Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kalau Anak Mulai Masuk TK Tiga Tahun Lagi, Hitung Estimasi Tabungannya Yuk!

by JTO on 14 Agustus, 2015

Biaya pendidikan anak termasuk salah satu pos pengeluaran terbesar setiap rumah tangga. Selain mahal, nilainya akan terus naik setiap tahunnya. Bila tidak dipikirkan dari sekarang, bisa-bisa pusing kemudian.

Sangat disarankan agar kita bisa mulai mempersiapkan dana pendidikan anak sesegera mungkin. Bahkan bisa dimulai ketika kamu mulai sibuk mempersiapkan diri menjadi pasangan suami-istri. Dengan persiapan yang tepat, kita pun bisa memilih taman kanak-kanak yang menurut kamu paling cocok untuk anak kelak.

Kini, ada banyak variasi pilihan sekolah, bahkan sejak masa paling awal yaitu pre-school atau kelompok bermain. Setiap orang tua kini semakin mampu memilih tempat belajar yang menurut mereka terbaik untuk anak. Variasi pilihan ini pun diikuti dengan variasi biaya yang akhirnya semakin berjenjang. Biasanya, ketika kurikulum yang diterapkan pada suatu sekolah diklaim sangat bagus maka biaya yang dibebankan untuk memasukkan anak ke sekolah tersebut pun semakin besar.

 

Biaya sekolah anak naik 15% setiap tahun

Bukan ingin menakut-nakuti, tetapi ada baiknya kamu mulai mengkalkulasi jumlah perkiraan biaya masuk TK. Ini bisa menjadi gambaran awal untuk estimasi jumlah tabungan yang setidaknya harus ada saat ini. Riset QM Finansial, lembaga perencana keuangan besutan Ligwina Hananto, menemukan biaya sekolah anak akan naik sekitar 15 – 20 persen setiap tahunnya. (Baca juga: 5 Persiapan Finansial Buat Single Mom yang Mau Kuliah Lagi)

Misalnya, Ibu A kini memiliki anak berusia enam bulan. Dia berencana untuk mulai memperkenalkan dunia sekolah pada anaknya sejak TK. Artinya, sang anak akan mulai sekolah dalam rentan tiga atau empat tahun lagi. Jika Ibu A ingin menempatkan anaknya di sekolah dengan kurikulum khusus seperti Montessori atau metode lainnya, dia setidaknya harus menyiapkan dana tabungan yang berkisar antara Rp 1,2 juta sampai Rp 2 juta per bulannya. Cukupkah?

 

Mari kita berhitung?

Perhitungannya seperti ini, sekarang uang pangkal masuk TK di kisaran Rp 14,5 juta dengan uang bulanan Rp 900 ribu. Biaya seragam dan kegiatan sekolah Rp4,5 juta. Dengan estimasi inflasi sebesar 7 persen serta kenaikan biaya sekolah sebesar 15 persen per tahun, total kebutuhan dana pendidikan anak Anda dua tahun lagi kira-kira mencapai Rp 90an juta. Dengan tabungan pendidikan yang menawarkan bunga sekitar 5,5 persen kamu setidaknya harus mulai menabung sebesar Rp 2,5 juta per bulan.

Atau, pilihannya bisa jatuh pada TK lainnya dengan estimasi uang pangkal masuk TK di kisaran Rp 6 juta dengan uang bulanan Rp 500 ribu. Biaya seragam dan kegiatan sekolah Rp 3 juta. Total kebutuhan dana pendidikan anak Anda di sana mencapai Rp 50 juta. Kamu setidaknya harus mulai menabung sebesar Rp 1,5 juta per bulan. (Baca juga: Persiapkan Rencana Finansial Jika Anda Divonis Penyakit Kritis)

Dengan pendapatan bulanan yang mencapai Rp 20 juta per bulan, Ibu A seharusnya tidak kesulitan untuk menyisihkan sebagian pendapatannya itu untuk tabungan pendidikan anaknya. Situasi berbeda dialami Ibu B yang pendapatan bulanannya Rp 8 juta. Jika ingin mencoba mendapatkan sekolah yang sama seperti Ibu A, Ibu B mungkin harus mencari instrumen investasi dana pendidikan yang lebih menjanjikan imbal hasilnya. Mungkin Ibu B bisa memilih reksa dana. Atau, mungkin juga Ibu B mencoba menjatuhkan opsi pilihannya pada TK dengan biaya yang lebih rendah.

 

 

Misalnya, Ibu B bisa menyekolahkan anaknya di PAUD yang biasanya mendapatkan subsidi dari pemerintah. Atau, Ibu B bisa memasukkan anaknya di TK dengan estimasi uang pangkal masuk saat ini di kisaran Rp 4 juta dengan uang bulanan Rp 250 ribu. Biaya seragam dan kegiatan sekolah Rp 1,5 juta. Total kebutuhan dana pendidikan anak Anda tiga tahun lagi mencapai Rp 25 juta. Dengan jumlah ini Ibu B setidaknya harus menabung sebesar Rp 600 ribu.

Kamu pun juga perlu mempertimbangkan kegiatan ekstrakurikuler atau pendidikan tambahan lainnya yang biayanya bisa saja tidak sedikit. Misalnya Ibu A masih ingin menyalurkan bakat musik anaknya dengan kegiatan les piano. Hal ini juga harus diperhitungkan dalam pos tabungan pendidikan anak agar nantinya dana yang dibutuhkan tidak mengganggu pos pengeluaran lainnya.

 

Pilih tabungan rencana masa depan yang paling cocok untuk kamu di sini

Tentang Penulis

JTO

Penulis dan jurnalis yang menetap di tanjung laut Batavia.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami