk bisa ‘sembuh’ dengan meminta bantuan psikolog.

3. Masalah sudah mengganggu produktivitas

Saat diterpa masalah serius, coba perhatikan kembali apakah keseharianmu ikut terganggu? Artinya rutinitas seperti sekolah atau kerja mulai tak seproduktif dulu, karena sikapmu yang perlahan berubah. Kamu lebih sering bolos dan menghindar, bahkan hubungan dengan orang lain merenggang lantaran kena imbas emosimu. Dalam kondisi ini, kamu juga butuh ‘tangan dingin’ seorang psikolog.

4. Ada pelarian ke arah negatif

Tahap paling dikhawatirkan dari orang yang stres berat, yakni ketika mencari pelarian ke arah negatif. Kadang hal tersebut dilakukan agar bisa melupakan masalah, tapi bukan menyelesaikannya. Semisal kecanduan alkohol, narkoba, atau judi. Tak sedikit pula karena depresi, ada yang berani melukai dirinya sendiri dan mencoba bunuh diri. Jika kamu sampai di fase tersebut, segeralah ke psikolog.

(Baca juga: Pengobatan Mental Illnes Gratis Pakai BPJS, Gimana Caranya?)
Biaya Konsul Psikolog

Jasa seorang psikolog sering kali dianggap mahal. Padahal, tidak juga bila kamu memiliki BPJS Kesehatan atau asuransi swasta yang menjamin kondisi tersebut. Belum punya asuransi kesehatan? Coba deh apply di CekAja!

Di beberapa puskesmas Ibukota, layanan konsultasi psikologi bahkan sudah tersedia. Puskesmas yang dimaksud meliputi Mampang Prapatan, ada 6 puskesmas kecamatan lain, yakni Puskesmas Pancoran, Kemayoran, Pasar Rebo, Kramat Jati, Matraman dan Taman Sari.

Soal biaya, pastinya amat terjangkau. Pasien hanya perlu membayar Rp7.000 untuk bisa ‘ngobrol’ dengan psikolog berpengalaman. Biaya ini sudah termasuk administrasi sebesar Rp2.000. Layanan ini dibuka setiap hari Senin hingga Jumat pukul 07.30 – 16.00 WIB.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami