Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Jokowi Bangun 1,25 Juta Rumah Murah, Begini Cara Milenial Bisa Memilikinya

by Gentur Putro Jati on 18 September, 2019

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk bisa menyelesaikan pembangunan 1,25 juta unit rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tahun ini. Bagaimana ya cara agar generasi milenial seperti kamu bisa memilikinya?

beli rumah _ KPR - CekAja.com

Dalam pertemuan dengan pengurus dan anggota Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI), dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), di Istana Merdeka, Senin (16/9) sore, Jokowi mengatakan bahwa selama 4 tahun terakhir ini pemerintah telah fokus melakukan percepatan pemenuhan kebutuhan perumahan terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Tujuannya tidak lain untuk menurunkan backlog (selisih pasokan dan permintaan) rumah yang mencapai angka 11,4 juta.

Jokowi mencatat, capaian program 1 juta rumah oleh Kementerian PUPR yang dipimpin Menteri Basuki Hadimuljono terus menunjukkan kinerja yang meningkat. Ia menunjuk contoh, pada 2015 terbangun 699 ribu unit rumah, kemudian 2016 sebanyak 805 ribu, 2017 naik menjadi 904 ribu, dan untuk pertama kali di tahun 2018 mencapai 1,1 juta rumah. Sehingga secara total sudah 3,5 juta unit yang telah terbangun.

“Ini akan diteruskan 2019 ini yang kita targetkan 1,25 juta rumah yang dibangun bagi masyarakat,” ungkap mantan Walikota Solo.

Kurangin ngopi dan traveling

Sayangnya, walaupun pemerintah gencar membangun rumah murah, namun memiliki properti menurut kebanyakan milenial bukan merupakan target utama dalam hidup. Mereka lebih menekankan pada pemenuhan gaya hidup seperti pakaian, makanan dan minuman, traveling, dan hobi.

(Baca juga: Tiga Tipe Rumah Modern yang Cocok Buat Milenial)

Rumah berada di urutan terakhir dan bukan suatu hal penting atau mendesak untuk diwujudkan. Prioritas mereka adalah menikmati hidup dan mendapatkan pengalaman baru.

Paradigma yang sangat mungkin membuat kamu di umur 40 tahun nanti, masih numpang hidup di rumah orang tua atau mertua. Itu juga kalau orang tua atau mertua mau disusahin seumur hidup sama anaknya. Itu juga kalau ada lawan jenis yang bersedia dinikahi oleh calon pasangan hidup yang tidak mampu beli rumah sendiri.

Empat alasan segera beli rumah

Gak mau kan menjadi benalu yang menggantungkan hidup ke orang tua terus menerus? Ini empat alasan kuat mengapa kamu tidak boleh menunda membeli rumah:

1. Harga naik terus

Alasan utama membeli rumah selagi punya kemampuan finansial adalah harga rumah yang terus naik signifikan setiap tahun. Kondisi ini biasanya didukung oleh lokasi yang potensial. Semakin lama kamu menunda membeli rumah, semakin sulit kamu menjangkau harga rumah dan semakin besar juga dana yang harus disiapkan.

Ingat ya, menunda membeli rumah tidak akan membantu meningkatkan kemampuan kamu dalam membeli. Sebab meskipun penghasilan kamu bertambah, tetapi harga rumah juga meningkat lebih tinggi.

2. Lahan semakin sedikit

Tingginya permintaan tempat tinggal membuat para developer semakin agresif mengembangkan properti. Semakin lama menunda membeli rumah, maka semakin sulit kamu menemukan lahan perumahan di lokasi strategis yang dekat kantor dengan harga yang terjangkau.

3. Usia semakin tua

Jika membeli rumah terus ditunda-tunda, maka semakin sedikit waktu yang kamu miliki untuk mengumpulkan dana. Selain itu pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) kamu, semakin kecil kemungkinannya untuk disetujui oleh bank karena batas usia pelunasan kredit biasanya adalah 55 tahun.

