Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

‘Justice For Audrey’ Tembus 3 Juta Tanda Tangan, Ini 5 Cara Hindari Anak Dari Bullying

by Sindhi Aderianti on 10 April, 2019

Bullying merupakan masalah yang krusial dalam pergaulan anak-anak dan remaja belakangan ini. Tak hanya secara verbal, namun juga merambah sampai tindak kekerasan fisik.

Kasus bullying terhadap Audrey yang baru saja terkuak, mengoyak hati banyak orang. Pasalnya kekerasan terhadap siswi SMP di Pontianak tersebut dilakukan oleh sesama perempuan.

Media sosial pun sontak diramaikan oleh tagar #JusticeForAudrey hingga menjadi trending nomor satu Twitter dunia, dengan lebih dari 534.000 cuitan. Warganet bahkan kompak membuat petisi online di laman Change.org.

Hasilnya, 3 juta tanda tangan berhasil terkumpul sebagai aksi protes terhadap kekerasan yang dilakukan 12 siswi SMA tersebut. Bagaimana sebenarnya kasus ini bisa terjadi?

Kronologi Singkat Pengeroyokan Audrey

Pengeroyokan ini kabarnya dipicu oleh persoalan asmara dan saling balas komentar di media sosial. Adapun pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, sedangkan sembilan orang lainnya hanya menonton sambil tertawa.

Audrey sendiri ternyata bukanlah target utama mereka. Menurut info, kakak sepupu korban yang merupakan mantan pacar dari salah satu pelaku penganiayaan ini adalah incaran sesungguhnya.

Kronologinya begini, korban dijemput oleh beberapa pelaku di rumahnya dengan alasan ada yang ingin disampaikan. Alasan itu membuat Audrey menuruti ajakan pelaku lalu ikut ke Jalan Sulawesi.

Di sana, interogasi yang berujung penganiayaan sadis pun terjadi. Mulai dari penjambakan rambut, membenturkan kepala korban ke aspal, penyiraman air, sampai menginjak perutnya.

Bahkan setelah terbaring dalam kondisi tidak berdaya, pelaku lain berinisial TI dan LA terus melakukan pemukulan. Parahnya, alat vital korban juga menjadi sasaran.

Menurut lansiran beberapa media, pengeroyokan terhadap Audrey ini terjadi pada Jumat, 29 Maret 2019. Korban sempat menerima ancaman, sehingga orang tuanya baru melaporkan ke Polsek Pontianak Selatan satu pekan kemudian, tepatnya pada Jumat, 5 April 2019.

Akibat kekerasan dan penganiayaan yang dialami, Audrey kini harus menjalani perawatan intensif. Imbas dari tindak kekerasan ini amat berisiko terhadap kejiawaan Audrey.

Bukan hanya fisiknya saja, sering kali ia kerap mengigau seolah-olah masih dalam penganiayaan, karena tingkat trauma yang begitu tinggi.

Dari kejadian tersebut, pihak keluarga menolak damai dan tetap ingin melanjutkan permasalahan ini ke jalur hukum untuk memberikan efek jera bagi para pelaku.

(Baca juga: Mengenal Down Syndrome Pada Anak)
Didukung Selebriti dan Influencer

Atas kasus yang semakin viral ini, Audrey sempat mendapat simpati dari sejumlah selebriti hingga influencer media sosial. Mulai dari Rachel Vennya, Atta Halilintar, Arie Untung, Tatjana Saphira, Ifan Seventeen, hingga Anggun.

Bahkan, pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga sempat mengutarakan keinginannya untuk membantu Audrey dalam menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum.

Ia mengaku tak habis pikir dengan kasus tersebut. Meski pelakunya masih anak-anak, setidaknya hukum pidana tetap harus ditegakkan.

Hindari Anak Dari Bullying, Begini Caranya

 Berkaca dari kasus bullying anak-anak dan remaja yang angka kejadiannya semakin bertambah, para orangtua mungkin akan merasa cemas. Wajar saja lantaran tidak selamanya kita bisa 24 jam terus bersama anak.

Apalagi saat buah hati kita sudah bersekolah. Namun, kamu tetap bisa mengantisipasi bullying dengan menerapkan beberapa cara berikut ini:

(Baca juga: Yuk! Intip Kehidupan 5 Anak Konglomerat Indonesia)
1. Usahakan selalu akrab dengan anak

Agar bisa mengetahui apa yang terjadi dalam kehidupan sosialnya di luar rumah, tiap orangtua harus selalu dekat dengan anak. Tujuannya agar anak lebih terbuka dan mau bercerita tentang apa saja yang terjadi kepadanya setiap hari.

Maka jika ia menjadi korban bully atau malah melakukan tindakan bullying, kamu bisa segera mengambil tindakan sedini mungkin. Sehingga masalah tidak berlarut-larut seperti kasus bullying yang kerap terjadi selama ini.

2. Tumbuhkan rasa kasih sayang

Cara paling efektif untuk mencegah anak menjadi korban atau pelaku bullying di masa depan adalah dengan menumbuhkan rasa kasih sayang kepadanya sedari kecil. Berinteraksi lah secara lembut, baik itu dengan anak, pasangan, ataupun orang lain.

Karena semua akan terekam di otaknya. Jika bisa memberikan segala bentuk kasih sayang dengan tepat, anak akan tahu bagaimana memperlakukan orang lain sepantasnya ketika sudah hidup bersosialisai nanti.

Ajarkan bahwa sikap-sikap yang menjurus pada penindasan secara emosional dan fisik merupakan hal buruk, agar ia tak melakukannya ke orang lain.

3. Tanamkan sikap berani

Lalu, tanamkan sikap berani dalam menghadapi bullying. Tak berarti melawan dengan kekerasan fisik ataupun verbal, namun setidaknya dapat berlaku tegas hingga disegani.

Berikan contoh kepada mereka cara mempertahankan diri jika hak mereka dilanggar. Misalnya saat ada yang mengambil barang tanpa diminta, anak harus berani menegur baik-baik.

4. Ajari anak untuk bersosialisasi

Anak yang tidak punya teman, cenderung menjadi target mudah bagi para penindas. Karena itu, pastikan agar anakmu punya kemampuan bersosialisasi yang cukup besar.

Tentu saja tidak harus menjadikannya populer atau menonjol. Biasakan untuk membaur dengan banyak orang sedari kecil. Ini berguna untuk mempermudahnya kelak dalam bergaul dengan teman-teman sebaya di sekolah.

Dengan kemampuan bersosialisasi yang cukup, rasa percaya diri anak tumbuh. Otomatis, ia pun akan diakui oleh lingkungannya dan terhindar dari bullying.

Hingga detik ini, pihak kepolisian Pontianak belum menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan di sana. Semoga yang menimpa Audrey cepat terselesaikan dan pelaku dihukum dengan ganjaran setimpal.

 Musibah memang  tidak dapat diketahui kapan datangnya. Ada baiknya kita memiliki sistem mitigasi risiko yang baik agar bila terjadi hal yang tidak diinginkan dapat tertangani dengan baik.

Memiliki asuransi tampaknya merupakan pilihan yang baik untuk mengantisipasinya. Akses CekAja.com dan temukan produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami