Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

3 menit waktu bacaan

Kamu yang Sedang Berbisnis Barang Mahal, Gunakan Trik Ini Supaya Barang Jualannya Cepat Laku

by Ariesta on 27 Januari, 2016

tips sukses berbisnis _ kredit tanpa agunan - CekAja.com

Marketing merupakan hal esensial dalam dunia bisnis. Tanpa marketing yang bagus, produk yang paling canggih sekalipun sulit laku. Atau kalau pun memang laku, penjualannya sebenarnya bisa lebih maksimal lewat teknik marketing yang tepat.

Berbisnis barang mahal apalagi mewah memang tidak semudah berbisnis pakaian. Selain segmentasi yang terbatas, orang cenderung berpikir dua kali sebelum membeli barang mahal. Alasan harga, kegunaan jangka panjang, kebutuhan, dan prioritas adalah beberapa pertimbangan sebelum mengeluarkan uang untuk membeli barang mahal.

Namun jangan khawatir, bagi kamu yang sedang berbisnis barang mahal, ini trik supaya barang jualanmu cepat laku.

(Baca juga: Mengintip 4 Peluang Usaha Terbaru Beromzet Ratusan Juta Rupiah)

Orang akan membayar mahal untuk barang yang bisa memecahkan masalah mereka

Bahkan untuk orang yang tidak biasa mengeluarkan uang dalam jumlah banyak pun akan rela mengeluarkan uang asalkan masalah mereka terselesaikan. Misalnya, orang yang gemuk rela membayar alat olahraga mahal yang menjanjikan berat badan turun lima kilogram dalam sebulan.

Tugasmu adalah menjelaskan mengapa mereka membutuhkan produk yang kamu tawarkan dan jelaskan bagaimana produkmu dapat menyelesaikan masalah mereka. Orang juga akan cenderung membeli barang yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Misalnya jika kamu menjual mobil, tanyakan dulu alasan mengapa mereka ingin membeli mobil baru. Misalnya karena mereka butuh mobil yang sesuai untuk keluarga besar atau mobil yang lama tidak kuat dibawa hiking ke gunung. Dengan mengetahui kebutuhan mereka, kamu bisa mulai menawarkan mana saja tipe mobil yang sesuai.

Berikan tiga pilihan

Berikan tawaran berupa tiga pilihan kepada kostumer. Misalnya, ada calon pembeli yang sedang membutuhkan alat fitness. Pilihan pertama seharga Rp 10 juta dengan keunggulan monitor detak jantung, LCD TV, alat ukur tekanan darah, dan desain yang sangat futuristik. Pilihan kedua seharga Rp 7 juta dengan monitor detak jantung dan LCD TV namun tanpa alat ukur tekanan darah. Pilihan terakhir hanya ada monitor detak jantung dengan model sederhana seharga Rp 5 juta.

Umumnya, produk nomor dua adalah produk yang benar-benar ingin dijual oleh si penjual. Dalam menawarkan, kamu harus lebih afresif menawarkan pilihan tengah ini daripada dua pilihan lainnya. Ini akan menciptkaan efek psikologis bagi calon pembeli. Kemungkinan besar, jika tidak ingin membeli yang harganya terlalu mahal, konsumen akan mengambil pilihan tengah.

(Baca juga:  6 Usaha Kecil Rumahan dengan Modal Pas-Pasan)

Berikan bonus

Misalnya kamu menjual alat pemanggang dengan harga Rp 2 juta. Kalau calon pembeli menganggap harga tersebut terlalu mahal, katakan bahwa harga tersebut sudah termasuk spatula, piring barbeque, dan pisau daging. Dengan demikian konsumen akan merasa tetap untung meski tidak diberikan diskon.

Marketing barang mahal bukanlah game permusuhan di mana kamu dan calon pembeli berlomba-lomba lebih untung. Sebaliknya, ini merupakan kerja sama di mana kamu membantu memecahkan masalah mereka lewat barang yang kamu jual.

Tentang Penulis