Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Kamu Bisa Keliling Dunia Saat Pensiun Jika Sudah Melakukan Persiapan Ini di Usia 20-an

by Ariesta on 4 Maret, 2016

Liburan murah - CekAja

Banyak momen-momen terpenting dalam hidup terjadi di usia 20-an. Seperti lulus dari universitas, mendapatkan pekerjaan pertama, hidup mandiri, menikah, membeli rumah, atau memiliki anak.

Setiap pencapaian biasanya diiringi dengan kekhawatiran tentang uang. Usia 20-an adalah ketika hal-hal serius mulai terjadi, dan cara kamu menghadapinya menentukan sisa hidupmu sampai tua. Dengan menabung dan berinvetasi sejak muda, kamu ibarat mengamankan masa tuamu.

Jadi, jangan tunggu sampai berusia 30 apalagi 40-an. Berikut adalah daftar perencanaan keuangan yang harus dicapai sebelum berusia 30-an yang akan sangat bermanfaat di masa tua.

Mulai menabung untuk dana pensiun

Sebuah hasil survei dari Employee Benefit Research Institute dari Amerika mengungkap bahwa banyak orang menunda-nunda untuk menabung masa pensiun. Ini merupakan kesalahan besar. Uang yang diinvestasikan di usia 20 punya kesempatan untuk tumbuh lebih besar. Artinya, kamu tidak perlu khawatir kekurangan saat tua nanti.

Sebagai contoh, seseorang yang menabung selama 10 tahun sejak usia 25 tahun dengan asumsi bunga deposito, akan pensiun dengan lebih banyak uang dibandingkan seseorang yang baru menabung di usia 35 tahun dan menabung selama 30 tahun ke depan.

(Baca juga: Jangan Takut Pensiun Kalau Kamu Sudah Lakukan Tiga Hal Ini)

Bagaimana caranya? Kamu bisa menyisihkan sebanyak 10 sampai 15 persen pendapatanmu saat berusia 20-an. Atau jika baru memulai di usia akhir 20-an, kamu bisa menyisihkan 25 persen pendapatan untuk mendapatkan akhir yang sama. Jika menunda lebih lama, kamu harus menyisihkan hingga 35 persen di usia 40-an namun di saat kebutuhan sudah semakin banyak.

Mulai menyimpan dana emergensi

Apa kamu sudah memiliki tabungan tersendiri untuk dana emergensi? Perencana keuangan menyarankan agar kamu yang belum menikah punya tabungan yang jumlahnya setara dengan enam bulan biaya hidup. Dana emergensi ini untuk berjaga-jaga jika kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak apapun yang membutuhkan uang. Sementara itu bagi yang sudah menikah harus memiliki dana emergensi setara dengan tiga bulan biaya hidup.

Supaya tidak lupa, kamu sebaiknya menyiapkan rekening terpisah khusus untuk dana emergensi. Kemudian uang untuk dana emergensi ini didebit langsung setiap kali kamu menerima gaji.

(Baca juga: Pekerjaan Sampingan yang Bisa Hasilkan Banyak Uang)

Membayar utang kartu kredit

Tidak semua utang memiliki nilai sama. Ada utang baik, misalnya bunga rendah dalam rangka mencicil rumah atau biaya pendidikan. Dan ada juga utang buruk, contohnya tagihan kartu kredit dengan bunga tinggi. Jika kamu punya utang biaya pendidikan, kamu harus tetap mempriotaskan membayar yang kartu kredit, setelah sebelumnya menyisihkan untuk dana darurat dan dana emergensi.

Tidak berhutang di luar batas kemampuan agar tidak terkena kredit macet

Istilah blacklist BI memang jadi momok tersendiri bagi seseorang yang ingin mengajukan kredit namun dirinya masih memiliki tunggakan pada kredit sebelumnya, atau telah menjadi kreditur bermasalah. Kamu bisa mengetahui masuk daftar hitam BI atau tidak melalui BI checking.

BI checking merupakan laporan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang berisi riwayat kredit atau pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan nonbank. Melalui daftar ini, baik atau tidaknya riwayat kredit kamu akan terdata.

Dalam laporan tersebut, setiap transaksi finansial yang kamu lakukan terekam secara jelas. Misalnya kartu kredit apa yang kamu miliki, profil pembayaran yang dilakukan tiap bulannya, apakah kamu selalu melunasi tagihan secara penuh, atau hanya membayar cicilan minimumnya. Apakah kamu selalu  membayar tepat waktu atau melebihi batas waktu yang telah ditentukan, semua ada catatannya.

Penyebab paling sering seseorang tidak bisa membayar utang adalah karena dia berutang melebihi kemampuan. Oleh karenanya, sebelum berutang, kamu wajib menghitung dulu rasio utang. Idealnya rasio total utang dan cicilan kredit yang tidak melebihi  30% dari penghasilan bersih kamu setiap bulan.

(Baca juga: Ini Biaya Operasi yang Harus Kamu Tanggung Bila Pensiun Tanpa Asuransi)

Punya goal jangka panjang

Di luar tabungan pensiun dan dana emergensi, penasihat keuangan menyarankan kamu agar punya tujuan keuangan tertentu dengan menetapkan jangka waktu.

Bermimpi untuk punya rumah sebelum 30? Artinya kamu harus konsisten menabung setiap bulan dalam beberapa tahun. Hal yang sama juga berlaku untuk tujuan-tujuan lain, misalnya rencana menikah atau punya anak.

Berharap untuk menanam investasi dalam beberapa tahun ke depan? Kalau begitu kamu harus bermain aman, seperti deposito atau obligasi. Ingin keuntungan besar? Coba bermain di pasar saham dengan risiko yang lebih besar pula.

Apapun rencanamu, tentukan sewaktu berusia 20-an karena kamu tinggal  memetik keuntungannya di masa tua.

Tentang Penulis

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami