Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Jurus Jitu Hadapi Kenaikan Biaya BPJS Kesehatan!

by Miftahul Khoer on 23 September, 2019

Tok! Akhirnya pemerintah telah bulat untuk menaikkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di awal Januari 2020 mendatang. Keputusan ini disebut-sebut sebagai langkah untuk menekan defisit anggaran.

Asuransi Jiwa BPJS Pensiun -- CekAja

Seperti diketahui, iuran peserta BPJS Kesehatan saat ini untuk kelas 1 mencapai Rp80.000 akan naik menjadi Rp160.000 per jiwa. Sementara iuran peserta untuk kelas 2 mencapai Rp51.000 naik menjadi Rp110.000. Adapun, iuran untuk kelas 3 mencapai Rp23.000 yang akan naik menjadi Rp42.000.

Keputusan kenaikan iuran ini tentu mengundang pro dan kontra di tengah masyarakat. Gelombang unjuk rasa terjadi bahkan hingga saat ini.

Namun, keputusan telah diambil pemerintah untuk tetap menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun depan. Bagi sebagian orang, besaran iuran yang naiknya tembus 100 persen ini dinilai biasa saja, tetapi bagi sebagian lain dirasa cukup memberatkan.

Oleh karena itu, kami merangkum beberapa tips agar iuran BPJS Kesehatan tidak akan terlalu mengganggu keuangan bulanan kamu. Yuk langsung simak saja.

Cari pendapatan lain

Mungkin akan cukup membebani buat kamu yang punya penghasilan pas-pasan untuk membayarkan iuran JKN-BPJS Kesehatan yang lebih besar di tahun mendatang. Jika kamu peserta JKN kelas 1 yang membayar iuran per bulannya Rp80.000, maka tahun depan kamu harus membayar Rp160.000 atau dua kali lipat.

Agar kamu tetap bisa membayar iuran dengan besaran tersebut, ada baiknya kamu mencari pendapatan tambahan untuk bisa membayarkan iuran.

Misalnya, jika kamu seorang karyawan, maka kamu bisa memulai bisnis kecil-kecilan. Misalnya, bisnis katering rumahan yang dipasarkan buat rekan sekantor.

Kamu juga bisa membuka usaha rumahan lain misalnya warung kopi, minuman kekinian atau usaha pakaian yang biasa dijual di pasar kaget. Apapun usahanya, yang penting kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari gaji tetap kamu.

(Baca juga: Mau Bayar Iuran Tapi Lupa Nomor BPJS? Ini Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan)
Pangkas pengeluaran

Kenaikan iuran peserta JKN BPJS Kesehatan mungkin gak bakal terlalu terasa jika hanya kamu sendiri yang bayar. Namun, jika dibebankan kepada keluarga, maka besaran kenaikan akan sangat terasa.

Misalnya, kamu adalah seorang kepala rumah tangga yang punya istri dan dua anak. Dengan demikian, kamu harus membayarkan sekaligus empat jiwa kepesertaan.

Jika kamu adalah peserta kelas 1 yang biasanya kamu hanya membayar iuran per bulannya Rp320.000, maka kamu akan membayar iuran sebesar RP640.000 untuk iuran kamu, istri dan kedua anak kamu.

Secara langsung ataupun tidak, tentu pengeluaran untuk membayar iuran akan mengganggu cash flow keuangan kamu tiap bulannya. Oleh karena itu sebaiknya kamu harus mulai memangkas pengeluaran.

Sebagai contoh, kamu bisa memulai berhenti berlangganan layanan televisi kabel dan kembali ke layanan televisi antena. Kamu juga bisa mulai menghentikan layanan jasa laundry dan memulai untuk mencuci sendiri pakaian kotor kamu di rumah.

Dengan begitu, uang yang biasa dikeluarkan bisa dialihkan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan.

Mulai menghemat

Sudah saatnya kamu harus memulai membiasakan diri untuk hidup hemat. Kebiasaan-kebiasaan konsumtif sebaiknya harus sudah dikurangi atau bahkan dihentikan karena dampaknya sangat buruk yakni membuat hidup boros.

Ketimbang boros, lebih baik biaya yang biasa dihabiskan untuk foya-foya dialihkan untuk membayar iuran BPJS Kesehatan. Beberapa kebiasaan buruk hidup boros misalnya sering nongkrong di kedai kopi, kafe, pesan kuliner antar jemput via ojol hingga terlalu sering nonton film di bioskop.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut mungkin besarannya akan setara atau lebih dari besaran iuran BPJS Kesehatan yang akan berlaku tahun depan. Nah, daripada boros uang untuk hal-hal yang konsumtif, lebih baik kamu mulai menghemat dan uangnya digunakan untuk hal-hal yang produktif.

(Baca juga: Ini Lho Dampaknya Jika Iuran BPJS Kesehatan Naik)
Turun kelas

Cara paling ampuh agar keuangan kamu tidak terganggu untuk bayar iuran BPJS Kesehatan adalah dengan turun kelas. Jika saat ini kamu adalah peserta BPJS Kesehatan kelas 1 dengan iuran per bulannya Rp80.000, maka kamu bisa turun menjadi kelas 2 atau kelas 3 yang besaran iurannya jauh lebih rendah.

Hanya saja, kamu harus menerima konsekuensi bahwa ketika turun kelas, maka secara otomatis kamu juga akan menerima layanan dan fasilitas tidak lebih baik dari kelas 1. Namun, yang terpenting adalah, kamu masih tetap terdaftar menjadi peserta JKN BPJS Kesehatan yang dalam hal ini menggunakan skema gotong royong.

Artinya, setiap bulannya iuran yang kamu bayarkan akan digunakan untuk mengcover biaya kesehatan kamu dan juga orang lain yang membutuhkan. Tapi berdoa saja ya agar kita terus diberikan kesehatan setiap harinya. Amin.

Lengkapi juga keluargamu dengan asuransi dari perusahaan swasta. Agar kamu dan keluarga bisa mendapatkan manfaat lebih maksimal. Akses CekAja.com dan temukan produk yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Tentang Penulis

Miftahul Khoer

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami