Jualan Kenceng, Untung Mercedes Benz Malah Melempem

2 min. membaca Oleh CekAja on

Ekonomi dunia tampaknya masih mengalami gejolak. Sepanjang 2019 lalu, banyak perusahaan yang akhirnya harus menampilkan rapor keuangannya yang membara. Tidak terkecuali raksasa otomotif asal Jerman, Daimler, perusahaan pemilik merek Mercedes Benz. Meskipun tidak merah, tetapi perusahaan harus rela melihat kenyataan bahwa keuntungannya susut 65% menjadi 2,7 miliar euro.

Melansir Reuters, pada tahun 2018 lalu, perusahaan pemilik merek Mercedes Benz itu sukses meraup untung 7,6 miliar euro.

Besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk penyelidikan terkait diesel dan proses hukum yang dihadapi perusahaan dituding menjadi biang keladi anjloknya keuntungan perusahaan.

Betapa tidak, untuk 2 hal tersebut perusahaan harus merogoh kocek lebih dari 5 miliar euro atau sekitar USD5,46 miliar.

Nah berikut merupakan fakta menarik dibalik penurunan perusahaan yang dikenal sebagai produsen mobil mewah tersebut, simak yuk!

(Baca juga: Cara Mengetahui Mobil yang Tidak Pernah Kena Banjir Termudah)

1. Penjualan paling kencang dibanding produsen lain

Sebagai salah satu produsen mobil premium, Mercedes berhasil mempertahankan gelarnya sebagai perusahaan mobil premium terlaris.

Pada tahun lalu penjualan perusahaan masih memegang rekor tertinggi diantara produsen mobil premium lainnya.

Penjualan mobil perusahaan secara global mencapai 2,33 juta unit. Angka tersebut digadang-gadang sebagai angka penjualan tertinggi yang sukses di bukukan perusahaan.

Adapun pasar terbesar dalam penjualan perusahaan adalah Cina, Jepang, Amerika Serikat, Inggris Raya dan Korea Selatan.

Capaian penjualan mobil perusahaan juga memperlihatkan posisi Mercedes yang berhasil mempertahankan rekor sebagai penjual mobil mewah terbanyak selama 4 tahun ke belakang.

2. Menghentikan produksi Pick Up X Class

Salah satu penyebab membengkaknya biaya perusahaan adalah adanya dihentikannya produksi truk pick up X class yang sudah diproduksi sejak tahun 2017 silam.

Karena hal tersebut perusahaan harus merogoh kocek lagi sekitar 828 juta euro. Selain itu perusahaan juga melakukan restrukturisasi unit layanan mobilitasnya yang membuat Daimler harus mengeluarkan biaya tambahan senilai 405 juta euro.

Chief Executive Officer (CEO) Mercedes Benz Ola Kaellenius mengatakan restrukturisasi akan memberikan hasil di tahun ini.

“Kami akan memulihkan kesehatan keuangan perusahaan dan mengambil langkah untuk kembali ke jalur yang benar,” katanya seperti di lansir di Reuters.

Dihentikannya produksi pick up premium pertama milik perusahaan dikarenakan perusahaan harus mengejar harga produksi yang cukup mahal.

Maklum pick up berlambang segitiga itu memang berada diatas rata-rata harga jual pick up milk produsen mobil lain.

Meski begitu pada tahun lalu perusahaan berhasil mencetak penjualan pick up x class sebesar 15.300 unit.

Perusahaan menyasar negara Afrika Selatan dan juga Amerika Selatan sebagai destinasi penjualan unit anyarnya tersebut.

(Baca juga: Diler Otomotif Amerika Serikat Tidak Serius Pasarkan Mobil Listrik)

3. Mulai beralih ke mobil listrik

Bergesernya pola industri otomotif ke era mobil listrik membuat Daimler juga harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.

Hal itu harus ditempuh meskipun harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Nah pada tahun ini, perusahaan akan meluncurkan Mercedes Benz A Class listrik dan van bertenaga listrik.

Hal tersebut disebut-sebut dapat menjaga pengeluaran perusahaan di sektor research and development (R&D) dan juga properti perusahaan pada tingkat yang sama dengan tahun lalu.

Dengan langkah itu, Mercedes mengklaim dapat menghemat lebih dari 14 miliar euro ada akhir tahun 2022 melalui pemotongan biaya administrasi dan juga tenaga kerja.

“Tujuan kami adalah memastikan likuiditas bersih yang solid untuk melindungi investasi yang diperlukan selain itu juga untuk membayar dividen,” jelas Chief Financial Officer (CFO) perusahaan, Harald Wilhelm.

Kamu tentu ingin memiliki Mercedes Benz atau varian mobil mewah lainnya bukan?Jika ya, segerakanlah untuk menjadi wirausahawan. Jangan hanya mengandalkan gaji bulanan semata.

Akses CekAja.com untuk bisa mencukupi kebutuhan modal bisnis anyarmu.   

Tentang kami

CekAja

CekAja