Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Jokowi Targetkan Pemindahan Ibu Kota Selesai di Akhir Masa Jabatannya

by Gentur Putro Jati on 15 Mei, 2019

Pemerintah terus mematangkan rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Selain melakukan inspeksi langsung ke lokasi-lokasi kandidat ibu kota baru di daerah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk menyusun jadwal pemindahan pusat pemerintahan Indonesia.

mudik Jakarta _ asuransi perjalanan - CekAja.com

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan saat ini studi lokasi baru terus berjalan. Ia menyebut pekan lalu turut mendampingi Jokowi menyambangi dua daerah di Kalimantan, yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah sebagai ibu kota baru. Bambang menyatakan pemerintah masih akan terus melakukan survei dan studi ke kandidat lokasi yang lain, dan menargetkan kajian final pemindahan ibu kota selesai pada akhir 2019.

Menurut Bambang, perpindahan ibu kota ditargetkan Presiden Jokowi selesai pada 2024 mendatang. Meski terbilang singkat, namun dengan perencanaan yang tepat ia yakin proyek besar tersebut bisa berjalan.

Berikut adalah beberapa jadwal garis waktu pemindahan ibu kota sesuai keputusan pemerintah:

2019 – Studi Lokasi dan Finalisasi Kajian

Sepanjang tahun ini Pemerintah Pusat akan melakukan survei dan mengkaji berbagai opsi lokasi calon ibu kota baru. Kalimantan disebut-sebut menjadi kandidat kuat setelah pekan lalu Jokowi datang untuk melihat langsung lokasi Gunung Mas di Kalimantan Tengah dan Bukit Soeharto di Kalimantan Timur.

Pada akhir tahun ini, Pemerintah akan mengambil keputusan tentang lokasi paling pas untuk ibu kota baru.

2020 – Undang-undang Ibu Kota baru

Mengingat sebagian dana pembentukan ibu kota baru akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka diperlukan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang nantinya akan dituangkan dalam bentuk Undang-Undang (UU).

Bentuknya bisa UU baru, atau merevisi UU lama tentang ibu kota negara yang saat ini masih berada di Jakarta.

2020-2021 – Pembebasan lahan selesai

Pemindahan ibu kota ke lokasi baru diperkirakan membutuhkan lahan seluas 30 ribu sampai 40 ribu hectare. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) mendapat tugas untuk memastikan status tanah yang akan digunakan bebas sengketa.

Jika urusan tanah ini bisa diselesaikan pada 2021, pemerintah menargetkan di tahun yang sama sudah bisa mulai membangun infrastruktur dasar.

2022-2024 – Konstruksi dimulai

Setelah urusan lahan beres, pemerintah ditargetkan mulai membangun ibu kota baru pada 2022. Bukan hanya infrastruktur dasar untuk pusat pemerintahan saja, namun juga fasilitas perumahan bagi aparatur sipil negara yang nanti juga akan ikut berpindah.

Infrastruktur penunjang kebutuhan komersial untuk mendongkrak geliat ekonomi di ibu kota baru juga ditargetkan bisa selesai.

“Paling tidak 2024 sudah mulai ada aktivitas pemindahan ibu kota, apakah seluruhnya atau sebagian dari Jakarta ke ibu kota baru,” kata Bambang.

Bentuk Badan Khusus

Untuk memastikan seluruh tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, Bambang mengusulkan agar pemerintah membentuk suatu badan khusus pemindahan ibu kota negara yang akan memiliki kewenangan atau otoritas khusus.

“Tugasnya sebagai pemegang kendali proses administratif persiapan pembangunan perencanaan, pembangunan, sampai pada pengendalian kota baru di tahap awal. Nanti akan dibahas di kabinet,” katanya.

Dalam rencana Bambang, badan khusus tersebut juga akan berisikan orang-orang profesional yang memiliki orientasi bisnis yang bagus. Sebab, pembangunan ibu kota baru akan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta.

“Harapannya dia bisa menangkap investasi swasta dan BUMN, supaya mempercepat pembangunan di ibu kota baru,” kata Bambang.

Nah buat kamu yang punya rencana memulai hidup di ibu kota baru, jangan lupa siapkan modal dari sekarang. Kalau perlu, ajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) lewat CekAja.com yang bisa kamu pakai sebagai modal merintis usaha disana nanti.

Tentang Penulis

Ego in debitum, ergo sum

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami