Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Kantongi Banyak Prestasi, Racer Asia Talent Cup (ATC) Afridza Munandar Meninggal

by Sindhi Aderianti on 4 November, 2019

Sabtu (3/11/2019), berita duka tengah merundungi dunia racing Indonesia. Afridza Munandar, pembalap motor muda Tanah Air harus berpulang akibat kecelakaan yang dialaminya pada ajang balapan Asia Talent Cup (ATC) di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pembalap berbakat ini terjatuh dari motornya dalam tikungan 10 lap pertama.

Afridza Munandar

Di awal lap pertama, Afridza Munandar sempat berhasil menempati urutan ke-6. Namun saat memasuki T10, pembalap binaan Astra Honda Motor (AHM) itu terlihat beradu kontak dengan pembalap Jepang, Matsuyama Takuma. Insiden inilah yang membuatnya terjatuh dan mengalami luka parah. Tak lama berselang, red flag pun dikibarkan yang artinya balapan harus dihentikan.

Afridza terlihat mendapatkan penanganan serius di bahu sirkuit. Namun karena satu dan lain hal, akhirnya pihak medis Sepang menurunkan helikopter untuk menerbangkannya ke Kuala Lumpur Hospital. Nahas setibanya di sana, nyawa pembalap berprestasi ini tak tertolong lagi.

Sederet Prestasi Afridza Munandar

Afridza Munandar merupakan pembalap yang terhitung masih sangat belia. Usianya baru menginjak 20 tahun. Meski begitu, kiprah  pria kelahiran 13 Agustus 1999 ini di dunia balap motor tak diragukan lagi.

Ketika tampil di balapan selevel Kejuaraan Nasional, pemilik nama lengkap Afridza Syach Munandar itu selalu bertengger di posisi teratas. Pada gelaran Oneprix yang diselenggarakan PT Oneprix Motorsport Manajemen (OMM) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI), Afridza saat ini memuncaki klasemen dengan torehan 66 poin, dan tercatat 2 kali meraih gelar juara. Ia bersaing dengan dua rekan setimnya Fitriansyah Kete (65 poin) dan Dicky Ersa (53 poin).

Adapun catatan prestasi lain Afridza Munandar yang membuahkan gelar juara adalah sebagai berikut:

2017: Juara Nasional MP3 dan MP4
2016: Medali perak PON Jabar
2015: Juara II Kejurnas MP Seri V kelas MP3
2014: Juara Umum II Kejurnas MP Kelas MP5 dan Juara Umum II Kejurnas MP Kelas MP6
2013: Juara Umum Jabar MP5 dan Juara Umum MP6

Afridza rupanya tak hanya bersinar di arena balap nasional. Mengutip Kompas, pria asal Tasikmalaya ini ternyata juga memiliki karier yang amat gemilang selama berjibaku dalam ATC musim 2019. Afridza diketahui mengemas dua kemenangan di Sirkuit Buriram dan Sepang 1, dua tempat runner-up di Buriram dan Twin Ring Motegi, dan beberapa kali naik podium peringkat ketiga di Buriram.

Sementara aksinya di sirkuit Sepang kemarin, ia berada di peringkat tiga dengan 142. Perolehan itu menyisakan 27 point lagi untuk menyalip Takuma Matsuyama di puncak klasemen, dan hanya terpaut 15 angka dari Sho Nishimura pada urutan  kedua. Afridza pun memiliki peluang untuk jadi juara Asia dan mengharumkan nama Indonesia. Namun sayang takdir berkata lain.

Pukul 14.00 WIB tadi, jenazah Afridza Munandar dikabarkan sudah tiba di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sang pahlawan ‘kuda besi’ ini selanjutnya akan dibawa ke Tasikmalaya untuk dimakamkan.

(Baca juga: Ustaz Arifin Ilham Meninggal: Ini Ciri dan Gejala Kanker Nasofaring)
Marquez dan Vinales Ikut Berduka

Kabar meninggalnya Afridza Munandar turut meninggalkan duka yang mendalam bagi pembalap lain. Tak terkecuali Juara MotoGP 2019 Marc Marquez. Marquez juga menilai Afridza merupakan salah satu pembalap berbakat yang pernah dikenalnya.

“Hari yang menyedihkan bagi dunia balap motor. Afridza Munandar meninggal dunia saat balapan di ATC. Rest in peace!” ujarnya melalui akun Instagram pribadi @marcmarquez93.

Ungkapan belasungkawa pun turut dilontarkan oleh Maverick Vinales, juara baru MotoGP Malaysia 2019. Lewat ucapan duka tersebut, ia bahkan mendedikasikan gelar juaranya ini untuk Afridza yang ia akui merupakan pembalap favorit di Asia Talent Cup.

(Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Bayi Meninggal dalam Kandungan)
Insiden Kecelakaan Lain di Sepang

Tragedi kecelakaan Afridza Munandar di arena balap ini, sontak mengingatkan khalayak akan hal serupa yang pernah dialami pembalap MotoGP Marco Simoncelli.

Delapan tahun lalu, Sepang menjadi saksi bisu insiden mengenaskan tersebut untuk pertama kalinya. Pembalap MotoGP asal Italia ini tewas di tikungan ke-11, dimana hanya berselang 1 tikungan dengan lokasi kecelakaan Afridza Munandar.

Pada MotoGP Malaysia yang berlangsung pada 23 Oktober 2011 itu, Simoncelli kehilangan kendali saat menyalip Alvaro Bautista. Di saat bersamaan, Colin Edwards tiba-tiba menabrak tubuh Simoncelli, serta Valentino Rossi yang hilang kendali dan menabrak bagian kepalanya. Simoncelli juga sempat dibawa ke rumah sakit Kuala Lumpur. Ketika diotopsi, ia meninggal dengan luka parah di kepala, leher, dan dada.

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.