Langkah bisa beli rumah di usia 25 tahun

Kalau sudah punya niat membeli rumah di usia muda setelah membaca empat risiko tadi, sekarang saatnya mencari tahu langkah yang tepat agar bisa cepat membeli rumah.

1. Tentukan harga rumah yang ingin dibeli

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menentukan harga rumah yang diinginkan. Tentukan target yang masuk akal dan sesuai dengan penghasilan saat ini, dan kemungkinan peningkatan penghasilan beberapa tahun ke depan.

(Baca juga: Panduan Lengkap Investasi Saham Bagi Milenial, Tertarik Mencoba?)

Kamu bisa survei lokasi yang kira-kira masuk ke budget tersebut. Agar bisa mendapatkan rumah yang ideal sesuai budget, coba cari di pinggiran Jakarta seperti Depok, Tanggerang, atau Bekasi.

2. Disiplin tabung DP

Uang muka alias down payment (DP) jadi momok menakutkan bagi milenial yang baru punya niat sedikit untuk membeli rumah. Padahal, DP adalah salah satu prasyarat dari bank untuk bersedia menyetujui pengajuan KPR kamu. Dengan memenuhi DP tersebut, bank akan melihatnya sebagai bukti keseriusan dan kemampuan kamu dalam mencicil rumah tersebut ke depannya.

Lantas, bagaimana cara mengumpulkan DP? Langkah paling awal adalah menabung dari penghasilan. Namun, tidak sedikit yang tidak bisa menyimpan penghasilannya dengan baik, sehingga sulit mengumpulkan DP.

Cara paling efektif adalah dengan menetapkan jumlah tabungan yang wajib kamu simpan setiap bulannya, minimal sebesar 30 persen dari penghasilan bulanan. Pisahkan uang tersebut pada rekening khusus dan selalu utamakan menabung setiap kali gaji baru diterima.

Jangan menunda menabung sampai akhir bulan, namun saat gaji diterima, langsung disisihkan untuk uang muka. Atau gunakan fasilitas autodebet dari bank untuk memisahkan uang tabungan DP tersebut pada tanggal tertentu setelah kamu gajian.

3. Investasi

Jika suku bunga tabungan biasa habis tergerus oleh biaya administrasi bank, artinya kamu perlu mencari produk keuangan lainnya yang bisa jadi tempat budidaya uang.

Mulailah mencoba untuk melipat gandakan uang dengan berinvestasi. Kamu dapat memulai dengan ikut menanam modal di usaha yang dikelola teman atau keluarga, berinvestasi emas, deposito, reksadana, sampai menjadi investor di layanan fintech peer to peer lending.

4. Cari penghasilan sampingan

Kerja sampingan adalah salah satu solusi untuk mempercepat terkumpulnya DP, jika gaji dari pekerjaan utama kamu pas-pasan dan selalu habis untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Cari pekerjaan sampingan yang dapat kalian lakukan setelah usainya jam kerja pekerjaan utama. Beberapa yang dapat kalian lakukan adalah menjadi freelancer jasa, berjualan online, atau bekerja sebagai driver ojek/taksi online.

5. Hidup hemat

Untuk dapat mengumpulkan uang DP rumah, kelola keuangan kamu secara seimbang. Kurangi makan di restoran atau kafe saat istirahat kerja dengan membawa bekal.

Lalu, jangan membeli sesuatu yang mendadak di luar pos pengeluaran bulanan kamu. Apalagi hal tersebut tidak bersifat “wajib”.

6. Bandingkan produk KPR dengan bunga dan DP terbaik

Ada banyak produk KPR yang disediakan oleh perbankan nasional maupun asing yang bisa kamu pilih. Usahakan untuk membandingkan bunga sampai DP minimal KPR setiap bank, agar bisa mendapatkan yang sesuai dengan penghasilan dan kemampuan bayar kamu.

Cara paling mudah dan gratis dalam membandingkan produk KPR tentu saja melalui CekAja.com. Cek aja kalau nggak percaya!

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami