Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kalau Masih Melakukan Ini, Tandanya Kamu Susah Naik Jabatan di 2016

by Ariesta on 4 Januari, 2016

Menapaki posisi sebagai bos bukan perkara mudah. Berdasarkan survei dari CareerBuilder, sebanyak 26 persen karyawan mengingingkan promosi sebagai resolusi tahun baru mereka. Sementara itu 39 persen lainnya ingin mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan kesempatan berkarier lebih baik.

Mungkin kamu pikir kamu adalah striker yang selalu mengantarkan perusahaan meraih gol. Namun ketika gajimu tidak kunjung naik,  kamu harus curiga. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kariermu tidak kunjung menanjak. Dan jika kamu mengalami hal-hal di bawah ini, tandanya kamu susah naik jabatan di 2016.

Kamu tidak mau menanggung tanggung jawab yang lebih besar

Ketika bertanya pada para HRD manajer hal apa yang menyebabkan seorang karyawan gagal promosi, 71 persen menjawab ketidakinginan karyawan dalam menerima tambahan pekerjaan diluar dari kewajiban. Dengan alasan, “Itu bukan pekerjaanku,” promosi yang asalnya hendak diberikan jadi tertahan.

“Orang yang merelakan dirinya mengerjakan pekerjaan di luar kewajiban dinilai sebagai orang yang loyal pada perusahaan,” tulis Jennifer Dulski, presiden dan CEO Change.org di LinkedIn. “Orang-orang ini adalah orang yang paling dipercaya dan berkesempatan dipromosikan. Hal ini karena mereka telah menunjukkan mereka bisa berbuat lebih.”

Kamu bukan favorit bos

Kabar buruknya, bosmu mungkin sudah memutuskan siapa yang aka dipromosikan bahkan sebelum proses seleksi berlangsung. Penelitian yang dilakukan oleh Georgetown University mengungkap, 56 persen bos sudah punya bayangan siapa anak buahnya yang akan naik jabatan bahkan sebelum penilaian dilakukan.

Menjadi favorit bos tentu membuat proses promosi jadi tidak adil. Ketika kamu tidak kunjung mendapatkan promosi sedangkan rekan seangkatanmu sudah mendapatkannya, mungkin ini saatnya kamu mencari peluang karier di kantor lain.

(Baca juga: Hal Terlarang yang Tidak Boleh Dilakukan Jika Berniat Resign Kerja)

Kamu tidak bisa bergaul dengan rekan kerja yang lain

Kamu mungkin hebat dalam pekerjaan. Tapi kalau secara pribadi kamu sulit berbaur dengan bos dan rekan kerja yang lain, kamu dinilai tidak mampu menguasai situasi. Menurut Fortune Magazine, orang yang bisa membangun pertemanan dengan rekan kerja 40 persen berpeluang lebih banyak untuk dipromosikan.

Terkadang situasinya memang tidak menguntungkan. Misalnya kamu adakah seorang introvert di mana yang lain ekstrovert. Tapi kalau kamu tidak disukai karena arogan, tidak ramah, atau punya temperamen buruk, kamu bisa kehilangan masa depan karier hanya karena tidak ada yang mau bekerja denganmu.

Kamu tidak bisa beradaptasi

Ketakutan tidak bisa berbaur dengan yang lain mungkin menghampiri kamu saat baru pindah kantor. Sebanyak 35 persen CEO yang disurvei Accountemps mengungkap kemampuan beradaptasi dengan perubahan merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan karier.

Kamu terlalu terobsesi naik jabatan

Obsesi berlebihan akan membawamu pada keburukan daripada kesempatan promosi. Kalau kamu terlalu fokus pada bekerja keras tanpa memikirkan strategi untuk meningkatkan kemampuan diri dan kemajuan perusahaan, tanpa disadari hal ini justru menghambat kariermu. Generasi millennium acapkali terjebak dengan situasi macam ini.

Generasi milenia berusaha naik jabatan dengan bekerja sekeras mungkin dan mudah frustrasi jika harapan mereka tidak berjalan sesuai keinginan. Untuk mendapatkan promosi, kamu harus membuktikan kamu bukan hanya orang yang terobsesi tanpa memiliki kemampuan.

Kamu tidak berpakaian pantas

Penampilan ternyata masih punya ikatan erat dengan promosi jabatan. Dari 80 persen eksekutif yang disurvei oleh OfficeTeam, selera berpakaian ternyata mempengaruhi proses promosi mereka.

“Meskipun penampilan saja tidak cukup, tapi penampilan bisa membantumu menunjukkan kalau kamu punya aura sebagai pemimpin,” kata Robert Hosking, direktur eksekutif dari OfficeTeam.

Memang belum waktunya

Tentu saja  tidak ada yang mau jadi bawahan selamanya. Namun menapaki karier membutuhkan kesabaran. Berdasarkan Society for Human Resource Management, generasi millennium merasa tidak sabar dengan kemajuan karier mereka. Kalau perusahaan tempatmu bekerja adalah tipe yang harus menunggu bertahun-tahun untuk naik jabatan, memaksakan keinginanmu malah membuat citramu jadi buruk. (Baca juga: Kalau Mengalami Ini, Tandanya Kamu Akan Segera Naik Jabatan)

Tentang Penulis