Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Jika Selalu Gagal Sisihkan Gaji Tiap Bulan, Lakukan Cara Ekstrem Berhemat Ini

by Ariesta on 4 Mei, 2016

tips menabung _investasi - CekAja.com

Hemat tidak sama dengan pelit. Hemat dilakukan demi meraih suatu tujuan. Sedangkan pelit dilakukan tanpa tujuan. Misalnya karena ingin berlibur ke luar negeri akhir tahun, kamu melakukan penghematan demi bisa menabung biaya liburan. Sedangkan pelit dilakukan tanpa tujuan tapi karena alasan merasa sayang atau enggan mengeluarkan uang meski untuk kebutuhan diri sendiri.

Meski demikian, baik hemat maupun pelit pasti inginnya yang serba murah atau malah gratis. Kamu yang sedang punya cicilan untuk dilunasi, utang, atau punya target menabung dalam jumlah besar, cara hemat ini bisa kamu tiru. Memang untuk berhemat diperluakan pengorbanan, tapi tidak sampai menyiksa dirimu kok.

Bawa air dari kantor

Air memang urusan krusial untuk kelangsungan hidup. Satu buah galon memuat 19 liter. Kalau kebiasaan minummu baik atau dalam minum 8 liter, berarti galon bisa habis hanya dalam 2-3 hari. Dalam sebulan kamu harus membeli 10-15 galon.

Jika harga  satu buah galon Rp15.000, pengeluaranmu dalam sebulan Rp150.000-Rp225.000 hanya untuk galon. Dalam setahun setahun kamu harus merogoh kocek Rp1,8 juta-Rp2,7juta. Lumayan bukan? Tapi bukan berarti kamu harus mengurangi konsumsi air lho. Bagi kamu pekerja kantoran yang ngekos, manfaatkan air galon di kantor. Bawa botol minum kosong ukuran 1,5 liter dan isi dengan air galon fasilitas kantor. Mau lebih ekstrem lagi? Isi air dengan keran air minum gratis milik PDAM yang terdapat di tempat-tempat umum.

(Baca juga: Kenapa Hemat Tidak Sama dengan Pelit? Ini Jawabannya)

Rajin puasa

Puasa tidak hanya hemat tapi juga menyehatkan. Tapi dengan catatan kamu buka puasa secukupnya lho ya, bukannya lapar mata dan akhirnya memesan cake mahal di kafe. Puasa yang bikin hemat adalah jika dilakukan dengan berbuka secara sederhana, makan malam satu kali, lalu sahur dengan lauk yang sama dengan makan malam.

Sedangkan manfaat kesehatan dari puasa adalah detokfisikasi, menyehatkan sistem pencernaan, mengurango gula darah, dan meningkatkan pembakaran lemak. Ingin lebih hemat lagi? Coba puasa Daud alias hari ini puasa, besoknya tidak, kemudian puasa lagi, dan seterusnya.

Minum air yang banyak sebelum makan

Minum banyak air bikin cepat kembung? Berarti masalahnya ada di tubuhmu. Kamu tidak terbiasa minum banyak air sehingga tubuh kesulitan menyerap air. Seseorang yang terhidrasi dengan baik seharusnya mampu minum 600ml air dengan hanya sekali  jeda. Tubuh manusia terdiri dari 60-70 persen air sehingga semestinya tidak masalah kalau kamu minum banyak air.

(Baca juga: Boleh Ditiru, Inilah Kebiasaan Hemat Para Tokoh Dunia)

Minum banyak air juga bisa membuatmu hemat. Minum banyak air sebelum makan menekan rasa lapar. Porsi makan bisa bisa dikurangi (dari yang asalnya satu porsi jadi setengah porsi) karena sudah merasa lebih kenyang.

Beli barang hanya saat diskon

Tidak perlu takut tidak kebagian diskon karena ada banyak diskon dan promosi setiap tahunnya. Diskon awal tahun, diskon liburan sekolah, diskon tahun ajaran baru, diskon lebaran, diskon natal, diskon khusus pengguna kartu kredit tertentu, beli satu gratis satu, dan masih banyak lagi. Secara tak disadari, ternyata hidup kita selalu dikelilingi diskon.

Tapi pastinya kamu harus mengecek keaslian diskon yang ditawarkan. Jangan sampai ternyata harga aslinya dinaikkan dulu sebelum didiskon.

(Baca juga: 15 Trik Hemat Belanja di Supermarket)

Nebeng teman

Tak perlu keluar ongkos, nebeng memang menjadi pilihan untuk berhemat. Lebih etis sebenarnya kalau kamu ikut menyumbang untuk bensin. Tapi kalau teman atau pacar tidak keberatan sering ditebengi tanpa harus patungan, kamu yang untung bukan?

Saran-saran di atas memang agak ekstrem ya. Tapi namanya juga usaha untuk berhemat. Punya saran berhemat yang lebih ekstrem? Tulis di kolom komentar ya.

 

 

Tentang Penulis