Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Jokowi Minta Diskon Listrik dan Harga Pangan Terjangkau Jelang Ramadan

by Anes Saputra on 3 April, 2020

Tak lama lagi, umat muslim akan menjalankan ibadah Ramadan yang diikuti dengan Hari Raya Idul Fitri. Lantas, bagaimana sikap Pemerintah Indonesia terhadap bulan dan hari besar umat Islam tersebut? Berikut ini tiga arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hingga saat ini, angka temuan kasus positif Corona semakin meningkat, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Dikutip dari laman resmi pemerintah terkait info virus Corona, covid19.go.id, data terakhir per 2 April 2020 pukul 16.00 WIB menunjukkan bahwa jumlah pasien positif Corona di Indonesia mencapai angka 1.790 orang. Adapun pasien yang dinyatakan meninggal mencapai 170 orang dan yang sembuh sebanyak 112 orang.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Infeksi Covid-19 sudah menetapkan status darurat Corona di Indonesia hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Artinya, dalam masa status darurat itu, terdapat bulan dan hari besar umat Muslim, yaitu Ramadan dan Idul Fitri.

Dalam rangka menyambut Ramadan dan Lebaran tersebut, Jokowi sudah menyampaikan tiga arahan saat memberikan pengantar dalam Rapat Terbatas pada Selasa (2/4) kemarin. Apa saja isinya?

1. Cek Ketersediaan Bahan-bahan Pokok

Merebaknya wabah virus Corona memang memaksa orang-orang untuk mengubah cara berperilakunya. Perubahan itu pun masuk hingga ke ranah ibadah keagamaan semua agama.

Sejalan dengan hal itu, dalam rangka persiapan Ramadan dan Idul Fitri, pemerintah mengakui bahwa ibadah umat Muslim kali ini akan dijalani dalam konteks yang berbeda dibanding sebelumnya. Sebab, saat ini kita sedang berhadapan dengan virus Corona yang juga tengah menyita perhatian dunia internasional.

(Baca juga: Atasi Corona, Jokowi Perlu Rp405,1 Triliun. Buat Apa Saja?)

Karena itu, Jokowi meminta agar ketersediaan bahan-bahan pokok benar-benar dicek di lapangan. Sebab, kebutuhan pokok merupakan hal yang krusial di tengah pandemi ini terlebih mau menyambut Ramadan dan Idul Fitri.

“Saya sudah cek juga ke Bulog, saya cek ke daerah-daerah mengenai panen raya seperti apa. Saya melihat beras, daging, telur, gula, terigu, dan lain-lainnya masih berada pada kondisi baik,” kata Jokowi dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Gula yang sempat langka di pasaran bakal dijual dengan harga normal pada minggu-minggu depan. Menteri Pertanian telah menyampaikan ke Jokowi bahwa harga gula akan kembali turun pada kondisi normal, yaitu Rp12.500. Selain itu, Menteri Perdagangan juga sudah melaporkan bahwa bawang putih akan kembali ke harga normal di kisaran Rp20.000 sampai Rp30.000.

Tidak hanya soal ketersediaan bahan pokok di lapangan, Jokowi juga meminta jajarannya untuk memastikan bahwa distribusi logistik dapat berjalan dengan lancar. Menteri Dalam Negeri diminta untuk menegur kepala daerah yang melakukan pemblokiran jalan. Hal itu dapat mengganggu penyaluran bahan kebutuhan pokok ke daerah-daerah.

2. Eksekusi Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan paket perlindungan sosial dan jaminan sosial kepada masyarakat yang berada di lapisan bawah. Jokowi memerintahkan jajarannya agar hal itu bisa segera dieksekusi dan langsung dibagikan kepada masyarakat yang menajdi target.

Berbagai paket perlindungan sosial dan jaminan sosial itu berkaitan dengan PKH, sembako, kartu pra-kerja, hingga pembebasan biaya listrik untuk pelanggan 450 Volt Ampere (VA) dan pemberian keringanan tagihan sebesar 50 persen kepada pelanggan bersubsidi 900 VA.

“Kalau ini segera bisa di lapangan tereksekusi akan baik untuk masyarakat kita,” ucap Jokowi.

Terkait biaya listrik, Jokowi telah mengeluarkan kebijakan pembebasan dan peringanan biaya tarif listrik bagi dua kriteria pelanggan di atas. Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun telah menyiapkan cara mendapatkan program tersebut.

Listrik gratis bagi pelanggan dengan daya 450 VA dan diskon sebesar 50 persen bagi pelanggan subsidi dengan daya 900 VA itu diberikan selama 3 bulan, yaitu pada bulan April, Mei, dan Juni 2020.

(Baca juga: Imbas Corona, Ini 4 Janji Bantuan Jokowi Buat Rakyat Kecil)

Untuk mekanismenya, pelanggan golongan tersebut cukup menginput atau mengirimkan ID pelanggan ke website www.pln.co.id atau ke nomor WhatsApp 08122-123-123. Setelah itu, masing-masing pelanggan akan mendapatkan token gratis.

3. Tokoh Agama dan Ormas Diminta Mengedukasi Masyarakat Soal Corona

Menyikapi penyebaran virus Corona, Jokowi meminta agar tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan atau ormas dilibatkan guna mengedukasi masyarakat.

Pelibatan tokoh-tokoh tersebut diharapkan dapat memberikan pendidikan kepada khalayak serta menyosialisasikan pentingnya disiplin dalam penerapan menjaga jarak aman.

Selain itu, para tokoh ini juga diharapkan menyampaikan hal-hal mengenai pentingnya mencuci tangan, pengurangan mobilitas keluar rumah, perlunya memakai masker, serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan angka penyebaran virus Corona.

“Ini perlu disampaikan dalam rangka kita menjalankan protokol kesehatan secara ketat, baik di rumah maupun di luar rumah secara disiplin,” ucap Jokowi.

Itu dia sedikitnya tiga arahan yang disampaikan Jokowi kepada jajarannya saat melakukan Rapat Terbatas pada Selasa (2/4) lalu. Hal itu disampaikan demi menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di tengah merebaknya wabah virus Corona serta meningkatkan kesadaran di masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan diri.

Kamu sendiri sudah melakukan persiapan apa menjelang datangnya bulan Ramadan di akhir April ini? Semoga dalam kondisi sehat fisik semua ya. Tidak kalah pentingnya juga adalah kesehatan keuangan keluarga.

Kalau kamu membutuhkan dana mendadak untuk membeli kebutuhan bahan makanan selama bulan puasa, ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari bank Standard Chartered lewat CekAja.com. Prosesnya cepat, syaratnya mudah, pasti cairnya, dan sudah tentu aman pastinya.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke